![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla guys🤟🏻
✨Happy Reading✨
•
•
Hening…
Tidak ada satu katapun yang terucap dari bibir Jane, matanya masih setia menatap lelaki yang tengah duduk dihadapannya dengan tatapan khawatir.
“Terima kasih Kim”
Kalimat sederhana namun sangat luar biasa dampaknya bagi seorang Kim saat seperti ini. Senyum itu, senyum yang sempat hilang selama beberapa menit lamanya, kini sudah kembali dan mengusir semua rasa khawatirnya.
Jane mendekatkan dirinya, memeluk sosok lelaki yang masih terdiam dan membeku. Menenggelamkan wajahnya ke dada bidang milik Kim.
Lelaki itu menghembuskan nafasnya pelan, terasa lega, bahkan sangat lega. Kim membalas pelukan Jane tak kalah erat, ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita yang membuatnya candu.
“Kau baik-baik saja?” Jane mendongakkan kepala, menatap lelaki itu dengan tatapan lembut seperti biasanya.
Kim menjawab pertanyaan itu dengan sebuah anggukan kepala dan senyuman lebar. Namun ada satu pertanyaan yang masih menjanggal di dalam hatinya, apakah Jane benar-benar tidak marah lagi padanya?
“Jane aku membunuh mereka, kau pasti melihatnya dengan jelas bukan?” tanya Kim, berusaha mencari rasa kecewa dan marah yang disembunyikan oleh Jane melalui kedua netra coklat itu. Kedua tangannya masih setia bertengger di pinggang sang istri.
“Aku melihatnya, lalu kenapa?” Jawab Jane santai, seolah tahu jika lelaki itu tengah berusaha mencari sesuatu dari dalam matanya.
“Karena mereka berani mengusikmu, mereka mencoba mencelakai milikku Jane! Aku tidak bisa membiarkan mereka hidup” jelas Kim dengan tatapan mata yang masih belum berubah.
Jane tersenyum “Milikmu? Apakah itu aku?” tanya Jane yang membuat Kim mengkerutkan dahinya.
“Tentu saja dirimu, siapa lagi” jawabnya dengan cepat.
“Tapi kau belum memilikiku seutuhnya Kim! Bagaimana jika kau memberi tanda?” Ujar Jane lalu mencium bibir tipis lelaki itu dengan singkat.
Kim bukanlah pria yang bodoh, tentu saja ia mengerti dengan maksud kalimat yang diucapkan Jane.
“Kau yakin dengan keputusanmu itu Jane?” Kim menatap wanita itu dengan lembut. Kim adalah seorang pria dewasa, dan selama ini ia selalu berusaha untuk menahan diri dari godaan tubuh Jane yang begitu indah.
Jane tersenyum simpul, ia melepas satu persatu kancing kemeja berwarna putih yang ia kenakan.
“Aku tidak pernah seyakin ini sebelumnya!” Jane menarik tengkuk lelaki itu, menyatukan bibirnya dengan bibir tipis milik Kim.
Kim tidak ingin membuang kesempatan itu, ia membalas ciuman sang istri. Ciuman yang awalnya begitu lembut, kini menjadi sangat panas dan terburu-buru.
“Hhmmpp…”
__ADS_1
Lenguhan-lenguhan kecil mulai terdengar dari bibir Jane, membuat Kim semakin bersemangat dan memperdalam ciuman mereka.
Tangan Jane tak tinggal diam, ia melepas satu persatu kancing kemeja milik Kim. Menanggalkannya dengan mudah dan menampilkan dada bidang dengan otot kekar.
“Jane.. jika kau sudah masuk ke dalam kehidupan, maka selamanya kau akan terkurung didalamnya! Kau pasti tahu bagaimana kehidupanku bukan” ujar Kim, sembari menatap lekat ke arah sang istri.
“Berhentilah bertanya dan Jadikan aku milikmu seutuhnya Kim!” Pinta Jane dengan nada penuh penekanan, membuat keraguan yang dirasakan oleh lelaki itu, sirna sudah.
Tanpa membuang waktu, Kim kembali menautkan bibir satu sama lain. Menyalurkan perasaan yang sangat beragam di dalam hatinya.
Perlahan ia merebahkan tubuh Jane ke atas ranjang dengan bibir yang masih terpaut satu sama lain. Tangannya pun tak ingin kalah, meraba di setiap titik sensitif milik Wanita itu.
“Eenngghh..”
oh ****!! Suara itu benar-benar membuat Kim menggila.
Baiklah, tidak butuh waktu lama bagi dua insan yang sudah dimabuk cinta itu, untuk saling menanggalkan pakaian masing-masing. Mereka sudah siap untuk peperangan malam ini.
“Jane.. katakan padaku jika itu terasa sakit” pinta Kim, mencium lembut pipi sang istri yang sudah merah merona.
Jane mengangguk setuju, dan ya.. Kim memulai ronde pertama pergulatan panas mereka.
“Mmpphh..” Jane memejamkan matanya kuat, mencengkram erat sisi seprai.
Bolehkah dia berteriak? Ini sakit bodoh!
