Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 62


__ADS_3

...✨Happy Reading✨...


Tinggal beberapa episode lagi nih guys..




Pukul 6.00 pagi


Ada yang berbeda dengan penampilan Aroon pagi ini. Tubuh yang biasanya dibalut kemeja serta jas formal, kini terlihat berbeda dengan setelan casualnya. Yang lebih membuat heran lagi, ia sudah datang dan bertamu ke rumah orang di pagi buta seperti ini. Membuat si pemilik rumah merasa sedikit heran dengan permintaannya itu.


“Apakah ada sesuatu penting yang ingin kau sampaikan Ar? Sampai-sampai kau datang sepagi ini?” Tanya Kim dengan mata yang terlihat masih sangat mengantuk.


“Maafkan atas kelancangan saya Khun Kim, karena telah berani menganggu waktu tidur anda.” Aroon menundukkan kepalanya


“Tidak apa. Aku hanya merasa aneh karena kau datang sepagi ini”


“Saya kemari ingin meminta cuti selama 5 hari kedepan Khun Kim. Apakah anda mengijinkan?” Tanya Aroon tO the point


Kim awalnya sedikit terkejut karena sang sekretarisnya yang gila kerja itu tiba-tiba meminta cuti.


“Cuti? Tentu saja boleh. Terlebih kau sudah bekerja keras selama ini.” Tentu saja Kim tidak akan mencegahnya, meskipun selama 5 hari kedepan ia akan merasa kesusahan karena melakukan semua pekerjaan seorang diri.


“Terima kasih Khun Kim. Anda tidak perlu khawatir dengan pekerjaan 5 hari kedepan. Saya sudah menyiapkan beberapa berkas yang harus anda kerjakan, jadwal anda juga sudah saya tata kembali agar tidak terlalu padat. Dan jika Khun Kim merasa kesulitan, hubungi saya segera.” Jelasnya panjang lebar, membuat Kim tersenyum miring.


“Kau tidak perlu mengkhawatirkanku Ar. Nikmati saja liburanmu, aku bisa menghandlenya” balas Kim yang dijawab dengan anggukan kepala singkat.


“Mmm.. saya juga ingin berterima kasih untuk yang kemarin Khun Kim” Seru Aroon lagi, membuat Kim menatap bingung ke arahnya.


“Kemarin?”


“Benar Khun Kim. Jika bukan karena anda, mungkin saya akan menghadapi sebuah penyesalan sekarang” imbuhnya lagi, yang tentu saja sudah bisa dimengerti oleh tuannya itu.


“Hahaha.. seharusnya kau tidak berterima kasih padaku Ar. Kau harusnya marah karena aku telah menipumu. Aku minta maaf Ar, aku benar-benar terpaksa melakukan itu karena permintaan Jane.” Kim tertawa sekarang, jika mengingat tentang kejadian kemarin. Ditambah, Jane bercerita jika Nik menelpun dan memarahinya karena menipu Aroon.


Ya, Aroon menceritakan penyebab dirinya mengamuk di bandara saat itu. Tentu saja wanita itu tertawa mendengar ceritanya, terlebih dirinya yang tiba-tiba saja bodoh dan berhasil di tipu oleh istri tuannya. Namun Aroon tidak marah, ia malah merasa senang. Karena jika bukan karena tipuan itu, Aroon mungkin tidak akan bisa seperti sekarang.


“Tidak.. tidak Khun Kim. Anda tidak perlu meminta maaf, anda tidak salah disini. Tolong sampaikan ungkapan terima kasih saya untuk Khun Jane, jika bukan karenanya, mungkin saya tidak akan bersama Nik sekarang”


Kim mengangguk mengerti “Baiklah. Apa ada hal lain lagi yang ingin kau sampaikan?”


“Tidak ada Khun Kim. Sekali lagi saya minta maaf karena telah menganggu waktu anda. Saya permisi Khun” Aroon berdiri dan tidak lupa menundukkan kepalanya sebelum benar-benar pergi dari mansion besar itu.


__ADS_1



Setelah berhasil mengambil cuti, Aroon memilih untuk bergegas kembali ke apartementnya. Tidak lupa, ia membeli sesuatu untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.


Wajahnya sangat berseri pagi ini, sangat berbeda dari biasanya. Tangan kekarnya membuka pintu dengan tidak sabar dan masuk dengan langkah yang terburu-buru.


Ia meletakkan dua paperbag itu ke atas meja makan, lalu segera masuk ke dalam kamar untuk menemui seseorang.


“Nik..” panggilnya dengan lembut kala ia tak mendapati siapapun di atas ranjangnya.


Aroon tidak mau berpikir negatif, ia mencoba mencari dan tujuan pertamanya adalah kamar mandi yang terletak di ujung ruangan.


Tok!! Tok!!


“Nik.. apakah kau didalam?” Panggilnya lagi sembari menempelkan telinganya ke daun pintu.


“Hhuueekkk!!” Hanya suara itu yang terdengar, namun Aroon cukup merasa lega karena wanitanya ternyata tidak pergi.


