![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
...Hello guys🤟🏻...
✨Happy Reading✨
•
•
“Hufttt..”
Helaan nafas berat kembali terdengar dari arah sofa. Jam baru menunjukkan pukul 2 siang, namun rasa bosan sudah menghantuinya sejak tadi. Bahkan malam belum tiba, namun bayang-bayang rasa sepi sudah membuatnya ketakutan.
“Khun Jane, anda membutuhkan sesuatu?” Tanya seorang pria yang begitu setia menemaninya sejak Kim meninggalkan mansion.
“Aku bosan Korn, Kim tidak membiarkanku pergi kemana pun” keluhnya
“Khun Kim mengkhawatirkan keselamatan anda Khun Jane” ujar Korn mencoba untuk menenangkan nonanya.
“Aku tahu, tapi aku tidak bisa jika hanya berdiam diri seperti ini…”
“Maafkan saya Khun Jane, saya tidak bisa berbuat banyak karena Khun Kim memerintahkan saya untuk memastikan jika anda tetap berada dimansion selama beliau pergi” jelas Korn sembari menundukkan kepalanya.
“Hhmm.. ini kali pertama aku ditinggalkan sendiri olehnya. Aku jadi penasaran, sebesar apa transaksi yang akan ia lakukan dengan klien” gumam Jane yang dapat didengar jelas oleh Korn
“Jika Khun Kim sampai turun tangan, itu artinya urusannya sangat penting Khun Jane.” Timpal Korn
Jane terlihat begitu antusias, ia sangat penasaran dengan bisnis suaminya itu.
“Hey.. apakah kau tahu bagaimana proses para mafia seperti mereka melakukan transaksi?”
Korn terlihat berpikir “tergantung dari apa dan dimana mereka bertransaksi Khun Jane”
“Bisakah kau menjelaskannya padaku? Aku sangat penasaran, tapi belum sempat bertanya pada Kim” Jane semakin bersemangat.
“Apa yang ingin anda ketahui?”
“Kim bilang ia akan bertransaksi di pelabuhan dan ia menjual senjata. Senjata apa yang ia jual?” Jane menatap serius ke arah lawan bicaranya.
“Hhmm.. klien Khun Kim pasti berasal dari luar negeri, mengingat transaksinya dilakukan di sebuah pelabuhan. Untuk senjata, Khun Kim biasanya menjual senjata api dan senjata tajam, yang dibuat langsung oleh pengerajin terbaik” jelas Korn yang disimak dengan seksama.
“Apakah itu dilakukan secara ilegal?” Jane menganggukkan kepalanya.
“Khun Kim adalah seorang mafia Khun Jane dan sudah pasti bisnisnya dilakukan secara ilegal”
“Bagaimana jika polisi mengetahui akan hal itu? Bukankah itu melanggar hukum?”
“Polisi tidak akan bisa berbuat apa, mengingat Khun Kim adalah sosok yang begitu penting di negara ini Khun Jane. Dan juga, Khun Kim selalu membayar lebih kepada pemerintah untuk semua hal itu” imbuh Korn yang dijawab dengan anggukan kepala mengerti.
“Maaf Khun Jane jika saya lancang bertanya. Apakah Khun Kim melakukan transaksi di pelabuhan nanti malam?” Tanya Korn
“Hhmm.. dia bilang begitu. Kau tidak tahu?” Jane balik bertanya, yang dijawab dengan gelengan kepala pelan.
“Khun Kim hanya memerintahkan saya untuk menjaga anda dengan ketat malam ini” jawab Korn jujur, yang dibalas dengan anggukan kepala pelan.
__ADS_1
“Korn, bisakah kau belikan aku beberapa camilan untuk nanti malam. Aku yakin, nanti malam tidak akan bisa tertidur” pinta Jane dengan wajah yang kembali ditekuk.
“Tentu Khun Jane, katakan apa yang anda inginkan. Saya akan meminta seseorang untuk membelikannya untuk anda.”
“Kenapa tidak kau saja?”
