Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 40


__ADS_3

...*Holla guys**🤟🏻*...


❌WARNING🔞❌


⚠️Mengandung adegan dewasa, bagi yang jomblo, lagi Ldr atau ditinggal shift malam oleh pasangannya. Mohon untuk di skip! Author tidak akan bertanggung jawab jika kalian uring-uringan nantinya⚠️


✨Happy Reading✨




“Ssshh.. Kim” desis Jane kala Kim melepas ciuman mereka untuk waktu yang singkat.


Kim tidak memberi waktu untuk sang istri beristirahat terlalu lama, ia kembali mendaratkan bibirnya di atas bibir sang istri dan menciumnya dengan panas. Kim menggigit bibir bagian bawah Jane, agar ia dapat memasukkan lidahnya kedalam sana dengan mudah.


Berhasil, lidah mereka kini saling manaut satu sama lain, dengan nafas yang terdengar semakin berat. Detik demi detik berlalu, ciuman mereka semakin liar dan panas. Kim melepaskan ciuman mereka, tapi bukan berarti ia akan melepaskan sang istri begitu saja. Bibirnya kini bergerak semakin kebawah, menjelajahi leher jenjang putih mulus itu dan meninggalkan begitu banyak tanda kepemilikan disana.


“Aakkhh Ki..M..” suara Jane terdengar semakin berat, bukan hanya bagian lehernya saja yang tengah dikuasai oleh sang suami. Kini tangan Kim mulai turun kebawah dan mendarat tepat di salah satu gunungnya.


Jane meremas kuat rambut kim dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya mengelus punggung sang suami.


Lelaki itu mulai bermain di atas gunung Jane yang ukurannya sangat pas untuk tangan seorang Kim. Ibu jari dan telunjuknya ia satukan lalu digunakan untuk bermain dengan nippel berwarna merah muda milik sang istri, membuat empunya mengerang hebat. puas bermain dengan benda itu, ia beralih meremasnya dengan kuat, membuat Jane lagi dan lagi mengerang kuat.


“Kim, Aakkhh sshhh” Kim menikmati gunung Jane, menyesap serta memenuhi mulutnya. Tidak lupa ia melirik sejenak wajah sang istri yang terlihat begitu menggemaskan saat ini.


Tangan lelaki itu tak tinggal diam, ia mulai meraba turun dan mengusap perut Jane. Cukup lama ia bermain disana, hingga beberapa detik kemudian, tangannya sudah merosot kebawah sana.


“Kim” Jane semakin gelisah dibuatnya, karena tangan kekar itu hanya mengelus-elus pahanya.


“Apa baby?” Jawab Kim menyeringai jahat, lalu memilih untuk menyudahi kegiatannya diatas sana dan berpindah kebawah menuju perut rata sang istri. Membuat Jane semakin bergerak gelisah dengan jantung yang berdetak kencang.


Tangan yang asik bermain dipaha mulus itu, juga beralih menuju tempat paling sensitif milik Jane. Remasan di kepalanya terasa semakin kuat, membuat Kim kembali menyeringai.


Nafas Jane memburu dan kepalanya terasa pusing, ia sudah benar-benar tidak tahan karena lidah dan jari Kim masih bermain disana.


“Kim, stop” pinta Jane dengan nafas memburu karena ternyata ia sudah mencapai puncaknya.

__ADS_1


Kim tersenyum dan menghentikan aksinya, lalu kembali mendekati Jane dan mencium wajahnya.


“Aku bahkan belum memulainya tapi kau sudah memintaku untuk berhenti” bisiknya di telinga Jane.


“Kalau begitu, kita mulai sekarang” pinta Jane dengan nafas yang masih memburu.


Kim terkekeh dan mencium bibir Jane. Selanjutnya, ia membuka kedua paha mulus sang istri dan menempatkan pusakanya tepat didepan sana.


“Persiapkan dirimu sampai pagi nanti baby” bisik Kim. Lalu tanpa membuang waktu lama, ia memasukkan pusakanya itu, membuat Jane memekik.


“Aahhh.. kau memang luar biasa baby” puji Kim, disela-sela kegiatannya. Dengan perlahan Kim menggerakkan pinggulnya, tapi semakin lama gerakannya semakin cepat. Membuat nafas keduanya terdengar memburu dan erangan Jane semakin terdengar jelas.


Jane memeluk erat leher Kim dengan kedua mata tertutup, menahan sensasi luar biasa dari kegiatan panas mereka malam ini. Ditambah, Kim selalu membisikkan pujian serta kata-kata penuh cinta, membuat dirinya semakin tak terkendali.