“Kau baik-baik saja Nik?” Perasaan lega itu hanya manpir sebentar saja, karena kini ia kembali merasa khawatir.


“Nik, bolehkah aku masuk?”


Tidak ada jawaban dari dalam sana, dan terpaksa Aroon masuk tanpa persetujuan dari Nik.


“Nik! Are you oke?” Pekik Aroon kala mendapati Nik yang tengah lemas di depan wastafel.


Pria itu dengan sigap berjongkok dan membantu wanitanya untuk berdiri. Tidak hanya itu, Nik sudah berada di dalam gendongannya saat ini dan dibawa menuju ranjang King sizenya. Diletakkannya tubuh lemah itu ke atas kasur dan Aroon kini berjongkok di sampingnya.


“Bagaimana jika kita pergi ke dokter saja Nik?” Tanya Aroon dengan nada penuh kekhawatiran, berhasil mengundang senyum tipis di bibir Nik.


Nik menggeleng pelan “Wanita hamil memang mengalami ini setiap paginya. Nanti siang pasti akan lebih baik”


Hening, itulah yang terjadi untuk beberapa saat. Setelah mengatakan itu, wajah khawatir Aroon kini berubah sendu.


Sejak kapan pria di depannya ini jadi mudah tersentuh, pikir Nik.


“Benarkah hanya di setiap pagi hari saja?” Aroon bertanya dengan rasa penasaran.


“Hhmm.. paling sering di pagi hari. Namun jika terjadi di siang atau malam, biasanya karena faktor makanan atau bau yang menyengat” jelas Nik dengan sabar. (Kenapa Nik gak jadi jual mahal😭)


Aroon mengangguk lagi, pertanda jika ia mengerti dengan penjelasan Nik.


“Bau menyengat? Tunggu..” kini Aroon seperti memikirkan sesuatu dan tiba-tiba saja berdiri. Membuka lemari, mengambil setelan baru dan masuk ke dalam kamar mandi.


Nik dibuat bingung sekarang. Ada apa dengan pria itu?

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit, Aroon akhirnya keluar dari kamar mandi dan sekarang dengan setelan yang berbeda. Bahkan pria itu tak henti mencium baju yang baru saja ia kenakan.


“Kau mual?” Pertanyaan itu lolos dari bibir Aroon, yang tentunya dijawab dengan gelengan kepala oleh Nik.


“Aku lupa mengganti parfumku yang lama. Dan aku menggunakan itu tadi pagi. Kau mual pasti karena itu bukan” tebak Aroon asal


“Tidak juga. Aku sudah bilang, jika hal ini memang terjadi setiap paginya.” Jawab Nik


“Benarkah? Seingatku, kau pernah mual saat dirumah sakit dan kau bilang bau badanku sangat aneh” jelas Aroon


“Apakah sekarang masih aneh?” Imbuhnya lagi


“Tidak. Aku tidak mencium bau apapun” jawab Nik


Aroon bisa bernafas lega, jika dipikir-pikir memang sepertinya sudah tidak berbau aneh. Buktinya Nik tidak mual kemarin saat ia peluk di bandara.


“Baguslah. Hey boy.. jangan menyusahkan mommy mu Ok. Daddy tidak suka” seru Aroon tiba-tiba dengan salah satu tangan menyentuh perut Nik tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Membuat wanita itu sedikit terkejut. Namun entah mengapa ia juga merasa senang dan nyaman.


“Ar..” panggil Nik


“Ada apa? Kau ingin sesuatu?” Aroon mendongak dengan ekspresi wajah yang hangat.


“......” nik masih terdiam.


“Ah aku lupa. Aku membeli sesuatu tadi sebelum pulang. Tunggu disini, aku akan mengambilkannya untukmu” Aroon hendak beranjak namun Nik tiba-tiba mencegahnya,


“Tunggu Ar..”


Aroon menoleh dan kembali mendekati wanitanya.


“Ada apa?” Tanya Aroon lembut


“Aku ingin ikut..” cicitnya, membuat Aroon tersenyum lebar,


“Tentu saja. Mau aku gendong?” Kalimat itu keluar dengan mudahnya dari bibir Aroon, namun cukup membuat hati Nik di taburi berbagai macam bunga.


Nik mengangguk malu, oh Ayolah kenapa tubuhnya ini tidak mau bekerja sama. Padahal rencana awal Nik bukan seperti ini, ia seharusnya bersikap dingin pada pria ini untuk beberapa hari kedepan.


Ternyata hatinya tidak sekuat itu untuk menolak sikap lembut dari pria dingin Nan tampan ini. Bagaimana bisa ia menolak senyum hangat yang tidak pernah Aroon tunjukan sebelumnya.


Bersambung.....


Ayo ngaku ada yang kayak Nik gak?


Gampang meleyot, liat lakinya senyum terus bersikap lembut gitu..

__ADS_1


*Kalau Mimin sih iya**🤣*


__ADS_2