Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 14


__ADS_3

Holla guys🤟🏻


✨Happy Reading✨


•


•


Pukul 20.00 pm


Setelah melewati hari yang begitu melelahkan serta membuatnya sedikit stres, kini Jane memilih untuk merefresh kembali otaknya, dengan menonton drama Korea di dalam kamar.


“Kau sedang sibuk?” tanya Jane yang baru saja masuk ke dalam kamarnya, dengan laptop serta semangkuk popcorn ditangan.


Matanya teralihkan dengan sosok lelaki yang tengah duduk di atas sofa, lengkap dengan sebuah laptop serta beberapa kertas yang berserakan di atas meja.


“Hhmm.. sedikit” jawab lelaki yang tengah berkutat dengan laptopnya, lalu menyempatkan diri untuk melirik sejenak ke arah wanita yang memilih duduk ditepi ranjang.


“Aku berencana untuk menonton drama malam ini, tapi aku takut nantinya akan mengganggumu” ujar Jane dengan jujur.


Kim tersenyum ke arah wanitanya “Aku tidak akan merasa terganggu sedikit pun” jawabnya, yang dibalas dengan senyuman bahagia oleh seorang Jane.


“Terima kasih Kim. Tegur aku jika kau merasa terganggu” imbuhnya, sembari naik ke atas ranjang dengan raut wajah girang. Tangannya mulai bergerak lincah membuka laptop lalu memilih beberapa list drama Korea yang memungkinkan untuk ia tonton.


Waktu berjalan dengan begitu cepat. 10 menit, 20 menit berlalu, Jane masih terlihat begitu serius dengan tontonannya, hingga di detik berikutnya, ia kembali bersuara setelah terdiam cukup lama.


“Kim.. apakah kau terbebani dengan kehadiranku?” tanya Jane dengan mata yang masih menatap fokus ke arah layar laptop.


Tangan dan mata yang sedari tadi bergerak lincah, kini tiba-tiba terdiam, kala mendengar sebuah kalimat yang terdengar aneh dari bibir sang istri.


Kim menatap serius ke arah Jane “Tidak! Aku tidak pernah merasa terbebani!” Jawab Kim dengan nada lembut.


“Tapi aku selalu menyusahkan mu bukan?!” Jane masih setia mengarahkan matanya ke arah layar laptop tanpa berniat menatap lawan bicaranya.


“……”


“Siapa yang mengatakan itu padamu?!” tanya Kim, yang membuat Jane sedikit terkejut karena lelaki itu sudah duduk tepat disisi ranjang.


Kim meraih laptop Jane dan menutupnya perlahan. Ia meraih kedua bahu wanita itu dan menatap matanya dengan lekat.


“Katakan, siapa yang mengatakan hal itu padamu?” tanya Kim sekali lagi, namun dengan tatapan mata serius.

__ADS_1


Jane menggeleng pelan “Tidak ada yang mengatakan hal itu padaku! Tapi aku merasa jika selama ini aku hanya menyusahkan dan membebanimu saja!” Jawab Jane jujur


“Dengarkan aku baik-baik!..Mulai sekarang buang semua pemikiranmu tentang pernyataan bodoh itu. Kau berharga Jane bagiku, sungguh! Bagaimana mungkin seseorang yang memberiku ‘Rumah’ ternyaman, menjadi bebanku!…” Kim menjeda kalimatnya, menatap manik coklat itu dengan tatapan tulus.


“Ini adalah kali pertama aku merasa menjadi seseorang yang beruntung setelah hidup selama hampir 29 tahun lamanya! Bubur yang kau buat, tak akan pernah tergantikan dengan ribuan makanan instan yang aku konsumsi sejak kecil. Mansion yang selalu aku benci keberadaannya, sekarang menjadi tempat yang tak ingin aku tinggalkan walau hanya beberapa detik saja. Dan itu karena mu Jane! Aku menyukai semua hal tentangmu!” Imbuh Kim.


Jane tertegun, dengan detak jantung yang berdetak kencang. Beberapa detik yang lalu, ia mencoba mencari sebuah kebohongan di mata Kim, namun ia tak dapat menemukannya. Hanya tatapan tulus dan jujur yang ia dapatkan dari manik berwarna hitam itu.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Jane menarik pelan tubuh lelaki itu, menyelipkan tubuhnya ke dalam pelukan terhangat seorang Kim.


•


•


Keesokan harinya…


Pagi ini, Para karyawan R.A Corp tengah sibuk berbisik satu sama lain, alih-alih menyelesaikan pekerjaan mereka yang menumpuk di atas meja. Bukan tanpa alasan, semua itu disebabkan oleh kehadiran seorang model cantik yang sudah tidak mereka lihat keberadaan selama hampir 1 tahun terakhir, kini tiba-tiba muncul dan masuk dengan sesuka hatinya.


Tidak ada tatapan segan atau kagum dari mata mereka, yang ada hanya tatapan benci bercampur kesal.


“Kenapa nenek lampir itu kembali lagi” bisik salah satu karyawan kepada rekannya, yang dapat didengar jelas oleh telinga Natcha Yuthakorn.


