![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla guys🤟🏻
✨Happy Reading✨
•
•
“T.A mansion, bangunan besar di pesisir pantai Pattaya. Diana, nama yang tercantum di akta kepemilikan mansion itu namun aliran dananya berasal dari rekening Thanapon Suchart.” Jelas Aroon, menatap deretan data serta titik merah yang menunjukkan keberadaan Jane, dari layar Tab miliknya.
Kim menyunggingkan senyum khas devilnya “Oohh ternyata ini ulah kakak ipar!” Matanya menatap jauh kedepan.
10 menit adalah waktu yang cukup bagi seorang Aroon untuk mendapatkan semua data yang diinginkan oleh tuannya. Terlebih, nonanya itu sangat membantu pekerjaannya dengan menyalakan lokasi melalui sinyal ponsel.
Lelaki itu berdiri, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, dengan raut wajah dingin.
“Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk sampai ke tempat itu Ar?” tanya Kim, melirik ke arah sekretarisnya yang terlihat sudah siap.
“30 menit Khun Kim, saya sudah menyiapkan helikopter untuk anda” sahut Aroon.
“Bagus! Kita psegi sekarang! Aku sudah tidak sabar untuk bertemu kakak iparku” ujar Kim dengan kedua kaki melangkah keluar dari ruangan itu, diikuti oleh Aroon dari arah belakang.
•
•
Pesisir pantai Pattaya, Thailand
Ruangan dengan warna grey yang mendominasi di hampir seluruh bagian, dihiasi 2 buah sofa warna hitam berbahan kulit premium, berbagai funiture elegant, serta balkon dengan jendela full kaca mengarah langsung ke pesisir pantai. Sungguh membuat siapapun akan merasa nyaman jika berada di dalam sana.
Namun berbeda halnya dengan apa yang dirasakan oleh gadis cantik yang tengah duduk dengan raut wajah malas, diatas salah satu sofa itu. Hembusan nafas penanda jika ia merasa muak dan bosan, terdengar beberapa kali.
“Jane!” Panggilan dengan intonasi lembut serta suara yang tak asing ditelinganya, mengalihkan perhatian seorang Jane.
Gadis itu hanya melirik sekilas wajah laki-laki yang sudah tidak ia temui selama 7 tahun lamanya. Tidak ada tatapan rindu di manik coklat Jane, hanya tatapan kecewa serta muak yang dapat di lihat dengan sangat jelas.
“Kau pasti merasa bosan? Maaf karena membuatmu menunggu lama” imbuh Thanapon ketika melihat tatapan mata sang adik.
Berbeda halnya dengan Jane, lelaki yang terpaut umur 5 tahun lebih tua dengannya, menatap rindu ke arah gadis yang tanpa ia sadari sudah beranjak dewasa. Bahkan, gadis kecil yang selalu merengek ingin ikut kemana pun ia pergi, kini sudah besar dan memilih jalannya sendiri.
“Katakan, apa yang ingin Phi ketahui dariku?!” Tanya Jane dengan intonasi tinggi, serta tatapan datar.
Thanapon Suchart, putra sulung dari salah satu keluarga terkaya di Thailand, yang memilih pergi meninggalkan kehidupan bergelimang harta demi kehidupan barunya yang lebih bebas, kini hanya bisa menatap sedih ke arah sang adik. Apakah adiknya marah? Sama seperti ayah dan ibunya?
Tha berusaha untuk tetap tenang sembari melemparkan senyuman ke arah sang adik“Kenapa terburu-buru? Bagaimana jika kita menikmati es cream strawberry kesukaanmu terlebih dahulu?” Bujuknya.
Jane memutar bola matanya malas “Jika tidak ada hal penting yang ingin Phi sampaikan, aku permisi pulang! Aku harus menyiapkan makan malam untuk suamiku!” Ujar Jane tegas, namun tidak melupakan rasa hormatnya kepada lelaki yang lebih tua darinya.
__ADS_1
“Jane tunggu! Oke-oke, Phi ingin menanyakan sesuatu hal padamu.” Cegah Tha, melihat Jane yang ingin beranjak dari tempat duduknya.
“…..”
“Apakah benar kau sudah menikah dengan seseorang bernama Kim Nan Ratanaporn?” tanya Tha to the point, membuat sang adik tersenyum simpul.
See!! Tebakan Jane benar, lelaki itu akan menanyakan tentang pernikahannya!
“Hah..Phi Ta menculik ku hanya untuk menanyakan sesuatu yang jelas-jelas sudah Phi selidiki kebenarannya?” Jane balik bertanya, membuat lelaki itu tertegun sejenak.
Jane tahu jika ia memata-matainya selama ini?
pertanyaan itulah yang terselip dibentak Tha.
“….”
“Setelah 7 tahun lama kita berpisah, phi hanya bisa menanyakan hal tidak penting ini, alih-alih menanyakan keadaanku?… benar-benar keturunan asli seorang Suchart” imbuh Jane dengan wajah remeh, sembari menggelengkan kepala pelan.
“Jane! Jaga bicaramu! Jangan lupa jika di dalam darahmu juga mengalir darah seorang Suchart” balas Thanapon dengan nada yang sedikit tinggi.
Gadis itu tertawa kecil “Hahaha.. maaf Phi, aku sudah tidak lagi bagian dari Suchart! Meskipun di dalam darahku mengalir darah seorang Suchart, namun jiwa dan ragaku sudah menyatu dengan seorang Ratanaporn” ujar Jane menatap tajam ke arah sang kakak.
“Apakah mereka berdua memaksamu?” tanya Tha lagi, alih-alih menanggapi pernyataan sang adik.
