![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...*Holla guys**đĽł*...
...Gimana-gimana? Masih pada betah gak?...
...Ceritanya ngebosenin gak sih? Atau ada yang kurang?...
...*Kasi tahu lewat komen ya bestie**đ*...
â¨Happy Readingâ¨
â˘
â˘
Suara bising burung-burung yang berkicau bebas di luar sana, cukup mengganggu tidur nyenyak seorang Kim. Tak hanya suara burung, sinar mentari yang masuk melalui celah jendela, tak kalah menyilaukan matanya yang masih tertutup rapat. Seolah memaksanya untuk segera bangkit dan memulai harinya yang tak pernah santai.
âEenngghh..â Kim merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, namun ia merasa ada sesuatu yang aneh pagi ini. Tangannya terasa ringan dan tidak kesemutan seperti biasanya.
âJane!â Kim menyadari keanehan itu. Kemana wanita yang biasanya tidur disebelahnya dan menggunakan tangan itu sebagai bantalan.
Sunyi, tidak ada yang menyahut. Kemana perginya wanita itu?
Kim memutuskan untuk bangun dan mencari keberadaan sang istri. Karena tidak biasanya Jane bangun tanpa memberinya morning kiss. Ia menyibakkan selimut tebal berwarna putih yang menggulung tubuhnya, namun ada sesuatu yang berhasil menyita perhatiannya.
âDarah?â Gumam Kim dengan dahi mengkerut.
Tunggu, itu darah! Dan nodanya berada tepat dimana posisi Jane tidur.
âSial!!â Umpat Kim kala perasaan khawatir kembali menghampirinya. Bayang-bayang kejadian beberapa hari yang lalu terlihat jelas di depan matanya. Kim bangkit dengan cepat, meninggalkan ranjang King size dengan noda darah disana.
âKu mohon Jane, jangan lakukan itu lagiâ gumamnya dengan jantung yang berdetak kencang serta wajah panik.
Mata elang Kim mengedar ke seleuruh ruangan, hingga pandangan terhenti pada pintu berwarna putih yang berada di ujung ruangan. Kamar mandi, itu adalah tujuan pertama Kim dan ia berharap Jane berada disana dalam keadaan baik-baik saja.
Tok!!tok!!
âJane.. Jane .. kau didalam? Jika iya, tolong katakan sesuatu!â Tanya Kim sembari mengetuk pintu itu beberapa kali dengan ritme cepat.
âIya.. aku disiniâ teriak Jane dari dalam sana, membuat wajah tegang itu perlahan mencair.
Huft, Kim bernafas lega setelah mendengar suara wanitanya, meskipun belum begitu tenang.
âAre you oke?â Tanya Kim lagi, mencoba memastikan jika apa yang ia khawatirkan tidak benar adanya.
âNo!! Aku butuh bantuanmu!!â Jawab Jane, membuat Kim lagi dan lagi memasang wajah tegang.
âKatakan padaku! Ada apa? Dan apa yang harus aku lakukan? Aku mohon jangan melukai dirimu lagi Jane! Kau tahu aku tidak akan sa..â
âKIM!! Aku tidak melakukan apapun! Jadi berhenti berpikir negatif!!â Potong Jane dengan cepat kala mendengar kalimat panjang lebar yang penuh dengan rasa khawatir dari sang suami.
__ADS_1
Kim menarik nafasnya sejenak, benar kata Jane, ia tidak boleh larut dengan rasa khawatir ini âLalu sedang apa kau didalam? Kau membutuhkan bantuan seperti apa?â
âAku kedatangan tamu bulanan pagi ini. Jadi tolong ambilkan sesuatu didalam lemari bajuku. Aku meletakkannya di laci paling bawah. Ah satu lagi, tolong ambilkan celana pendek jugaâ pinta Jane.
Kim mengernyitkan dahinya âTamu bulanan? Siapa tamu Jane yang datang setiap bulan, sampai-sampai dia bangun sepagi ini dan berada didalam sana? Dan juga, Jane meminta celana pendek? Jadi siapa tamu itu? Apakah dia wanita? Atau pria?â Kim tenggelam dengan pikirannya sendiri.
âKIM!! Apakah kau masih disana?â Teriak jane lagi karena sang suami tak Kunjung mengiyakan permintaannya.
âIya masih!!â Jawab Kim dengan cepat ketika dirinya tersadar dari lamunan.
âKenapa belum pergi mengambilkan benda yang aku minta?â
âJane!! Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu sebelum mengambilkan benda yang kau minta?â Tanya Kim yang tak mau merasa penasaran
âCckk iya cepat katakan!â Jane terdengar kesal di dalam sana.
âSiapa orang itu? Wanita atau laki-laki?â Pertanyaan konyol itu keluar dari bibir seorang Kim Nan.
âHah?â Terdengar jelas jika Jane tidak mengerti dengan pertanyaan sang suami.
âSiapa tamu bulanan yang kau maksud itu? Apakah seorang wanita atau laki-laki?â tanya Kim sekali lagi.
Untuk beberapa detik berjalan, Jane terdiam namun sepertinya wanita itu tengah menelaah secara perlahan pertanyaan sang suami.
