Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 38


__ADS_3

...*Holla guys**🤟🏻...


...Sorry ya aku gak up kemarin🙃...


Jadi, aku usahakan hari ini up 2 sekaligus


...(meskipun agak malem tapi🤭)...


...Gpp ya, yang penting kan up😁*...


✨Happy Reading✨




4 Hari Kemudian..


Setelah mengambil cuti selama 4 hari lamanya, akhirnya Kim harus kembali berkutat dengan tumpukan berkas yang bercampur menjadi satu di atas mejanya. Sepertinya menghadapi mood swing Jane yang tengah datang bulan jauh lebih menyenangkan, dari pada harus kembali menghadapi ribuan kertas yang haus akan penanya.


Kim memijat keningnya yang mulai berdenyut nyeri. Terlihat konyol jika seorang Kim yang sudah menekuni pekerjaan itu selama bertahun-tahun lamanya, harus merasa pusing. Namun itulah yang ia rasakan sekarang, sepertinya ia terlalu menikmati peran sebagai suami yang memanjakan istri ketimbang seorang CEO.


“Huft..” Kim menghela nafasnya, membuat sang sekretaris akhirnya menoleh.


“Anda baik-baik saja Khun Kim?” Aroon bertanya, karena sejak tadi ia melihat tuannya itu tengah gelisah.


“Aku baik-baik saja. Ar, bacakan jadwalku hari ini” jawab Kim


“Jadwal pertama anda akan dimulai 10 menit lagi Khun Kim. Saya rasa para pimpinan direksi sudah menunggu diruang meeting saat ini.” Ujar Aroon dengan Tab ditangannya.


“Hhmm.. kita pergi sekarang. Aku ingin lihat seberapa jauh persiapan mereka untuk proyek kali ini” Kim meletakkan bolpoinnya ke atas meja, lalu segera berdiri dan bergegas menuju ruangan meeting.




Meeting sudah berjalan hampir 30 menit lamanya. Suasananya terlihat cukup tegang, karena beberapa laporan yang Kim dapat tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.


BRAK!!


“Aku memberi kalian waktu 1 bulan lamanya untuk kalian mempersiapkan semua ini, tapi hanya laporan seperti ini yang kalian setorkan padaku?!” Geram Kim dengan tatapan tajam yang ia arahnya ke satu persatu peserta meeting disana.


“……”


“Ar.. pastikan jika mereka yang tidak becus bekerja, untuk segera angkat kaki dari perusahaan!” Titah Kim, membuat beberapa dari mereka menampakkan wajah panik.


“Bagi kalian yang sudah bekerja keras, aku berikan waktu 1 minggu untuk memperbaiki semua laporan kalian! Aku tidak mau ada kesalahan lagi setelah ini! Karena jika hal seperti ini terjadi lagi, aku tidak akan segan-segan untuk menendang kalian dari perusahaanku” imbuh Kim yang dijawab dengan anggukan kepala oleh mereka.


Mereka sangat tahu jika apa yang dikatakan oleh atasannya yang dingin itu, bukanlah bualan semata. Itu akan benar-benar terjadi jika mereka terlalu santai. Kim bukanlah orang yang bisa diajak tawar menawar, jika dia sudah mengeluarkan sebuah keputusan maka mereka tidak bisa berbuat apa.

__ADS_1


Meeting kembali berlanjut, membahas beberapa hal yang menyangkut proyek baru perusahaan Kim. Masih dengan suasana tegang dan mencekam, hingga di detik berikutnya, ponsel Kim bergetar. Kim menatap sejenak benda kotak yang ia letakkan diatas meja, menangkap sebuah nama yang tidak begitu asing dimatanya


“Jane?” Gumamnya pelan.


Kim menolak panggilan dari sang istri, dan segera mengirimkan sebuah pesan.


“Tunggu sebentar, aku sedang meeting”


^^^“Angkat sebentar saja, aku ingin meminta pendapatmu”^^^


“Tentang apa?


^^^“Aku mau pergi dengan Nik, tapi aku tidak tahu harus memakai baju yang mana”^^^


^^^“Aku berjanji tidak akan berbicara, kau cukup mengangguk jika kau suka dengan bajunya”^^^


“Iya”


DDRRTTT!!


Ponsel Kim kembali berdering, dengan cepat ia mengusap layar itu dan menampilkan wajah cantik sang istri. Jane melambaikan tangannya dengan tersenyum semanis mungkin.


Jane meletakkan ponselnya sedikit lebih jauh, dengan tujuan agar Kim dapat melihat seluruh tubuhnya nanti. Ia terlihat sibuk mengambil beberapa helai baju yang sudah ia tata rapi diatas ranjang, menempelkan satu persatu baju itu ke tubuhnya secara bergantian.


