![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla Guysđ¤đť
â¨Happy Readingâ¨
â˘
â˘
Pukul 21.00 pm
Lelaki yang terkenal kejam dan dingin itu, kini tengah bergulat dengan spatula dan pan. Bisa kalian bayangkan, bagaimana keadaan tempat yang disebut âdapurâ itu sekarang ini, ketika berada di tangan seorang Kim Nan?
Benar, tempat itu sudah tidak layak di sebut sebagai dapur. Piring dan mangkok berserakan di atas meja, bungkus makanan serta puluhan telur berwarna hitam memenuhi bak sampah. Jangan lupa, sosis serta nugget juga berceceran dilantai dengan warna hitam yang tak kalah pekat dengan warna telur-telur malang itu.
âKim..â panggil Jane dengan suara lembut, namun tetap tak bisa menyembunyikan keterkejutannya kala melihat keadaan dapur saat ini.
Lelaki itu meletakkan kembali spatula serta pan yang ia genggam. Sudah cukup, Kim menyerah dengan pekerjaan yang ia lihat sangat mudah itu.
Kim membalikkan posisi tubuhnya, menatap sang istri dengan raut wajah sedih âaku sudah berusaha, tapi ternyata tidak semudah yang aku bayangkanâ adunya
Jane tersenyum manis âtidak apa, kau bisa belajar lain kali! Sekarang ayo ikut akuâ Jane melangkah ke arah Kim, meraih tangan kekar itu dan menariknya ke suatu tempat.
Sepanjang perjalanan, Kim hanya bisa diam dan menatap aneh ke arah wanita yang tengah menuntunnya menuju ruangan yang tak begitu asing.
Ceklek!!
Jane membuka pintu kamar yang sudah ia tempati selama hampir 1 bulan lamanya. Menatap sejenak lelaki yang masih setia berada di belakangnya.
__ADS_1
âTaraaaaa!! Selamat datang di bioskopâ seru Jane sembari menunjukkan layar besar yang ia buat beberapa menit yang lalu, dibantu oleh beberapa anak buah Kim.
Kim tersenyum simpul âkau memindahkan layar teater ini ke kamar?â Tanya nya heran.
âHhmm.. aku ingin menonton malam ini, tapi sangat malas jika harus menonton di ruang teatermu yang menyeramkan ituâ jelas wanita itu, ketika untuk pertama kali ia masuk ke dalam ruangan teater yang didominasi warna hitam, serta aura yang membuat dirinya bergidik ngeri.
Jane menarik kembali tangan Kim, mengajak lelaki itu untuk duduk disebuah sofa yang sudah ia letakkan didepan ranjang.
âTunggu, tadi kau bilang lapar bukan?â tanya Kim, menatap serius ke arah sang istri.
Jane mengangguk pelan âTapi sekarang sudah tidak lagiâ jawabnya, dengan salah satu tangan yang tengah sibuk memilih deretan Film di layar besar itu.
âKenapa?â Kim meraih wajah Jane, mengarahkannya agar mereka saling bertatapan satu sama lain.
âKarena aku memang tidak laparâ Jane membalas tatapan mata Kim tak kalah serius.
âSudah seberapa sering kau melakukan hal seperti tadi?â kini giliran Jane yang bertanya, membuat lelaki itu tertegun sejenak.
Kim mengalihkan pandangannya, menepis pelan tangan Jane yang bertengger di atas tangannya.
âOh Hey.. aku belum memakan apapun sejak tadi soreâ keluh Kim, mencoba untuk mengacuhkan pertanyaan Jane.
âSudah berapa nyawa?â Imbuh Jane, masih tetap pada topik awal.
âHhmm padahal aku sangat ingin memakan masakanmu malam iniâ Ucap Kim, masih mengacuhkan pertanyaan Jane.
âApakah menyenangkan bisa membunuh manusia dengan cara kejam seperti itu?â Jane tetap bersikukuh dengan pertanyaannya, meskipun lelaki itu masih berusaha menghindar.
__ADS_1
âBagaimana jika kau menggantinya besok pagi, aku sangat ingin sarapan dengan menu ituâ ujar Kim yang masih setia untuk mengacuhkan pertanyaan Jane.
âHhuufftt..â Jane menghela nafas panjang, ia memalingkan wajahnya ke arah layar besar di depan sana. Berusaha menghindari kontak mata dengan lelaki itu.
âJaneâ panggil Kim, kala ia sadar akan perubahan ekspresi wajah wanitanya.
Jane tidak menoleh maupun menyahut, ia masih sibuk memilih beberapa film untuk ia tonton, tanpa memperdulikan keberadaan Kim.
Baiklah, Kim tidak suka diacuhkan seperti ini âAku sudah pernah mengatakan ini padamu sebelumnya! Aku tidak akan segan membunuh siapapun yang berani menyentuh atau pun mengusik sesuatu yang sudah menjadi milikku!â Ujar Kim, membuat Jane mengalihkan perhatiannya.
Kini mereka berdua tengah saling menatap satu sama lain. Tidak ada rasa takut yang dirasakan oleh Jane saat ini, ketika melihat tatapan tajam seorang Kim.
âKau adalah milikku Jane! Tidak ada yang boleh menyakitimu, termasuk diriku sendiri. Dan jika ada yang berani melakukan itu, akan ku pastikan ia bertemu dengan malaikat maut lebih cepat bahkan dengan cara yang tidak bisa ia bayangkan sebelumnyaâ imbuh Kim.
Takut, itulah yang Kim rasakan saat ini. Apakah Jane akan menjauh darinya setelah mendengar kalimat yang ia katakan barusan? Apakah perkataannya barusan terdengar kasar?
Jane tak bergeming sedikit pun, tatapan mengerikan yang terpancar di mata Kim tak lantas membuatnya getir. Apakah itu semua karena Jane melihat adegan mengerikan tadi?
âJane, katakan sesuatu!â Pinta Kim dalam hati.
Kim merasa khawatir akan respon dari seseorang yang berada di hadapannya. Tidak seharusnya ia mengatakan hal seperti itu kepada Jane.
Lihat, wanita itu pasti kecewa dengan dirinya saat ini. Untuk pertama dalam hidupnya, Kim merasa khawatir akan ditinggalkan oleh seseorang.
Bagaimana jika Jane membenciku?. Batin Kim
BersambungâŚ.
__ADS_1
*Jangan lupa like, komen dan Vote**đđ*