Ya.. model cantik yang melangkah masuk ke dalam perusahaan milik Kim itu, bernama Natcha Yuthakorn. Penampilannya yang luar biasa, tak lantas membuat orang-orang merasa kagum melihatnya. Hal itu karena Natcha memiliki sikap yang angkuh serta sombong, terlebih kepada semua karyawan Kim. Maka tak heran kenapa wanita itu begitu tidak disukai kehadirannya.


“Hhmm.. sepertinya ia sudah mendengar berita mengenai pernikahan Khun Kim. Dia kemari pasti untuk menanyakan tentang hal itu” sahut yang lain.


“Aku berharap begitu. Agar ia patah hati dan tidak kembali kesini” timpal yang lain.


Natcha mendengus kesal, lihat saja, ia akan mengadukan semua karyawan itu kepada Kim.


Kaki jenjangnya melangkah dengan cepat menuju lift Vip, menekan tombol lift dengan cepat berharap segera menghilang dari tatapan penuh kebencian dari para karyawan Kim.


“Tunggu!! Tunggu!!” Teriak seseorang dengan tangan yang mencoba menghentikan pergerakan pintu lift yang hampir tertutup sempurna.


Natcha mendelik kesal, siapa wanita ini? Kenapa ia masuk ke dalam lift Vip? Apa dia tidak tahu, jika lift ini dipergunakan oleh orang-orang penting saja?!


“Hah.. Hah..terima kasih” seru wanita itu, dengan nafas tersengal-sengal karena harus berlari kecil.


“Hey nona, siapa kau? Kenapa masuk ke dalam sini?” Tanya Natcha sarkas, dengan salah satu tangan yang menahan pintu lift.


Wanita Itu menoleh ke kanan, kiri, dan belakang “kau bertanya padaku?” tanyanya polos.

__ADS_1


“Dengan cicak!! Tentu saja denganmu! Memangnya ada orang lain selain dirimu di dalam sini?” Teriak Natcha kesal.


“Oohhhh.. aku kira kau berbicara sendiri” jawab Wanita itu yang semakin membuat Natcha emosi.


“Kauuu!!! Cepat keluar dari sini!! Lift ini hanya dikhususkan untuk orang-orang penting sepertiku” titahnya dengan suara tinggi.


Wanita itu mengkerutkan dahinya “Memang kau siapa?” Tanyanya


“Aku? Kau tidak mengenalku?” tanya Natcha heran.


Hey, dia model terkenal, bagaimana bisa wanita ini tidak mengenalnya! Sepertinya wanita ini orang desa.


Natcha menatap wanita itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tapi penampilannya tidak menunjukkan, jika ia adalah orang desa. Semua yang wanita itu kenakan memiliki harga yang fantastis. Namun Natcha tidak ingin ambil pusing, yang jelas wanita Dihadapannya itu harus tahu, siapa dirinya.


“Perkenalkan, aku Natcha Yuthakorn. Salah satu model terkenal di Thailand” ujar Natcha dengan gaya sombongnya.


“Aaaa..jadi kau Natcha Yuthakorn! Model yang tak bisa berpose dan ditolak hampir puluhan brand Thailand karena kebodohannya. Dan memaksa terkenal karena kekuasaan kakaknya” sindir wanita itu., alih-alih merasa terkesan dengan Natcha.


Natcha mengepalkan tangannya kuat, dengan kedua mata melotot tajam “KAUUUU!!! Aku tidak seperti itu!! Darimana kau mendapat rumor murahan itu” geramnya.


“Ssttt jangan menggeram seperti anjing! Cepat singkirkan tanganmu, aku harus segera mengantarkan sarapan untuk suamiku” pintanya, sembari menepis kuat tangan Natcha yang masih setia bertengger di daun pintu Lift.


“Heyyy!! Beraninya kau memukul tanganku” pekik Natcha kesal sembari mengangkat tangan lainnya ke atas, bersiap membalas perbuatan wanita itu.


HAPP!!


Tangan Natcha ditangkap dengan mudah, bahkan saat ini sedang dicengkeram dengan erat.


“Ooo.. pergerakan tanganmu sangat mudah ditebak! Biar ku beritahu, aku tidak hanya berani memukul tanganmu! Aku juga berani mendorong tubuhmu seperti ini” ujar wanita yang berhasil menangkis pergerakan tangan Natcha dan kini menghempaskannya dengan kasar hingga Natcha terjerembab ke lantai.


“Aakkhhhh!! WANITA SIALAN!! AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNIMU!!” Teriak Natcha, menahan sakit pada bagian bokongnya, serta rasa malu karena ditertawai oleh seluruh karyawan Kim.


“Hahahah kejar aku kalau bisa!! Byyeeeeee!” Ejek wanita itu sembari menutup pintu lift dengan cepat, tak lupa ia melambaikan tangannya diikuti dengan pintu lift yang tertutup sempurna.


“Aarrgghhhhhh!!! Awas saja kauuuu!!!! Aku akan meminta Kim untuk membunuhmu nanti!!” Teriak Natcha menggelegar.


Bersambung….


*Jangan lupa like, komen dan Vote **💚💙*


Hhmm.. bau apa ini?🤔

__ADS_1


Ada yang tahu?


__ADS_2