Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 35


__ADS_3

...*Holla guys**🥳*...


...Gimana-gimana? Masih pada betah gak?...


...Ceritanya ngebosenin gak sih? Atau ada yang kurang?...


...*Kasi tahu lewat komen ya bestie**😉*...


✨Happy Reading✨


•


•


Suara bising burung-burung yang berkicau bebas di luar sana, cukup mengganggu tidur nyenyak seorang Kim. Tak hanya suara burung, sinar mentari yang masuk melalui celah jendela, tak kalah menyilaukan matanya yang masih tertutup rapat. Seolah memaksanya untuk segera bangkit dan memulai harinya yang tak pernah santai.


“Eenngghh..” Kim merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, namun ia merasa ada sesuatu yang aneh pagi ini. Tangannya terasa ringan dan tidak kesemutan seperti biasanya.


“Jane!” Kim menyadari keanehan itu. Kemana wanita yang biasanya tidur disebelahnya dan menggunakan tangan itu sebagai bantalan.


Sunyi, tidak ada yang menyahut. Kemana perginya wanita itu?


Kim memutuskan untuk bangun dan mencari keberadaan sang istri. Karena tidak biasanya Jane bangun tanpa memberinya morning kiss. Ia menyibakkan selimut tebal berwarna putih yang menggulung tubuhnya, namun ada sesuatu yang berhasil menyita perhatiannya.


“Darah?” Gumam Kim dengan dahi mengkerut.


Tunggu, itu darah! Dan nodanya berada tepat dimana posisi Jane tidur.


“Sial!!” Umpat Kim kala perasaan khawatir kembali menghampirinya. Bayang-bayang kejadian beberapa hari yang lalu terlihat jelas di depan matanya. Kim bangkit dengan cepat, meninggalkan ranjang King size dengan noda darah disana.


“Ku mohon Jane, jangan lakukan itu lagi” gumamnya dengan jantung yang berdetak kencang serta wajah panik.


Mata elang Kim mengedar ke seleuruh ruangan, hingga pandangan terhenti pada pintu berwarna putih yang berada di ujung ruangan. Kamar mandi, itu adalah tujuan pertama Kim dan ia berharap Jane berada disana dalam keadaan baik-baik saja.


Tok!!tok!!


“Jane.. Jane .. kau didalam? Jika iya, tolong katakan sesuatu!” Tanya Kim sembari mengetuk pintu itu beberapa kali dengan ritme cepat.


“Iya.. aku disini” teriak Jane dari dalam sana, membuat wajah tegang itu perlahan mencair.


Huft, Kim bernafas lega setelah mendengar suara wanitanya, meskipun belum begitu tenang.


“Are you oke?” Tanya Kim lagi, mencoba memastikan jika apa yang ia khawatirkan tidak benar adanya.


“No!! Aku butuh bantuanmu!!” Jawab Jane, membuat Kim lagi dan lagi memasang wajah tegang.


“Katakan padaku! Ada apa? Dan apa yang harus aku lakukan? Aku mohon jangan melukai dirimu lagi Jane! Kau tahu aku tidak akan sa..”


“KIM!! Aku tidak melakukan apapun! Jadi berhenti berpikir negatif!!” Potong Jane dengan cepat kala mendengar kalimat panjang lebar yang penuh dengan rasa khawatir dari sang suami.

__ADS_1


Kim menarik nafasnya sejenak, benar kata Jane, ia tidak boleh larut dengan rasa khawatir ini “Lalu sedang apa kau didalam? Kau membutuhkan bantuan seperti apa?”


“Aku kedatangan tamu bulanan pagi ini. Jadi tolong ambilkan sesuatu didalam lemari bajuku. Aku meletakkannya di laci paling bawah. Ah satu lagi, tolong ambilkan celana pendek juga” pinta Jane.


Kim mengernyitkan dahinya “Tamu bulanan? Siapa tamu Jane yang datang setiap bulan, sampai-sampai dia bangun sepagi ini dan berada didalam sana? Dan juga, Jane meminta celana pendek? Jadi siapa tamu itu? Apakah dia wanita? Atau pria?” Kim tenggelam dengan pikirannya sendiri.


“KIM!! Apakah kau masih disana?” Teriak jane lagi karena sang suami tak Kunjung mengiyakan permintaannya.


“Iya masih!!” Jawab Kim dengan cepat ketika dirinya tersadar dari lamunan.


“Kenapa belum pergi mengambilkan benda yang aku minta?”


“Jane!! Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu sebelum mengambilkan benda yang kau minta?” Tanya Kim yang tak mau merasa penasaran


“Cckk iya cepat katakan!” Jane terdengar kesal di dalam sana.


“Siapa orang itu? Wanita atau laki-laki?” Pertanyaan konyol itu keluar dari bibir seorang Kim Nan.


“Hah?” Terdengar jelas jika Jane tidak mengerti dengan pertanyaan sang suami.


“Siapa tamu bulanan yang kau maksud itu? Apakah seorang wanita atau laki-laki?” tanya Kim sekali lagi.


Untuk beberapa detik berjalan, Jane terdiam namun sepertinya wanita itu tengah menelaah secara perlahan pertanyaan sang suami.


