Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 44


__ADS_3

...*Holla guys**🤟🏻*...


✨Happy Reading✨




Aroma semerbak bau masakan, menyeruak masuk kedalam Indra penciuman Kim kala untuk pertama kali kakinya berpijak di lantai dapur mansionnya.


Seorang wanita terlihat begitu telaten menata piring dan mangkok yang dipenuhi hasil karyanya pagi ini.


“Morning baby..” sapa Kim manja.


Cup..


“Morning kiss..”


Tidak pernah lupa, kecupan singkat ia hadiahkan di pipi chuby sang istri yang sedikit berkeringat.


“Eemm.. aku berkeringat” keluh Jane, sembari mengangkat tangannya untuk membersihkan bibir sang suami.


“Jane..” rengek lelaki bertubuh kekar itu, kala tak terima jempol sang istri menyentuh bibirnya.


Jane tersenyum, ia heran kenapa suaminya ini begitu manja akhir-akhir ini. Namun tak apa, ia justru sangat menyukai Kim yang seperti ini.


“Oke..oke.. maafkan aku”


CUP..


Jane mencium bibir Kim yang cemberut sebagai tanda permintamaafannya. Membuat senyum lelaki itu kembali mengembang.


“Sekali lagi..” pinta Kim sembari meraih pinggang sang istri


CUP..


“Terima kasih..”


“Sekarang cuci tanganmu dan kita sarapan bersama” ujar Jane, namun sepertinya sangat sulit dituruti oleh Kim.


“Ini masih pagi jika kau lupa..” Jane menatap sang suami dengan tatapan horor. Ia sangat tahu apa yang ada dikepala sang suami saat ini, hanya dengan melihat senyum manis itu.


“Kau sangat menggemaskan Jane. Bagaimana bisa aku tidak mencintamu setiap hari” balas Kim yang semakin mengeratkan pelukannya.


Pipi Jane merona merah, ia sudah sering mendengar kalimat itu dari mulut sang suami. Namun entah mengapa ia masih tidak bisa mengendalikan dirinya kala kata-kata itu kembali terucap dari bibir Kim.


“Simpan gombalan mu itu untuk nanti malam, lebih baik kita segera sarapan atau kau akan terlambat”


“Aku bos nya jika kau lupa”

__ADS_1


Jane menghela nafasnya, sepertinya ia akan sedikit sulit untuk lepas pagi ini, karena Kim dalam mode manja.


“Jane, aku ingin mengatakan sesuatu sebelum sarapan. Apakah kau mau mendengarkannya sebentar?” Tanya Kim dengan mata yang tak pernah lepas dari wajah cantik sang istri.


“Tentu, katakan saja. Aku siap mendengarkannya” jawab Jane


“Bagaimana jika duduk sebentar?”


“Ide bagus,.”


“Mau aku gendong?”


Jane mengangguk setuju, lalu tanpa basa basi, Kim mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke ruang tamu.


Kim mendaratkan tubuhnya ke atas sofa dengan posisi Jane yang berada di pangkuannya.


“Biarkan aku duduk di sofa ” pinta Jane dengan mata yang waspada.


“Tidak ada siapapun disini Jane. Biarkan saja seperti ini” tolak Kim, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Jane.


“Jane, kau tahu persis siapa aku bukan dan apa profesiku?” Tanya Kim memulai obrolan mereka yang mulai serius,


“Hhmm,,”


“Kau juga pasti sudah tahu jika aku bukan hanya seorang pengusaha saja. Ada bisnis lain yang harus aku teruskan dan itu sedikit berbahaya.”


“Maksudmu tentang dunia gelap itu?” Jane memotong kalimat sang suami dengan cepat


“Lalu?” Jane terlihat biasa saja, tidak ada reaksi berlebihan disana.


“Berada di dalam dunia mafia, itu artinya kehidupan kita akan berada dalam bahaya setiap waktunya. Tidak peduli dimana dan kapan, karena musuh pasti selalu mencari celah disetiap kesempatan. Bukan hanya aku yang akan diincar oleh mereka, namun semua orang yang berada di sekitarku. Pertumpahan darah, membunuh, berlaku kejam sudah melekat di diri seorang mafia, tidak terkecuali diriku..” Kim kembali menjeda kalimatnya dan menangkup wajah serius sang istri.


“……”


“Jane untuk itu, sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu karena telah membawamu kedalam duniaku yang berbahaya ini. Maaf karena tidak menjelaskan hal ini sebelumnya. Maaf karena mungkin kau tidak akan bisa lepas dariku dan terperangkap di dalam dunia berbahaya ini selamanya. Jika para mafia diluar sana akan mengorbankan perasaan mereka demi melindungi orang terkasihnya, namun diriku tidak akan bisa melakukan itu. Terserah jika kau menganggapku egois, tapi aku benar-benar tak bisa melepaskanmu Jane. Maaf karena aku mencintaimu dan memaksamu untuk tetap tinggal….”


