Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 17


__ADS_3

Holla guys🤟🏻


✨Happy Reading✨


•


•


Satu persatu dari para penguntit itu keluar mobil yang mereka tumpangi. Jumlah mereka terhitung 10 orang, 5 didepan dan 5 dibelakang.


“Saatt!! Mereka lumayan banyak” gerutu Korn, melihat sekumpulan orang berbaju preman tengah melangkah menuju mobilnya.


“Baiklah, habisi didepan terlebih dahulu, lalu yang belakang” gumam Korn.


Kreekkkk!!


Ia memompa pistol yang sudah siap untuk memuntahkan peluru, dengan Salah satu tangannya berada di pintu mobil.


“Oke, kita mulai!” Korn menarik gagang pintu, mengeluarkan setengah tubuhnya dari dalam mobil dan mulai membidik lawannya.


DOR!! DOR!! DOR!!


Korn terdiam, ia belum menarik pelatuknya, tapi kenapa ada suara tembakan. Yang lebih membuatnya heran, satu persatu dari mereka tumbang didepan sana. Mereka tidak dibunuh, hanya bagian kaki serta lengan yang mendapat hadiah peluru dari seseorang.


“Aku bahkan belum melakukan apapun?!” Gumam Korn dalam hati.


Tok!! Tok!! Tok!!


Suara ketukan di kaca mobil, membuat Korn tersadar dari lamunannya.


“Khun Kim” serunya, sembari menundukkan kepala kepada lelaki yang sudah berdiri di luar sana.


“Kim,,” pekik Jane, tangannya bergerak cepat membuka pintu dan melemparkan tubuhnya ke dalam pelukan sang suami.


“Are you oke?” Kim memeluk erat tubuh gadis yang tengah bergetar karena rasa takut , mengelus punggung serta rambut Jane agar ia kembali tenang.


“Aku baik-baik saja. Terima kasih karena datang tepat waktu” balas Jane, dengan pelukan yang semakin erat.


“Hhmm.. aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh milikku” ujar Kim.


“Maaf Khun Kim, mereka semua sudah dilumpuhkan” ujar Aroon yang telah menyelesaikan tugasnya.


Kim melirik sejenak sang sekretaris “Pastikan mereka semua masih bernafas Ar” titahnya


“Baik Khun Kim” Aroon segera bergegas mengambil mobilnya, memberi perintah kepada seluruh anak buahnya agar kembali ke mansion lengkap dengan para penguntit itu.


“Sudah lebih tenang?” tanya Kim lembut, sembari menatap sang istri yang masih setia memeluk tubuhnya erat.


Wanita itu mengangguk pelan, lalu melerai pelukan mereka dan menatap Kim dengan senyuman diwajahnya.


“Kita pulang sekarang” ujar Kim yang dijawab dengan anggukan kepala pelan.


Happp!!


“Kim!!” Pekik Jane kala merasa jika saat ini tubuhnya tengah melayang.


Kim tersenyum manis, melihat wajah merah merona sang istri yang begitu menggemaskan.

__ADS_1


“Aku tahu lututmu pasti lemas” ejek Kim, yang mendapat pukulan ringan dibagian dadanya.


Kim menggendong Jane ala bridal style, menuju mobil yang sudah terparkir tak jauh dari sana.


•


•


Pukul 20.00 pm


Ruangan dengan cahaya lampu yang minim serta warna hitam yang mendominasi, menjadi saksi bisu bagaimana kejamnya seorang Kim.


Bau amis mulai menyeruak masuk ke dalam Indra penciuman setiap orang yang datang ke tempat itu.


“Katakan!! Siapa yang menyuruh kalian!!” Titah Kim yang tengah berjongkok didepan salah satu dari para penguntit itu.


“……”


Kim mengeluarkan smrik iblisnya, oh apakah orang-orang ini tidak mengenal siapa dirinya?


“Oohh kau bisu?!” Ujar Kim. Tangannya menengadah, meminta sesuatu dari sang sekretaris yang terlihat tetap tenang.


Pria yang sedari tadi memilih untuk menutup mulutnya rapat-rapat , kini melotot tajam dengan tubuh yang gemetar serta keringat dingin yang menghiasi wajahnya.


“A-apa yang ingin kau lakukan” tidak usah ditanya lagi, bagaimana raut wajah pria itu. Suaranya sudah menunjukkan seberapa takut dirinya saat ini.


“Ohhh Hey!! Kau tidak bisu rupanya” seru Kim dengan ekspresi menakutkan.


“T-tolong ja-jangan lakukan itu..” pinta lelaki itu dengan suara gemetar, melihat sebuah tang ditangan Kim.


Kim memiringkan kepalanya “ ada apa? Kau takut dengan benda ini?” Ejeknya sembari mengangkat sebuah Tang.