Namun lelaki yang diminta untuk menilai setiap baju yang ia gunakan, malah terdiam sembari menatap aneh ke layar ponselnya. Ada sesuatu yang membuat konsentrasi Kim buyar begitu saja. Bahkan ia harus menelan ludah kasar sembari melonggarkan dasinya yang terasa sedikit mencekik lehernya.


Fokus Kim bukan kepada baju-baju yang ditunjukkan oleh sang istri, melainkan kepada tubuh indah dengan kulit putih mulus yang hanya dibalut tanktop berwarna putih tipis serta celana pendek berwarna coklat muda. Belum lagi, leher jenjang yang terekspos sempurna tanpa terhalang apapun karena Jane memilih untuk mengikat rambutnya.


Seolah tak sadar dengan ekspresi sang suami, Jane terus bergerak didalam layar sana, masih setia memperlihatkan satu persatu baju yang ia pilih.


“Apakah Jane sengaja menggodaku?” Gumam Kim dalam hati.


Ini tidak bisa dibiarkan, semua yang ia lihat dilayar itu senantiasa membuat sesuatu dibawah sana mulai bereaksi. Dan jika diteruskan, ia tidak yakin akan bisa mengontrolnya lagi.


Klik!!


Kim memutuskan panggilan video mereka secara sepihak, lalu mengetikkan sebuah kalimat dengan cepat.


“Jane! Jangan pergi kemana-mana! Aku akan segera pulang!”


Kim memasukkan memasukkan ponselnya ke dalam saku, lalu kembali menatap mereka yang masih setia menunggu.


“Meeting hari ini kita tutup!” Titah Kim, yang berhasil mengundang ekspresi kebingungan bercampur rasa lega dari semuanya.


Bolehkan mereka berterima kasih kepada seseorang yang menelpun tuannya itu?


Karena kalau bukan karenanya, mereka jamin, kemarahan Kim akan berlanjut hingga sore nanti. Atau, meeting ini akan berlangsung selama berjam-jam lamanya.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Kim pergi dari ruangan itu, meninggalkan semua orang tanpa penjelasan apapun.

__ADS_1


Aroon yang duduk disebelah tuannya memilih untuk segera berdiri, meskipun ia sendiri merasa bingung. Ini adalah meeting tercepat sepanjang sejarah ia bekerja dengan Kim. Jika tidak salah tebak, ini semua pasti karena nonanya.


“Kalian boleh kembali ke ruangan masing-masing! Kerjakan apa yang diminta oleh Khun Kim! Ingat, jangan buat kesalahan untuk yang kedua kalinya! Mengerti!!” Ujar Aroon.


“Mengerti Khun Ar” jawab mereka serempak. Lalu satu persatu dari mereka pergi dari ruangan itu. begitu juga dengan Aroon yang memilih untuk menyusul tuannya.




Aroon yang baru saja tuba diruangan tuannya, dibuat terkejut karena tuannya itu tengah berdiri didepan pintu dengan wajah gusar.


“Ar.. kenapa kau lama sekali?!” Protesnya, membuat Aroon harus menundukkan kepala.


“Maaf Khun Kim”


“Kita pulang sekarang!” Titahnya, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Aroon.


Kim berjalan dengan langkah cepat, menaiki lift dengan terburu-buru lalu menuju lobby, terakhir masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh Aroon.


Aroon melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, sesuai perintah dari tuannya. Ia tidak tahu kenapa dan karena apa tuannya sangat terburu-buru.


“Ar.. setelah mengantarku pulang, kau jemput Nik dan ajak dia berbelanja! Kau pastikan agar dia tidak menganggu waktuku bersama Jane! Kau bisa gunakan kartuku, turuti semua keinginannya agar ia tak memiliki kesempatan untuk menghubungi istriku” titahnya.


“Ah satu lagi, minta kepada semua pengawal untuk berjaga di depan pintu gerbang mansion. Pastikan mansionku kosong, hanya ada kami berdua” imbuhnya.


“Baik Khun Kim” Aroon mengiyakan perintah tuannya, meskipun ia merasa bingung dengan alasan dibalik perintah itu.


#Sedikit percakapan Author dan Aroon


🧑:”Tunggu ming..”


🧑:”Apakah kamu tahu asalan Khun Kim, memintaku untuk menahan Nik dan mengosongkan mansion?


👩:” mungkin mereka ingin menghabiskan waktu berdua”


🧑:” Tapi kenapa harus meminta pengawal berjaga di gerbang mansion yang jauh didepan🤨


👩:”Hhmm.. agar mereka tidak mengganggu dan mendengar suara aneh nantinya🙄


🧑:”Suara aneh seperti apa yang kau maksud🤔


👩:”Aarrgghh tidak tahu! Kau tanya saja sama yang baca😫


🧑:”CCKK Author aneh!😠


👩:”(Kamu saja yang terlalu bodoh Ar🤣)”


🧑:”Guys.. bisa bantu jawab gak? Suara aneh apa yang dimaksud Author?”

__ADS_1


💙💙💙💚💚💚


__ADS_2