Jane tersenyum dan menggenggam erat kedua tangan kekar yang bertengger di wajahnya.


“Kenapa kau harus meminta maaf untuk semua kebahagiaan serta cinta yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya?..”


“…..”


“Jauh sebelum aku melangkah untuk masuk kedalam kehidupanmu, aku sudah mencari tahu semua tentang dirimu. Kau pikir aku adalah orang seceroboh itu?”


“…..”


“Dengarkan ini baik-baik Kim…. Aku tidak akan tinggal jika tidak merasa nyaman dan jika aku sudah merasa nyaman maka apapun rintangannya akan aku hadapi. Bahkan jika aku harus hidup dengan suasana mencekam setiap waktu, akan aku jalani”


“Kau tidak takut?” Potong Kim.

__ADS_1


“Untuk apa aku takut?! Aku adalah istri seorang Kim Nan, tidak ada alasan untukku merasa takut. Karena kau pasti tidak akan membiarkanku tergores walau seujung jari pun, benar bukan?”


“Hhmmm.. aku pastikan akan memenggal kepala mereka yang berani menyentuhmu”


“Kau membuatku bergidik ngeri” balas Jane sembari memegangi lehernya.


“Maaf..”


Jane kembali tersenyum dan meraih leher sang suami lalu memeluknya erat.


“Terima kasih Jane. Kau adalah jantungku, kau adalah kekuatanku Jane.”


“Benarkah? Jika begitu aku akan menyerahkan seluruh hidupku untukmu. Aku akan berusaha menjaga diriku sendiri agar kau tetap kuat.” Balas Jane antusias.


“Aku mencintaimu Jane, sangat mencintaimu. Aku seperti tenggelam dan tidak ingin naik kepermukaan lagi”


“Aku juga mencintaimu. Mari tenggelam bersama dan jangan pernah naik kepermukaan lagi”


Kim tersenyum senang, ia meraih tengkuk sang istri dan menyatukan bibir mereka. Kim ******* bibir Jane dengan rasa bahagia yang tak tertahankan. Dan tentu saja Jane membalas ciuman sang suami dengan rasa yang sama.


“Hah..Hah..Hah.. kau harus bekerja” Jane mendorong pelan dada sang suami dengan nafas tersengal-sengal.


“Aku sudah bilang jika aku adalah bosnya” balas Kim


“Bolehkah aku sarapan dikamar pagi ini? Nanti malam aku tidak bisa pulang karena harus mengurus sesuatu” imbuh Kim, membuat Jane mengkerutkan dahinya


“Mengurus apa?”


“Aku harus bertemu dengan klien di pelabuhan nanti malam. Ada beberapa senjata yang harus aku kirim dan aku harus mengontrolnya secara langsung, mengingat transaksinya cukup besar” jelas Kim yang dibalas anggukan kepala oleh Jane, meskipun ia tidak begitu mengerti.


“Jadi?”


“Jadi apa?”


“Jadi bolehkan aku memakan sarapanku dikamar pagi ini?” Tanya Kim dengan senyum aneh.


“Tentu, aku akan membawakannya kekamar” jawab Jane polos.


“Tidak perlu, aku akan membawanya sendiri” Tanpa aba-aba, Kim kembali mengangkat tubuh mungil Jane dan berjalan menuju tangga. Membuat wanita itu terkejut dan mulai mengerti dengan maksud sang suami mengenai sarapan di kamar.


“Oh My God!! Sepertinya aku dalam bahaya” gumam Jane yang dapat didengar jelas oleh Kim.


“Biarkan aku mengisi perutku terlebih dahulu”pinta Jane memberi penawaran.


“Kau bisa mendapatkannya setelah olahraga pagi. Aku berjanji hanya akan sekali putaran saja” bisik Kim


“Dan aku tidak akan percaya dengan janjimu yang satu ini” jawab Jane membuat Kim tergelak.


Jane mungkin akan percaya dengan janji yang diucapkan oleh Kim jika tidak menyangkut urusan di ranjang. Karena terakhir kali, lelaki itu berjanji jika hanya akan sekali putara, namun buktinya mereka melalui 5 putaran hingga membuat tubuh Jane benar-benar terasa remuk dan berakhir membuat bangun sore hari.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan diganggu ya bestie, mereka lagi olahraga pagi😉


__ADS_2