![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...✨Happy Reading✨...
•
•
“A-apa maksudmu Jane” kini wajah Nik nampak begitu tegang. Apa telinga tidak salah dengar? Anak? Didalam perutnya?
“Ya, dokter mengatakan jika kau tengah hamil saat ini! Jika bukan karena kekasihmu, lalu siapa pria itu? Hal buruk apa yang telah terjadi padamu Nik?! Katakan padaku!” Cerca Jane dengan wajah memerah, menahan amarah yang siap meledak.
Nik mengerjapkan matanya berulang kali, merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. Tanpa ia sadari, buliran air mata mengalir dari pipi mulusnya, membayangkan bagaimana dengan masa depannya nanti. Jika saja lelaki yang menjadi ayah dari anak yang ia kandung saat ini, mau mengakuinya, maka Nik akan merasa sangat senang. Tapi nyatanya, pria itu bahkan tak mau menikahinya, bagaimana Nik bisa merasa tenang sekarang.
“Nik! Katakan siapa pria itu?! Atau ceritakan sesuatu padaku! Aku tidak pernah menyembunyikan apapun darimu sebelumnya, tapi kenapa kau ragu untuk bercerita padaku?” Jane menurunkan nada bicaranya, sekarang terdengar sedikit lebih lembut. Bahkan ia menatap dengan tulus ke arah dua mata yang sudah dibasahi air mata.
“Hiks.. Jane..” alih-alih bercerita, tangis Nik semakin pecah. Dan itu membuat Jane ikut menangis.
Untuk beberapa saat Jane membiarkan Nik menangis, meluapkan semua yang ia rasakan dalam hatinya. Hingga akhirnya wanita itu bercerita dalam isakannya. Jane tidak memotong sedikitpun cerita Nik, meskipun rasa kesal sudah menguasai hatinya, Jane tetap setia mendengarkannya sampai habis.
“Nik, bisakah kau tunggu aku disini sebentar?” Tanya Jane, namun segera dicegah oleh Nik.
“Jane, aku mohon! Jangan lakukan itu!” Nik masih menahan lengan Jane yang hendak beranjak. Tak lupa ia menggeleng ribut, seakan melarang sahabatnya itu.
“Lepaskan aku Nik! Aku harus memberinya pelajaran!” Ujar Jane dengan amarah di dalam hatinya.
“Tidak Jane, ku mohon! Aku sudah menceritakan semuanya padamu, dan sekarang aku minta padamu untuk tidak menuntut apapun darinya! Aku baik-baik saja, percayalah padaku” pinta Nik dengan memohon, membuat Jane akhirnya mengalah dan memeluk Nik.
__ADS_1
“Hiks.. lagi dan lagi, hal buruk terjadi padamu Nik dan ini karenaku! Jika saja Kim tidak meminta pada Aroon untuk menahanmu, maka semuanya tidak akan terjadi” kini Jane yang menangis di dalam pelukan Nik, rasa bersalah akan kemalangan yang di alami sahabatnya itu kembali menghampiri.
“Tidak! Tidak! Berkali-kali aku katakan, ini bukan salahmu! Ini takdir kau tahu!” Ujar Nik sembari mengelus pelan punggung Jane.
“Aaaa.. Nik, hiks..” Jane terus meraung dalam pelukan Nik. Dan dengan sabar Nik menenangkannya, bahkan ia bertanya-tanya, mengapa sepertinya Jane yang lebih bersedih disini.
•
•
Suasana rumah sakit yang sebelumnya damai, kini tiba-tiba riuh karena kedatangan seorang wanita tua. Bahkan sang suami terlihat kewalahan untuk menghadapi istrinya yang terus meraung sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki disana.
“Hiikkss.. Jane.. apa yang terjadi dengan menantu Ma?! Kenapa seperti ini?” Tanya Aom yang tengah menatap sedih ke arah ruang ICU.
“Ma.. bisakah kau tidak menangis histeris seperti ini? Kau akan menganggu orang-orang yang tengah beristirahat” ujar Jane.
“Benar honey, lebih baik kau duduk dan tenangkan dirimu sebentar. Jika kau seperti ini, Kim tidak akan bangun-bangun nantinya, yang ada dia semakin parah” imbuh Aat, membuat dua wanita yang ada disana melotot tajam ke arahnya.
“Ahh maaf, maksud Pa tidak seperti itu! Mmm, maksud Pa, Kim tidak akan bisa beristirahat jika Ma terus berteriak” Aat meralat ucapannya, merasa takut dengan tatapan dua singa betina miliknya.
Jangan tanya mengapa nyonya Suchart bisa menangis histeris seperti ini, mengingat jika sebelumnya hubungan mereka tidaklah akur. Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu, Aom mengangkat Kim sebagai menantu kesayangannya. Hal itu terjadi karena berkat bantuan Kim, Jane menerima Aom kembali. Hubungan diantara keduanya bisa kembali normal berkat jasa lelaki itu.
Aom menghapus airmatanya, lalu secara perlahan mendekat ke arah putrinya itu.
“Jane, percayalah pada mommy. Kim pasti akan segera sadar, dia laki-laki kuat.” Aom akhirnya berhenti menangis dan memeluk tubuh Jane dengan hangat.
__ADS_1
“Tentu saja dia harus bangun Ma. Karena aku tidak mau menjadi single mommy” gumam Jane di dalam pelukan sang ibu.
Tunggu, apa Aom tidak salah dengar?
Tangan serta tubuh wanita tua itu seketika membeku kala telinganya mendengar kalimat yang diucapkan oleh anaknya.
“Single mommy? Apa maksudmu single mommy?” Aom melerai pelukannya dan menatap Jane tanpa berkedip.
“Aku hamil Ma! Ada Kim junior di dalam sini” Jane memperjelas kalimat yang tadi dia ucapkan dengan menunjuk ke arah perutnya yang masih rata.
“Ha-hamil?…” Aom nampak begitu terkejut, namun setelahnya ia bersorak gembira.
“OMG!! Sebentar lagi Ma akan menjadi seorang nenek” seru Aom, yang dibalas dengan senyum merekah oleh Jane.
Ya, Jane dinyatakan hamil setelah memeriksakan diri ke dokter spesialis Obgyn beberapa jam yang lalu. Setelah mendengar kabar tentang kehamilan Nik, entah mengapa Jane merasa penasaran dengan dirinya sendiri. Mengingat jika mereka membuat di waktu yang bersamaan. Dan ternyata benar, didalam perutnya ada makhluk lain yang menumpang hidup untuk 9 bulan kedepan.
“Honey dengar, kita akan mempunyai cucu” tidak lupa, Aom membagikan moment bahagia itu kepada sang suami.
“Wah benarkah? Pa sudah tidak sabar” balas Aat yang kini ikut mendekati Jane.
Jane tersenyum ke arah mereka, kala mendapati mimik wajah penuh kebahagiaan dari kedua orang tuanya.
“Apa kau tidak mau bangun dan ikut merasakan kebahagiaan mereka Kim?” Batin Jane sembari menatap lurus ke arah ruangan yang di batasi dengan kaca.
Bersambung….
__ADS_1