![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla guys🤟🏻
✨Happy Reading✨
•
•
“Hhuuffttt..”
Akhirnya, semua pekerjaan Jane hari ini bisa terselesaikan dengan cepat, meskipun tenaganya harus terkuras abis. Namun tidak apa, semakin cepat selesai, semakin cepat ia pulang dan bertemu suaminya.
“Korn.. ayo pulang” ajak Jane kepada lelaki yang selalu setia menunggu di luar butiknya.
“Baik Khun Jane” Lelaki dengan pakaian serba hitam itu bergegas membuka pintu mobil, mempersilakan nonanya itu masuk ke dalam sana.
“Terima kasih” ujar Jane yang dijawab dengan anggukan kepala.
Setelah memastikan nonanya duduk dengan nyaman, Korn berlari menuju kursi kemudi.
Mobil BMW hitam itu kini melaju dengan kecepatan sedang, menembus padatnya jalanan ibu kota. Sepi, tidak terbangun obrolan apapun diantara mereka berdua karena memang Jane tengah sibuk dengan Tab besarnya.
“Khun Jane..” seru Korn dengan kedua mata yang tak henti melirik ke arah spion.
“Hhmm.. ada apa Korn?” tanya wanita itu tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar Tab.
“Bisakah anda memposisikan kepala anda lebih rendah dan pertahankan posisi itu sebentar saja” ujar Korn, wajahnya terlihat serius kali ini, membuat Jane mengkerutkan dahinya.
“Apa yang terjadi?” tanya Jane namun tetap mengikuti instruksi dari anak buah suaminya itu.
“Sepertinya ada yang sedang mengikuti mobil kita Khun..” jelas Korn sembari terus mengawasi mobil putih yang berjarak tak jauh dari mobilnya.
Jane sedikit terkejut “mengikuti kita?” Wanita itu mencoba mengintip ke arah belakang.
“Khun Jane, tetap pada posisi anda” pekik Korn kala melihat Jane memunculkan kepalanya kepermukaan.
Jane mengerutkan dahinya “Mereka tidak terlihat mencurigakan sama sekali” seru Jane
“Saya mengawasinya sejak kita beranjak dari butik, Khun Jane. Dugaan saya semakin kuat, karena mereka selalu berada tapat di belakang mobil kita” jelas Korn, namun matanya tak henti mengawasi pergerakan mobil putih itu.
Jane nampak berpikir dan ikut mengawasi mobil itu dari kaca spion. Memang tidak terlihat aneh pada awalnya, namun jika dipikirkan baik-baik, kenapa mobil itu tak mendahului mereka dan memilih dibelakang?!
“Khun Jane, berpegangan lah dengan kuat” titah Korn tegas, kala melihat sebuah benda tak asing tengah mengarah ke arah mobil mereka.
DOR!!
“Sattt!!” Pekik Korn, sebuah peluru melesat ke arah mobil mereka, beruntung Korn dapat menghindar.
“K-Korn.. apa yang terjadi?!” Tanya Jane dengan nada takut.
“Seperti dugaan saya Khun Jane, mereka memang mengincar kita sejak awal” jelas Korn sembari terus melajukan mobilnya dengan cepat.
Korn meraih sesuatu dari balik jas hitamnya, dengan salah satu tangan masih setia memegang kemudi.
“Bisakah anda menghubungi Khun Aroon atau Khun Kim sekarang! Katakan jika kita tengah di serang” pinta Korn, yang dijawab dengan anggukan kepala Jane.
__ADS_1
Jane merogoh tasnya dengan tangan yang gemetar, menahan rasa takut yang mulai menjalar di dalam tubuhnya. Dan suara tembakan yang saling bersahutan itu, semakin membuat Jane kelabakan.
“Oooiiihhh berhenti gemetar bodoh” gerutunya kepada kedua tangannya yang tak henti bergetar dan itu cukup membuatnya kesulitan.
DOR!! DOR!! DOR!!
Peluru demi peluru berterbangan di jalan raya yang tidak begitu ramai. Para warga sipil yang kebetulan melintas, memilih untuk menepi demi keselamatan mereka.
Jane mulai mengusap layar ponselnya, mengetikkan nama seseorang dan berusaha menghubunginya.
“Angkatlah Ar..” bisik Jane dengan wajah panik.
^^^“Selamat sore Khun Jane”^^^
Jane bisa bernafas lega, karena Aroon mengangkat telepunnya cepat.
“Ar-oon..”
Aaiihhh apa lagi ini, kenapa lidah Jane tiba-tiba terasa kelu.
“Tetaplah tenang khun Jane, atur nafas anda perlahan! Saya pastikan jika kita akan sampai dengan selamat” seru Korn yang tahu jika saat ini nonanya tengah ketakutan.
^^^“Ada apa Khun Jane”^^^
“Ar.. To-tolong!! Ka-kami dikejar!”
“Jalan X, dekat dengan terminal kereta api Khun Ar! Aku sedang berusaha untuk menghindar”
Korn mengambil alih tugas Jane dengan cepat, ia tak bisa menunggu nonanya untuk berbicara.