âOOII KIMM!!! Bukankah sudah aku bilang untuk berhenti berpikiran negatif!! Tamu bulanan yang aku maksud bukanlah orang!! Tapi siklus datang bulan yang hanya dialami oleh wanita!!â Teriak Jane dengan hati kesal. Tidak bisakah suaminya itu menyingkirkan rasa cemburunya untuk sekarang ini? Tidak tahukah lelaki itu jika dirinya tengah berjuang menahan nyeri pada perut bagian bawahnya.
âBukan manusia? Lalu apa?â Kim kembali bertanya, tanpa ia sadari jika kini tengah memancing amarah singa betina yang tengah datang bulan.
âAkh iya-iya. Aku akan mengambilkannya untukmuâ jawab Kim dengan cepat kala mendengar nada bicara Jane yang menahan kesal.
Lelaki itu segera berlari menuju walk in closet, membuka lemari baju milik Jane dan mencari benda yang diinginkan sang istri di laci bagian bawah.
âBenda apa ini?â Gumam Kim kala dirinya menemukan satu benda kotak berwarna putih.
Kim menggidikkan bahunya, ia tidak terlalu perduli dengan benda itu. Lebih baik ia bergegas sebelum Jane berteriak lagi, karena sepertinya wanita itu sedang badmood.
âJane ini barang kau mintaâ teriaknya
Jane tidak menjawab, namun terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah pintu.
CEKLEK!!
Pintu kamar mandi terbuka namun tidak lebar, menampakkan kepala Jane yang keluar dari celah pintu.
âBawa kemari!â Pinta Jane dengan mengulurkan tangannya.
Kim mengangguk dan melangkah maju untuk memberikan benda yang diinginkan oleh sang istri.
âJane.. kau baik-baik saja bukan? Aku sangat khawatir karena melihat bercak darah di ranjang kitaâ Kim menahan benda itu selama beberapa detik untuk memastikan keadaan sang istri.
__ADS_1
âAku baik-baik saja! Percayalah padaku! Aku berjanji akan menjelaskan semuanya setelah ini, tapi tolong berikan benda itu padakuâ ujar Jane dengan ekspresi setengah mungkin agar lelaki itu bisa diajak bekerja sama.
Kim mengangguk dan memberikan benda itu dengan cepat, lalu setelahnya Jane masuk kedalam dan menutup pintu itu lagi.
10 menit kemudian
CEKLEK!!
Akhirnya, setelah begitu lama menunggu, pintu itu terbuka dan menampakkan sosok wanita yang membuatnya tak bisa duduk dengan tenang sejak 10 menit yang lalu.
âJane!!â Kim menghampiri sang istri dengan cepat, lalu membantunya berjalan menuju ranjang karena wanita itu terlihat pucat.
âKau yakin baik-baik saja? Kau terlihat pucatâ cerca Kim bak seorang ibu yang khawatir dengan keadaan anaknya.
âTidak perlu khawatir. Ini kondisi yang wajah saat wanita mengalami datang bulan atau bahasa lainnya menstruasi.â jawab Jane dengan menunjukkan senyum manisnya, agar sang bisa sedikit lebih tenang.
âMenstruasi? Aku seperti pernah mendengarnyaâ gumam Kim yang dapat didengar jelas oleh Jane.
âKau mungkin mendengarnya saat pelajaran biologi dan hal seperti ini sangat wajar karena aku harus kehilangan darah untuk 4 hari kedepanâ jelas Jane
âKehilangan darah 4 hari?! Hey!! Bagaimana jika darahmu habis!! Tidak!! Tidak!! Kita harus kedokter Jane!!â Kim kembali ke mode panik.
âHhuufftt!! Tidak perlu, cukup dengan berbaring seperti ini maka aku akan tetap aman.â Jane merebahkan tubuhnya yang terasa lemas dengan perut bawah yang semakin terasa nyeri.
âMau aku temani?â Kim mengelus lembut pucuk kepala sang istri, terlihat jelas raut wajah khawatir darinya.
âAku baik-baik saja sungguh. Kau bisa meninggalkanku di mansion dan pergilah bekerjaâ ujar Jane
âTidak! Aku akan tetap menemanimu. Aku rasa bisa mengambil cuti untuk 4 hari kedepan. Aku tidak mau meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini, tolong jangan mencegahku janeâ tolak Kim
Jane hanya bisa tersenyum menanggapi perhatian sang suami yang selalu membuatnya merasa bahagia.
âTerima kasih My husbandâ
Cup!!
Oke, Kim mendapatkan hadiahnya kali ini dan itu membuatnya tersenyum senang.
âJane!! Bagaimana jika kita pindah ke ruangan lain terlebih dahulu? Aku akan meminta maid untuk mengganti seprai dan ranjang ini terlebih dahuluâ ujar Kim
âMaaf karena mengotorinyaâ balas Jane dengan eskrepsi bersalah.
âTidak apa! Ini bukan salahmuâ Kim tersenyum ke arah jane.
âMau aku gendong?â tanya Kim yang dijawab dengan anggukan kepala pelan oleh jane.
BersambungâŚ
Jane lagi datang bulan nih..
__ADS_1
Kira2 serempong apa Kim besok? Dan tentunya si sekretaris Aroon juga bakal lebih sibuk.