Lelaki itu menggeleng ribut, ia sangat tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Ja-jangan lakukan Khun, tolong!!” Teriak lelaki itu, berusaha menjauh dari jangkauan Kim.


Kim tersenyum lebar namun terlihat sangat menyeramkan dimata mereka yang ada di ruangan itu.


“Pegangi dia!!” Titah Kim kepada anak buahnya.


“Tidak!! Jangan!!” Lelaki itu berusaha memberontak karena dua orang berbadan kekar tengah memegang kedua tangannya.


Kim semakin mendekat, sembari memainkan Tang yang ia genggam sejak tadi. Ekspresi ketakutan itu, Kim sangat menyukainya dan semakin membuatnya bersemangat.


“Aarrrgghhhh….” Teriakan yang terdengar pilu itu mulai terdengar, kala Kim melakukan kegiatan pertamanya.


“Khun Andra, dia.. dia yang menyuruh kami” ujar pria itu dengan nafas tersengal-sengal, menahan rasa sakit dari kelima jarinya.


“Hahahaha.. terima kasih untuk informasinya! Tapi aku tidak berniat untuk menghentikan semua ini!” Balas Kim


Kegiatan itu berlangsung cukup lama karena Kim melakukannya dengan perlahan.


“Selesai!!” Seru Kim dengan wajah sumringahnya.


Lelaki dengan aura iblis itu bangkit dan mengambil sebuah senjata dari tangan sang sekretaris.


“Sekarang kita siapkan hadiah untuk seseorang yang mengirim kalian!!” Kim melangkah maju, dengan sebuah samurai ditangan.

__ADS_1


“Ar.. siapkan 10 kotak untuk hadiah kita ini” imbuhnya, mulai mengayuhkan samurainya ke arah kanan dan kiri.


Aroon hanya bisa mengangguk patuh, tidak akan ada yang bisa menghentikan kegilaan dari seorang Kim Nan. Dia hanya bisa berdiri di belakang, memasang wajah setenang mungkin, meskipun jauh di dalam hati ia merasa ngeri.


“Kita mulai dengan yang ini” Kim menunjuk salah satu penguntit yang berada di paling ujung.


CCTTASSS!!


BUGH!!


Sudah bisa kalian tebak, suara jatuh itu berasal darimana bukan?


Para anak buah yang menyaksikan kegilaan itu hanya bisa menelan ludah kasar. Mereka tidak bisa pergi dari tempat itu sebelum Kim benar-benar menyelesaikan kegiatannya.


Darah segar mengalir di lantai, begitu juga di wajah Kim. Dengan santai, kim mengusap cairan warna merah itu layaknya mengusap keringat.


“Next…” Kim kembali mengangkat samurainya, bersiap mengeksekusi yang lain.


CCTTASS!!


“Wahhh…” seru Kim kegirangan.


Begitupun seterusnya, memisahkan satu persatu kepala itu dari tubuh mereka dengan semangat yang membara.


“Kim.. kenapa kamu tidak membangunkanku”


Tubuh Kim membeku ditempat dengan perubahan ekspresi yang drastis. Tubuhnya berbalik, menatap khawatir ke arah wanita cantik yang tengah berjalan ke arahnya.


“Ja-jane..” panggil Kim, dengan tangan yang masih memegang samurai.


HAP!!


Jane memeluk tubuh yang sudah dibasahi dengan darah bercampur keringat itu dengan erat.


“Bisakah kau memasak makanan untukku? Aku lapar” pinta Jane, sembari menatap wajah penuh darah itu.


Kim menjatuhkan senjatanya, lalu menatap sang istri dengan teduh.


“Hhmm aku akan memasak untukmu, tapi biarkan aku membersihkan diri terlebih dahulu” ujarnya dengan nada lembut.


Jane mengangguk setuju, ia melepaskan pelukannya dan hendak pergi dari ruangan itu.


“Jangan lama! Aku sudah sangat lapar!” Seru Jane lagi.


“Tidak akan lama” balas Kim.


“Hhuufftt..” para anak buah Kim bisa bernafas lega, setidaknya pertunjukan itu sudah selesai sekarang.


“Ar.. kirimkan hadiahku ke mansion Andra. Dan eksekusi sisanya dengan cepat” titahnya kepada sang sekretaris, lalu melangkah keluar dari ruangan itu.


“Lagi-lagi, Karena khun Jane” gumam Aroon dalam hati.


Sedangkan diluar sana, Jane tengah memegangi dinding karena kakinya benar-benar lemas saat ini.


“Apakah benda bulat itu benar-benar kepala manusia” gumam Jane.


Siapapun, tolong bantu Jane berdiri😁

__ADS_1


Bersambung…


*Jangan lupa like, komen dan Vote**💚💙*


__ADS_2