Cukup lama mereka di posisi itu, hingga akhirnya Kim memutuskan untuk berganti gaya. Kim mengangkat tubuh mungil itu dan membalikkannya dengan begitu mudah, lalu kembali memasukkan pusakanya dari arah belakang


“Aakkhh Kim..” pekik Jane, kala pusaka Kim masuk lebih dalam lagi.


“Apakah itu sakit?” Kim menghentikan gerakannya sebentar.


“Tidak sama sekali” jawab Jane dengan suara berat.


“Eengghhh.. Kim.. faster” pinta Jane kala dirinya merasa hendak mencapai puncak. Membuat Kim lagi-lagi tersenyum senang.


“As wish you baby” ujar Kim yang langsung mempercepat gerakannya.


Erangan mereka berdua semakin terdengar seiring dengan gerakan Kim yang semakin cepat. Kim sudah hampir sampai, hingga di detik terakhir ia menghentakkan tubuhnya dengan keras dan tidak lama kemudian mereka mencapai puncak secara bersamaan.


Kim memejamkan matanya kuat, begitu juga dengan Jane yang meremas ujung sprei kuat. Nafas mereka memburu, lalu tubuh Kim ambruk tepat disisi sang istri.


“Mau lagi?” Bisik Kim sembari terkekeh pelan.


“Beri aku waktu untuk sekedar meluruskan kaki” balas Jane lemah, membuat Kim lagi-lagi tertawa pelan.


“Terima kasih, aku mencintaimu” imbuh Kim lalu memeluk tubuh penuh keringat itu dengan erat, tak lupa ia mendaratkan ciuman-ciuman kecil di wajah sang istri.


__ADS_1



Kita tinggalkan sejenak pasangan yang tengah beristirahat dari kegiatan panas mereka. Mari beralih ke sepasang sejoli yang tengah kebingungan ingin melakukan apa lagi, karena sang lelaki tak kunjung membiarkannya untuk pulang.


“Ice, kenapa kau tak mengantarku pulang saja! Atau biarkan aku naik taxi saja” gerutu Nik, yang hampir mati bosan di dalam mobil milik Aroon.


“Diamlah!” Balas Aroon dingin, membuat Nik mendengus kesal.


Tidak ada kata lain kah yang bisa diucapkan oleh lelaki itu selain kata ‘Diamlah’. Jujur, Nik sudah bosan dan sedikit lelah, setelah berjalan-jalan dan menguras atm Kim yang tak dapat ia habiskan isinya.


“Katakan padaku! Kenapa kau tidak mengijinkanku pulang?” Nik bertanya lagi, namun kali ini sedikit lebih serius.


“Khun Kim belum memberi perintah” jawab Aroon enteng, membuat Nik melotot tajam.


Hey, jawaban konyol apa ini?


“Apa ini? Kau menahanku disini karena perintah dari atasanmu yang mesum itu?” Protes Nik, yang dibalas dengan tatapan tajam dari lelaki itu.


“Jaga bicaramu!” Ujar Aroon dengan nada penuh penekanan, namun tak lantas membuat Nik ketakutan.


“Kau bodoh jika menunggu perintah dari tuanmu, karena dia tidak akan memberi perintah sampai esok pagi” gumam Nik yang masih terdengar jelas oleh Aroon.


“Apa maksudmu?”


“Kau yakin tidak mengerti dengan apa yang aku katakan?” Nik balik bertanya.


Aroon menggeleng pelan, karena memang dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Nik. Mengenai suara saja, dia masih belum mendapat jawaban apapun.


“Aku tanya padamu?! Apa saja yang diperintahkan oleh Kim sore ini?”


“Mengosongkan mansion dan menahan mu agar tidak mengganggu nona Jane” jawab Aroon polos.


“Lalu menurutmu, apa yang akan tuanmu itu lakukan sampai memintamu mengosongkan mansion dan menahanku seperti ini?”


“Aku tidak tahu! Itu privasi Khun Kim dan aku tidak mau ikut campur! Aku hanya menjalankan perintahnya saja” jawab Aroon santai


“Assshhh.. kau ini polos, bodoh atau memang pura-pura tidak tahu. Aku tidak yakin jika sekarang ini aku sedang duduk dengan pria dewasa” gerutu Nik kesal dan memilih untuk mengalihkan pandangannya keluar jendela.

__ADS_1


Sedangkan Aroon hanya menggidikkan bahunya, tidak ingin ambil pusing dengan tingkah dari sahabat nonanya itu.


Bersambung….


__ADS_2