![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
✨Happy Reading✨
•
•
TAP! TAP!
Suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah gadis yang terikat di atas kursi. Jane mengangkat kepalanya, menatap marah ke arah seseorang yang tengah berdiri di hadapannya dengan senyum lebar.
“Hy!! Kita bertemu lagi” sapa seseorang, yang tak lain adalah Natcha.
“Lepaskan aku wanita gila!!” Teriak Jane marah
Senyum yang di tampilkan Natcha, seketika pudar kala mendengar kalimat yang di keluarkan oleh Jane.
PLAKK!!
Tamparan keras mendarat sempurna di pipi mulus Jane, meninggalkan ruam merah di kulit putih mulus itu.
“Beraninya kau mengataiku! Dengar!! Setelah rencana kakakku berhasil, maka aku akan membunuhmu wanita sialan!” Ujar Natcha dengan tatapan tajam.
Jane tersenyum sinis meskipun pipinya terasa perih, ia kembali menatap lawan bicaranya, namun kali ini ia menatapnya dengan remeh.
“Haha.. bermimpilah sampai puas! Karena setelah kau bangun nanti, kau tidak akan bisa bermimpi lagi” ejek Jane, seolah tidak takut dengan tindakan yang akan diambil Natcha nantinya.
“KAU!!” Geram Natcha, tangannya kembali terangkat, hendak melayangkan satu tamparan lagi. Namun sebuah tangan kekar menghentikan niatnya.
“Kak, lepaskan tanganku! Aku harus memberi pelajaran pada wanita ini” teriak Natcha dengan wajah kesal.
“Jangan membuang-buang waktu Nat! Fokus pada tujuan kita untuk menghancurkan Kim” ujar Andra
“Hahahahaha…..”
Andra dan Natcha sontak menoleh secara bersamaan, kala mendengar gelak tawa dari Jane.
“Hahaha.. kalian terlalu percaya diri! Suamiku tidak akan hancur semudah itu! Lebih baik kalian bersiap untuk menghadapi amukannya” Jane masih setia tertawa, tanpa menghiraukan tatapan tajam dari kakak beradik dihadapannya.
“DIAM KAU!!!”
PLAK!!
__ADS_1
“NATCHA”
Natcha kembali melayangkan tamparan keras ke wajah Jane . Membuat ujung bibir Jane berdarah.
“Kak, biarkan aku membunuh wanita ini” Natcha memberontak kala sang kakak memegang tangannya.
“Aku bilang berhenti bermain-main Nat! Ambil kalung dan ponselnya sekarang juga” titah Andra yang tidak terpengaruh sedikit pun dengan kalimat ejekan Jane.
Natcha mengangguk setuju, dengan cepat ia mengambil kalung yang menggantung di leher Jane dan ponsel yang berada di saku wanita itu.
“Kau terlalu banyak tertawa! Sebentar lagi kau akan menangis karena melihat kehancuran suamimu” bisik Natcha di telinga Jane.
“Aku akan nantikan saat-saat itu” jawab Jane santai. Meskipun jauh di dalam hatinya, ia merasa takut.
•
•
Kembali ke mansion Kim, dimana ketiganya tengah fokus ke arah layar Tab milik Albert.
“Lihat, titik merah itu pasti ponsel milik Jane” seru Kim, kala sebuah titik merah berkedip-kedip di sana.
“Hhmm..” gumam Albert, sebagai jawaban atas kalimat yang diucapkan oleh Kim,
Albert nampak berpikir dengan serius “Bukankah kau bilang ada dua alat pelacak yang terpasang?” Tanya Albert yang dijawab dengan anggukan kepala cepat oleh Kim.
Untuk beberapa detik berlalu, suasana nampak hening. Kening Albert semakin berkerut, Jane memiliki 2 alat pelacak sekarang ini, tapi mengapa keberadaan kedua alat itu berbeda. Bukankah seharusnya mereka berada di tempat yang sama.
TINGGG!!
Suara notifikasi masuk ke ponsel Albert, membuat ketiga orang yang ada disana menoleh secara bersamaan. Albert menggerakkan jarinya, mengusap layar ponselnya dengan perlahan dan membuka file yang dikirimkan oleh Dannis.
Ya beberapa jam yang lalu, Albert meminta bantuan kepada Dannis untuk memeriksa rekaman CCTV kecil yang terpasang di salah satu mobil yang ada di mansion Kim. Awalnya Kim dan Albert mengira jika mobil itu milik salah satu dari mereka, namun Aroon menyangkal dan mengatakan jika Mobil itu milik Nik.
“Kim, kau mengenal orang ini?” Albert menunjukkan sebuah rekaman yang terdapat seseorang di dalam sana.
“Ya aku mengenalnya” jawab Kim dengan antusias.
“Kau memiliki nomer telepunnya?”
“Tentu saja ada, kami cukup dekat dulu”
__ADS_1
“Bagus! Kim, siapkan anak buahmu yang tersisa dan kita atur rencana! Malam ini kita bereskan semuanya dan bawa istrimu pulang!” seru Albert dengan penuh semangat.
“Aroon, kumpulkan anak buahmu dan panggil mereka kesini!” Titahnya kepada sang sekretaris.
“Baik Khun Kim”
•
•
Natcha menatap bingung ke arah ponselnya, nama Kim tertera di sana dan berusaha menghubunginya berulang kali. Namun di detik kemudian, ia tersenyum sinis.
“Hy Kim..” sapa Natcha
^^^“Katakan dimana istriku Nat?” ^^^
“Istrimu? Kenapa kau bertanya padaku?”
^^^“Jangan bermain-main denganku Nat!”^^^
“Hallo!! Halo!! Aku tidak mendengar apapun”
Tut!!tut!!
Natcha menutup sambungan telepunnya. Ia merasa senang mempermainkan Kim seperti ini.
“HAHAHAHA.. kau pasti sedang kebingungan saat ini Kim” Natcha tertawa keras setelah mendengar nada bicara Kim yang begitu marah.
Namun tanpa wanita itu ketahui, seseorang tengah tersenyum senang karena rencananya berjalan dengan mulus.
“Bagaimana Albert? Kau menemukan lokasinya?” Tanya Kim sembari memasukkan kembali ponselnya.
“Tentu saja! Ini terlalu mudah Kim, musuhmu terlalu ceroboh karena melibatkan orang-orang bodoh” ujar Albert yang masih berkutat dengan TABnya.
“Kau sudah siap menjemput istrimu Kim?” Albert tersenyum ke arah Kim
“Aku sudah tidak sabar untuk itu” jawab Kim
“Kalau begitu ayo!!”
Kim melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh, menuju lokasi yang sudah ditemukan dengan mudah oleh Albert.
__ADS_1
Bersambung…
*Kangen gak sih**🙄*