Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 36


__ADS_3

*Holla guys**🤟🏻*


✨Happy Reading✨


•


•


Seorang laki-laki dengan pakaian formal tengah berkeliling di sebuah supermarket yang terletak tak jauh dari tempat kerjanya. Tubuhnya yang tinggi serta paras tampan namun terkesan dingin, berhasil menyita perhatian beberapa kaum hawa yang tak sengaja berpapasan dengannya. Ditambah, namanya cukup terkenal di kalangan masyarakat umum karena menyandang status sebagai orang kepercayaan dari Kim Nan.


Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Aroon. Entah mengapa, sejak menginjakkan kaki dilantai pusat perbelanjaan itu, gerak geriknya terlihat aneh. Matanya bergerak gelisah, menatap ke arah sekeliling. Jika orang lain yang melakukan hal itu, para penjaga toko mungkin akan mengira bahwa ia seseorang yang hendak mencuri. Namun karena dia adalah seorang Aroon, akan sangat mustahil untuk melakukan hal itu.


Aroon kembali merogoh saku jasnya, dengan tujuan untuk menghilangkan rasa gugup serta memastikan orang yang ia hubungi sudah tiba. Ini adalah kali pertama seorang yang memiliki kepercayaan tinggi seperti Aroon, merasa gugup dan malu. Bukan karena penampilannya, namun sesuatu yang diminta oleh tuannya kali ini, cukup membuat kepercayaan diri Aroon sirna begitu saja.


Sudah hampir semua etalase yang ada di supermarket itu ia jelajahi, namun ia tak menemukan benda yang diminta oleh Tuannya. Lebih tepatnya yang diminta oleh istri tuannya.


“Kenapa dia lama sekali?!” Gerutu Aroon sembari menatap nama yang tercantum di layar ponselnya.


“Permisi Khun.. ada yang bisa saya bantu?” Seseorang tiba-tiba bertanya dan membuat Aroon sedikit terperanjat kaget.


“Tidak!! Tidak!! Aku sedang menunggu teman!!” Jawab Aroon dengan cepat lalu memilih pergi meninggalkan sang penjaga toko.


Ia tidak mungkin meminta bantuan pada orang yang tidak ia kenal, mengingat benda itu cukup membuatnya hilang percaya diri.


“Wanita ini memang tidak pernah tepat waktu!” Gerutunya menahan kesal kepada seseorang yang sangat ia nantikan kedatangannya.


DDRRTTT!!


Ponselnya bergetar, nama seseorang yang ia tunggu kedatangannya terpangpang disana.


^^^“Dimana kau Ice?”^^^


“Nama ku Aroon bukan Ice”


^^^“Aku tahu! Tapi kau lebih cocok dipanggil Ice”^^^


“Terserah! Sekarang katakan kau dimana?”


^^^“Aku disini..”^^^


BUGH!!

__ADS_1


“Dibelakangmu.. taraaa!!” Wanita itu menepuk pelan pundak Aroon, memberi sedikit kejutan kepada lelaki itu. Membuat Aroon berdecak kesal


“Aku tidak yakin kau seorang model, mengingat kau tidak pernah datang tepat waktu” protes Aroon kepada wanita itu.


“Sstt.. jangan mengomel! Sekarang katakan, kau ingin aku membalas Budi seperti apa?” Tanya wanita itu yang tak lain adalah Kannika, sahabat dari istri tuannya.


Ya, Aroon menghubungi Kannika dengan asalan meminta wanita itu untuk membalas budi karena ia sudah menolongnya waktu itu.


Aroon melirik ke sekeliling terlebih dahulu sebelum mendekatkan wajahnya ke telinga Nik, membuat wanita itu mengernyitkan dahinya.


“Khun kim memintaku untuk membeli benda yang digunakan oleh wanita yang tengah kedatangan tamu bulanan” bisik Aroon dengan sangat pelan.


“Benda untuk wanita yang kedatangan bulan?” Nik mengulang kalimat Aroon, untuk memperjelas kalimat yang dikatakan oleh lelaki itu.


“Hhmm..”


“Maksudmu, untuk wanita yang mengalami siklus menstruasi?” Tanya Kannika yang dijawab dengan anggukan kepala malu oleh Aroon.


“Oohh.. namanya pem.. hhmmpp” tangan kekar Aroon tiba-tiba membekap mulut Kannika ketika dirinya hendak mengatakan benda yang dimaksud.


“Pelankan suaramu!” Titah Aroon dengan mata yang melotot tajam ke arah Nik.


“Mmmpphh.. Hah..Hah..” Nik mengatur nafasnya kembali setelah Aroon melepas tangannya.


“Ya! Tapi bukan itu point pentingnya…”


“Lalu?”