^^^“Bertahanlah Korn! Aku segera datang!”^^^
Sambungan telepun ditutup dengan cepat oleh Aroon, dan bisa dipastikan jika lelaki itu tengah bergerak menuju posisi mereka.
“AI SATTTTT!!” Umpat Korn lagi, Pelurunya habis.
“Ada apa Korn? Kau mengumpat?! pekik Jane yang sedikit terkejut dengan suara keras Korn.
“Maaf Khun Jane karena membuat anda terkejut. Tidak ada apa-apa, hanya kesal” jawab Korn berbohong, jika dia mengatakan yang sesungguhnya, sudah dipastikan Jane akan semakin takut.
“Khun Jane, anda baik-baik saja?” Korn menyempatkan diri untuk tetap memastikan nonanya aman.
“Aku baik-baik saja” jawab wanita itu dengan cepat, namun tak bisa menyembunyikan wajah paniknya.
“Khun Jane, apakah anda pernah menonton pertunjukan Drifting sebelumnya?” tanya Korn
“Pernah, tapi di televisi” jawab Jane, kenapa Korn menanyakan hal tidak penting itu disaat seperti ini.
“Dari dulu saya sangat gemar dengan Drift Khun Jane, bagaimana jika anda melihat skill saya hari ini” tanya Korn lagi, jika boleh jujur, ia sangat ingin melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi sejak tadi, namun ia takut jika nonanya itu akan merasa tidak nyaman.
“Apapun itu, yang terpenting kita selamat” jawab Jane yang mengerti dengan kalimat basa basi dari Korn.
Korn tersenyum senang “Baiklah Khun Jane, pasang sabuk pengaman anda, tapi jangan pernah memunculkan kepala anda kepermukaan” pintanya
“Anda siap Khun Jane?”
__ADS_1
“Hhmm..”
“Baik di hitungan 1..2..3…”
Wwuuusshhhhhh
“Aaaaaaaa….” Teriak Jane
Mobil yang dikendarai Korn melaju dengan kecepatan tinggi, lebih tepatnya melesat dengan sekali tiupan angin. Meninggalkan mobil si penguntit jauh dibelakang sana.
Cukup jauh, mereka sudah melaju sangat jauh hingga tak dapat dijangkau, namun…
“Korn awas..” pekik Jane, melihat deretan mobil Hitam menghadang mereka di depan sana.
“Pegangan erat Khun Jane!!” Pekik Korn, lalu memutar kemudi dengan cepat dan berbalik arah.
CCIITTTTT!!
Tubuh Jane terlempar ke sisi jendela karena tangannya yang tidak terlalu kuat.
“Khun Jane!!!” Pekik Korn dengan wajah panik.
“Fokus Korn, jangan perduli kan aku” titahnya, meskipun ia merasa kepala berdenyut nyeri.
Korn mengangguk pelan, walaupun ia begitu mengkhawatirkan nonanya.
“Bajingan!!!” Umpat Korn lagi, ketika melihat musuh tengah menebar benda tajam di depan sana.
Bbaammm!!
Tidak dapat dihindarkan, ban mobil yang dikendarai Korn melindas benda tajam itu dan membuat laju mobil mereka tak terkendali.
“Korn apa yang terjadi?!” tanya Jane semakin panik.
“Kita terkepung Khun Jane!” Jawab Korn dengan kedua tangan yang masih berusaha mengendalikan kemudi.
Cciittttt!!!
“Kita tidak bisa kabur lagi Khun Jane! Mereka telah mengepung kita” jelas Korn setelah berhasil menghentikan laju mobilnya, lalu melirik ke arah mobil-mobil hitam dan putih yang tengah mengelilinginya mereka.
Korn merogoh sesuatu dari bawah jok mobil yang terletak disisi penumpang.
“Khun Jane, Berjanjilah pada saya agar tetap diam di dalam mobil, Apapun yang terjadi!!” Pinta Korn.
“Ta-tapi Korn,,” Jane hendak protes.
“Pakai ini jika anda berada dalam situasi mendesak! Kaca mobil ini dilapisi anti peluru terbaik, anda tidak perlu khawatir. Tetap nyalakan lokasi anda dan hubungi Khun Aroon lagi! Ingat!! Jangan keluar dan tunggu pertolongan datang!!” Pinta Korn, menyerahkan sebuah alat berupa setrum kejut.
“Bagaimana denganmu?” tanya Jane, alih-alih menjawab perintah dari lelaki itu.
“Saya sudah terbiasa dengan situasi ini Khun Jane!” Jawab Korn, lalu mengangkat pistol yang baru saja ia isi dengan peluru yang ia dapatkan dari dalam jok.
Korn menarik nafas sejenak, sebelum keluar dari mobil “Ingat Khun Jane!! Jangan pernah tinggalkan mobil ini”
Jane mengangguk setuju, apapun itu, ia hanya bisa berharap jika Kim bisa cepat datang.
__ADS_1
Bersambung…..
*Jangan lupa Like, komen dan Vote**đź’šđź’™*