“OOII KIMM!!! Bukankah sudah aku bilang untuk berhenti berpikiran negatif!! Tamu bulanan yang aku maksud bukanlah orang!! Tapi siklus datang bulan yang hanya dialami oleh wanita!!” Teriak Jane dengan hati kesal. Tidak bisakah suaminya itu menyingkirkan rasa cemburunya untuk sekarang ini? Tidak tahukah lelaki itu jika dirinya tengah berjuang menahan nyeri pada perut bagian bawahnya.


“Bukan manusia? Lalu apa?” Kim kembali bertanya, tanpa ia sadari jika kini tengah memancing amarah singa betina yang tengah datang bulan.


“Akh iya-iya. Aku akan mengambilkannya untukmu” jawab Kim dengan cepat kala mendengar nada bicara Jane yang menahan kesal.


Lelaki itu segera berlari menuju walk in closet, membuka lemari baju milik Jane dan mencari benda yang diinginkan sang istri di laci bagian bawah.


“Benda apa ini?” Gumam Kim kala dirinya menemukan satu benda kotak berwarna putih.


Kim menggidikkan bahunya, ia tidak terlalu perduli dengan benda itu. Lebih baik ia bergegas sebelum Jane berteriak lagi, karena sepertinya wanita itu sedang badmood.


“Jane ini barang kau minta” teriaknya


Jane tidak menjawab, namun terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah pintu.


CEKLEK!!


Pintu kamar mandi terbuka namun tidak lebar, menampakkan kepala Jane yang keluar dari celah pintu.


“Bawa kemari!” Pinta Jane dengan mengulurkan tangannya.


Kim mengangguk dan melangkah maju untuk memberikan benda yang diinginkan oleh sang istri.


“Jane.. kau baik-baik saja bukan? Aku sangat khawatir karena melihat bercak darah di ranjang kita” Kim menahan benda itu selama beberapa detik untuk memastikan keadaan sang istri.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja! Percayalah padaku! Aku berjanji akan menjelaskan semuanya setelah ini, tapi tolong berikan benda itu padaku” ujar Jane dengan ekspresi setengah mungkin agar lelaki itu bisa diajak bekerja sama.


Kim mengangguk dan memberikan benda itu dengan cepat, lalu setelahnya Jane masuk kedalam dan menutup pintu itu lagi.


10 menit kemudian


CEKLEK!!


Akhirnya, setelah begitu lama menunggu, pintu itu terbuka dan menampakkan sosok wanita yang membuatnya tak bisa duduk dengan tenang sejak 10 menit yang lalu.


“Jane!!” Kim menghampiri sang istri dengan cepat, lalu membantunya berjalan menuju ranjang karena wanita itu terlihat pucat.


“Kau yakin baik-baik saja? Kau terlihat pucat” cerca Kim bak seorang ibu yang khawatir dengan keadaan anaknya.


“Tidak perlu khawatir. Ini kondisi yang wajah saat wanita mengalami datang bulan atau bahasa lainnya menstruasi.” jawab Jane dengan menunjukkan senyum manisnya, agar sang bisa sedikit lebih tenang.


“Menstruasi? Aku seperti pernah mendengarnya” gumam Kim yang dapat didengar jelas oleh Jane.


“Kau mungkin mendengarnya saat pelajaran biologi dan hal seperti ini sangat wajar karena aku harus kehilangan darah untuk 4 hari kedepan” jelas Jane


“Kehilangan darah 4 hari?! Hey!! Bagaimana jika darahmu habis!! Tidak!! Tidak!! Kita harus kedokter Jane!!” Kim kembali ke mode panik.


“Hhuufftt!! Tidak perlu, cukup dengan berbaring seperti ini maka aku akan tetap aman.” Jane merebahkan tubuhnya yang terasa lemas dengan perut bawah yang semakin terasa nyeri.


“Mau aku temani?” Kim mengelus lembut pucuk kepala sang istri, terlihat jelas raut wajah khawatir darinya.


“Aku baik-baik saja sungguh. Kau bisa meninggalkanku di mansion dan pergilah bekerja” ujar Jane


“Tidak! Aku akan tetap menemanimu. Aku rasa bisa mengambil cuti untuk 4 hari kedepan. Aku tidak mau meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini, tolong jangan mencegahku jane” tolak Kim


Jane hanya bisa tersenyum menanggapi perhatian sang suami yang selalu membuatnya merasa bahagia.


“Terima kasih My husband”


Cup!!


Oke, Kim mendapatkan hadiahnya kali ini dan itu membuatnya tersenyum senang.


“Jane!! Bagaimana jika kita pindah ke ruangan lain terlebih dahulu? Aku akan meminta maid untuk mengganti seprai dan ranjang ini terlebih dahulu” ujar Kim


“Maaf karena mengotorinya” balas Jane dengan eskrepsi bersalah.


“Tidak apa! Ini bukan salahmu” Kim tersenyum ke arah jane.


“Mau aku gendong?” tanya Kim yang dijawab dengan anggukan kepala pelan oleh jane.


Bersambung…


Jane lagi datang bulan nih..

__ADS_1


Kira2 serempong apa Kim besok? Dan tentunya si sekretaris Aroon juga bakal lebih sibuk.


__ADS_2