Jane melipat kedua tangannya di depan dada “Tidak ada yang memaksaku, aku hanya melakukan apa yang phi lakukan sebelumnya!” Jawab Jane santai.
“Tapi pria berbahaya itu tidak pernah melukai fisik serta psikisku Phi! Dia memberikanku tempat berlindung dari kejaran ORANG-ORANG BAIK seperti kalian!” Jane menyondongkan badannya kedepan, memberi sindiran halus dengan nada penuh penekanan.
Tha terdiam, apa yang baru saja adiknya katakan? Kenapa terdengar begitu aneh? Apakah ada sesuatu yang terjadi setelah kepergiannya?
“Apakah ada pertanyaan lagi? Sebaiknya Phi antarkan aku pulang ke Bangkok, sebelum suamiku datang dan meminta makan malamnya” ujar Jane.
“Aku..” kalimat Tha terpotong karena tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka dengan kasar oleh seseorang.
BRAKKK!!
“Terlambat, aku sudah datang untuk menjemput istriku” seru Kim dengan kedua tangan yang masih berada di dalam saku celananya, sembari melirik wanita yang tengah duduk dengan senyum merekah.
“Oh hy Kakak ipar! Aku hampir lupa untuk menyapamu! Tapi aku sudah menyapa anak buahmu yang tidak ada apa-apanya dibawah sana! Dan satu lagi, keamanan mansionmu tidaklah bagus” ujar Kim dengan senyum mengejek di wajahnya, membuat Tha mengepalkan tangannya kuat.
“Apakah kau tidak diajari sopan santun ketika berkunjung ke rumah orang lain?!” Geram Tha, menahan emosi yang membuncah di dalam hatinya.
Kim tertawa “Hahahah.. kau berbicara tentang sopan santun? Apa dengan menculik istri orang lain bisa dikatakan dengan perbuatan yang sopan?”
“Jangan lupa, jika Jane adalah adikku?!” Balas Tha dengan cepat.
Kim menatap tajam lelaki yang nyatanya adalah kakak iparnya sendiri “Dan jangan lupa jika Jane adalah istriku saat ini, Aku lebih berhak atas dirinya dari pada seorang kakak yang meninggalkan adiknya seorang diri dan membiarkan sang adik menanggung beban yang seharusnya di tanggung olehnya!” Ujar Kim.
__ADS_1
Jane merasa keadaan sudah tidak kondusif lagi, ia melangkah mendekati suaminya dan bergelayut manja di lengan kekar itu.
“Sudahlah Kim, lebih baik kita pulang, karena aku harus menyiapkan makan malam untukmu” ujar Jane dengan senyum ramah di wajahnya.
“Hhmm..” jawab Kim singkat dan membiarkan wanita itu menarik tubuhnya pelan.
Sedangkan Tha, lelaki itu masih berdiri di tempatnya, dengan emosi yang siap meledak setelah mendengar kalimat terakhir Kim.
Kkrreekkk!!
“KIM!!!!” Teriak Tha dengan sebuah pistol ditangan dan mengarah ke bagian kepala Kim.
Kkkrreekkk!!
“Turunkan senjatamu Thanapon! Aku tidak akan segan menembakmu jika sampai kau berani melukai suamiku!!” Ancam seseorang yang tak lain adalah Jane.
Kini kakak beradik itu tengah saling menodongkan senjata satu sama lain, jari telunjuk mereka sudah siap untuk melepaskan peluru.
Kim dan Aroon terkejut dengan apa yang mereka liat saat ini, terlebih gerakan Jane yang begitu lincah mengambil senjata dari tangan Aroon.
Ya.. Jane membaca dengan jelas pergerakan tangan sang kakak. Kini ia menatap tajam ke arah Tha, tidak ada keraguan sama sekali di manik indah itu, tentang kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya.
“Jane…” panggil Tha lemah, tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Gadis kecil yang manja itu kini mengancamnya tanpa ragu, bahkan tidak ada kata imbuhan ‘Phi’ yang terdengar.
“Kita memang sedarah, tapi tidak sejiwa! Jika kau melukai belahan jiwaku, maka aku tidak akan ragu untuk menghilangkan nyawamu!!” Imbuh Jane, tatapan matanya tak berubah sedikit pun.
“…..” Tha terdiam, tak bisa berkata apapun saat ini.
“Seperti yang kau lakukan dahulu phi, mulai saat ini aku memilih jalanku sendiri bersama dengan seorang yang membawaku ketempat ternyaman yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya! Jangan coba mengusikku, seperti yang aku lakukan 7 tahun ini” Jane menurunkan senjatanya, mengalihkan pandangannya ke arah Kim, berusaha menahan sesuatu yang membendung di pelupuk matanya.
“Kim kita pulang!” Pinta Jane, pergi begitu saja dari ruangan itu, meninggalkan sang kakak.
Kim mengangguk setuju, ia meraih pinggang sang istri dan menuntunnya keluar dari mansion besar milik Tha.
Bbrrukk!!
Tubuh kekar itu ambruk dan luruh begitu saja ke atas lantai, bertepatan dengan hilangnya bayangan sang adik dari balik pintu. Dengan bertumpukan kedua lututnya, Tha tertunduk lemas, tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia alami.
Apakah Jane semarah itu padaku?
Jane kecilnya telah hilang dan itu karena keegoisannya!
Sedangkan tak jauh dari sana, seorang wanita tengah berdiri dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.
“Seharusnya kau mendengarkan perkataanku agar semua ini tidak terjadi” gumamnya dalam hati.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen dan Vote💚💙