“Kau belikan benda itu untuk Khun Jane dan aku akan menunggumu diluar!” Ujar Aroon dengan wajah yang dibuat setenang mungkin.


Nik yang mendengar permintaan Aroon, hanya bisa membuka mulutnya lebar. Bagaimana bisa lelaki ini meminta datang hanya untuk membeli sebuah pembalut?


Apa lelaki ini pikir, ia tidak ada pekerjaan sehingga harus datang hanya untuk hal ini?


“Kau!! Kau meminta datang hanya untuk membeli benda itu? Kau pikir aku pengangguran?” Pekik Nik kesal


“Anggap ini sebagai rasa terima kasihmu karena waktu itu aku sudah membantumu” balas Aroon tak mau kalah.


Nik tidak percaya, bagaimana bisa ada manusia perhitungan seperti lelaki yang tengah berdiri dihadapannya?


“Jangan protes lagi! Lebih cepat lebih bagus!” Ujar Aroon, membuat Nik melengos pergi dengan wajah kesal.

__ADS_1


“Akhirnya, tugasku sedikit lebih ringan” gumam Aroon dengan senyum mengembang diwajahnya, ia juga melangkah pergi dan memilih untuk menunggu di dalam mobil.


•


•


“Dasar lelaki kurang ajar! Pengkhianat! Jika aku disana, akan ku potong pusakanya dan aku bagikan ke ikan-ikan diluar sana!” Teriak Jane sembari meremas kuat popcorn yang berada di atas mangkuk. Membuat Kim yang duduk disebelahnya harus menelan ludah kasar sembari memegangi Kim Junior yang terasa ngilu.


“Jane.. bagaimana jika kita menonton yang lain saja” seru Kim mencoba memberi ide, namun dibalas dengan tatapan tajam olehnya.


“Memangnya kenapa kalau menonton ini? Aku belum puas jika lelaki itu tidak mendapat karma atas perbuatannya” tolak Jane dengan mata yang kembali fokus ke layar televisi.


Sepertinya ide yang Kim berikan untuk menonton Film, menjadi boomerang tersendiri baginya. Awalnya ia hanya berniat untuk menenangkan sang istri yang tengah merintih karena rasa nyeri pada bagian perutnya. Namun ternyata idenya sangat tidak bagus untuk mood Jane yang tiba-tiba memburuk. Dan ada hal baru yang ia ketahui, wanita akan senantiasa marah-marah jika sedang datang bulan. Ditambah, amarahnya cukup membuat Kim harus menelan ludahnya.


“Kim!! Menurutmu bagaimana ending film ini? Apakah mereka akan tetap bersatu, meskipun lelaki itu sudah berkhianat?” Tanya Jane tiba-tiba, membuat Kim sedikit gelagapan.


“Sepertinya ini pertanyaan yang menjebak” gumam Kim dalam hati.


“Eeee.. seperti akan Happy ending. Wanita itu pasti memaafkan kekasihnya dan mereka kembali bersama” jawab Kim asal.


“Bukankah terdengar tidak masuk akal? Dia sudah berkhianat Kim, bagaimana bisa wanita itu memaafkannya?” Protes Jane


“Ada yang namanya kesempatan kedua Jane. Lelaki itu pasti juga menyesali perbuatannya” imbuh Kim, membuat ekspresi Jane terlihat semakin kesal.


“Apakah aku salah bicara?” Kim bertanya-tanya dalam hati.


“Cckk kau tidak mendukungku sama sekali! Kau mendukung lelaki yang jelas-jelas sudah melakukan kesalahan! Aku kesal padamu” Jane meletakkan semangkuk popcorn yang ia pangku sejak tadi dan melangkah pergi dari ruangan itu dengan hati kesal.


“Sial, aku salah bicara!” Gumam Kim dalam hati.


“Jane.. Jane.. aku tidak bermaksud membelanya. Aku hanya mengutarakan pendapatku saja dan belum tentu endingnya seperti itu” Kim berlari mengejar sang istri yang sudah sampai di ambang pintu kamar mereka.


“Jangan mengikutiku! Aku kesal padamu dan malam ini kau tidur dikamar lain!”


BRAK!!


“Jane!! Jane!! Aku minta maaf!! Lelaki itu memang brengsek Jane!! Dia tidak akan dimaafkan oleh wanitanya!! Jane buka!!” Teriak Kim dengan mengetuk pintu itu beberapa kali.


“DIAM!! AKU MAU TIDUR!!” Balas Jane yang ikut berteriak dari dalam, membuat Kim seketika berhenti.


“Film sialan! Akan aku pastikan, film itu tidak ditayangkan lagi” gerutu Kim kesal.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2