“Sedikit..lanjutkan! Aku baik-baik saja” jawab Jane dengan wajah merona.
Kim tersenyum senang “as wish you baby!”
Dan terjadilah peperangan panas itu, peperangan yang dipenuhi dengan perasaan cinta satu sama lain. Perasaan yang begitu manis, dan Kim tidak pernah merasakan hal itu sebelumnya.
Peperangan itu berlangsung cukup lama, tidak cukup satu kali, mereka melakukannya lebih dari yang dibayangkan dan menyusuri berbagai tempat. Sofa, dibawah guyuran shower dan bathup, lalu berakhir dengan tertidur lemas dengan posisi saling memeluk satu sama lain. Tidak lupa, perasaan bahagia yang begitu melimpah dirasakan oleh keduanya.
*(Sisanya kalian bayangin aja sendiri yađź¤.. aku malu kalo terlalu fulgar, kakak sama seniorku baca juga soalnya🤣)*
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
“Eenngghh..”
Mata dengan manik coklat itu akhirnya mengerjap perlahan, merasa terganggu dengan cahaya matahari yang menyilaukan mata.
Jane mengerjap perlahan, berusaha membuka matanya yang terasa berat akibat kegiatannya tadi malam. Tak hanya itu, ia merasa tulang dan sendinya remuk, tentu saja itu akibat pergulatan brutal mereka.
“Good morning baby..” sapa seorang laki-laki dengan suara deep nya.
Cup!
__ADS_1
“Morning kiss..” imbuhnya setelah mendaratkan kecupan singkat di bibir wanita itu.
Jane tersenyum “Sshhh..” desisnya kala mencoba menggeliat di dalam balutan selimut tebal yang masih menggulung tubuhnya yang polos.
“Apakah masih sakit? Maaf..!” Ujar Kim dengan raut wajah panik.
“Sedikit dan kau tak perlu meminta maaf karena itu hal yang wajar” jelas Jane, mengangkat salah satu tangannya untuk menyentuh wajah tampan itu.
Kim tersenyum lega “Jane.. mulai sekarang, berjanjilah padaku untuk tidak melukai dirimu sendiri!” Ujarnya, yang membuat Jane menatap bingung.
Kim menurunkan selimut tebal itu hingga ke bahu Jane, lalu meraba bagian lengan dengan kulit putih bersih yang dihiasi bekas sayatan dalam diatasnya.
Ya.. lelaki itu sempat tertegun, disela-sela permainan panas mereka malam tadi. Tangannya tak sengaja meraba bagian lengan atas milik Jane. Ada banyak bekas luka sayatan disana, luka yang menggambarkan bagaimana kehidupan seorang Jane yang tidak diketahui oleh siapapun.
Kim sangat tahu jika luka-luka itu dibuat dengan sengaja oleh pemiliknya. Dan Inilah alasan seorang Jane tak pernah menggunakan baju dengan lengan pendek sebelumnya.
Jane mengikuti arah mata sang suami, lalu tersenyum kaku setelahnya.
“Dengarkan aku baik-baik! Mulai sekarang, Jika kau merasa sedih, cari aku dan aku akan selalu ada untuk memelukmu. jika kau merasa marah atau kecewa, kau bisa lampiaskan itu padaku! Apapun yang membuatmu merasa tidak nyaman, cukup katakan padaku dan aku akan membereskan semua itu! Mulai saat ini tidak akan ada yang bisa menyakitimu, termasuk aku dan dirimu sendiri! Ingat itu Jane” ucap Kim sembari menangkup wajah cantik sang istri.
Jane mengangguk setuju “Aku berjanji”
“Terima kasih.. aku mencintamu” Kim membawa tubuh Jane ke dalam pelukannya.
“Aku mencintaimu juga” jawab Jane, membuat Kim sedikit terkejut dan melerai pelukannya.
“Apa? Katakan sekali lagi!” Pintanya
“Aku mencintaimu My husband” bisik Jane di telinga Kim, membuat lelaki itu tersenyum senang.
“Oohhh.. ingin rasanya aku memelukmu seperti ini sepanjang hari” gumam Kim
“Boleh.. tapi setidaknya beri aku waktu untuk makan dan membersihkan diri. Tidak adil rasanya melihat suamiku sudah tampan dan rapi pagi ini, sedangkan aku masih berantakan, dengan tubuh lengket dan bau keringat” balas Jane sembari membawa dirinya semakin dalam ke dada bidang milik Kim.
“Tidak perlu khawatir nyonya Ratanaporn, saya sudah menyiapkan sarapan serta air hangat untuk anda berendam” jawab Kim.
“Aku semakin mencintamu jika seperti ini” goda Jane.
Sungguh pagi yang sangat indah untuk kedua pasangan itu. Bisa kalian bayangkan bukan bagaimana suasana indah itu?
Bersambung…
Holla guys.. follow akun ig aku yuk @oming32_
Jangan lupa like, komen dan Vote yađź’šđź’™
Dirgahayu NKRI ke 77🇲🇨🥳
__ADS_1