“Maaf Khun Jane, Khun Kim memerintahkan saya untuk tetap berada disekitar anda, maka dari itu saya tidak bisa pergi kemana pun tanpa perintah langsung dari Khun Kim. Namun anda tidak perlu khawatir, karena saya akan memerintahkan seseorang untuk mendapatkan apa yang anda inginkan” jelas Korn
“Hhmm.. tidak perlu mencarikan seseorang untuk melakukan itu. Sepertinya aku akan meminta bantuan Nik saja, sekalian aku akan memintanya untuk menginap malam ini” tolak Jane
“Baik Khun Jane, hubungi saya jika anda membutuhkan sesuatu” Korn menundukkan tubuhnya sejenak sebelum benar-benar pergi dari tempat itu.
•
•
Ditempat lain, Kim terlihat begitu serius menatap layar komputernya. Ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebelum mengambil libur besok.
“Ar.. bagaimana dengan persiapan nanti malam?” Seru Kim setelah beberapa jam ini mereka saling terdiam.
“Semua sudah siap Khun Kim.” Jawab Aroon
“Kau sudah memastikan keamanan tempat itu?”
“Saya sudah mengirim beberapa anak buah anda untuk mensterilkan tempat itu. Dan untuk senjata yang akan kita kirim nanti, semuanya sudah lengkap sesuai dengan pesanan” jelas Aroon
“Bagus! Pastikan tidak ada satu orang pun selain orang kita, yang mengetahui hal ini.”
“Baik Khun Kim”
“Anda membutuhkan sesuatu Khun Kim?” Tanya Aroon yang mendengar suara helaan nafas berat tuannya.
“Aku ingin memakan sesuatu. Carikan aku coklat yang disukai oleh Jane” titahnya, yang berhasil mengundang ekspresi bingung dari wajah Aroon.
Sejak kapan tuannya menyukai makanan manis itu?
“Bukankah anda tidak menyukai makanan manis itu Khun Kim?” Tanya Aroon yang sedikit merasa bingung.
“Ah itu, Aku merindukan istriku, siapa tahu dengan memakan makanan kesukaannya, rinduku sedikit terobati” jawab Kim dengan santai.
“Rindu? Khun Kim bahkan baru berpisah 1 jam yang lalu, tapi sudah rindu?” Batin Aroon.
“Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya Ar, karena kau belum mempunyai istri” seru Kim lagi, seolah dapat membaca pikiran Aroon walau hanya melirik lelaki itu.
“Baik Khun Kim, saya akan mencarikannya untuk anda” jawab Aroon dengan cepat.
“Apakah Khun Kim bisa membaca pikiranku” Batin Aroon lagi.
“Hhmm.. cepatlah! Aku tidak ingin mati karena menahan rindu” ujar Kim lagi.
“Baik Khun Kim”
“Sepertinya aku harus mengganti nama Khun Kim, menjadi Kim Nan bucin Ratanaporn” Aroon kembali membatin sembari bergegas keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
“Ah Ar, tunggu..” panggil Kim tiba-tiba, membuat gerakan Aroon terhenti.
“Belikan aku di tempat yang sama, seperti yang kau belikan waktu itu bersama Nik” imbuh Kim.
“Baik Khun Kim” jawab Aroon.
“Nik, aku hampir melupakannya. Bagaimana keadaannya sekarang?!” Batin Aroon yang tiba-tiba teringat dengan wanita pertama yang mendaratkan tangannya tepat di pipi mulusnya.
•
•
Sedangkan di suatu tempat, ada seseorang tengah menyusun rencana bersama rekannya untuk misi yang akan mereka jalankan nanti malam.
“Baik, aku akan meminta adikku untuk menjalankan misi ketiga. Sedangkan aku akan menjalankan misi pertama dan kau misi kedua.” Ujar seorang lelaki yang tengah berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepun.
“…….”
“Kau tidak perlu khawatir, rencana kita kali ini akan berhasil. Aku akan mengerahkan seluruh anak buahku” imbuhnya.
“…….”
“Baik, kirimkan saja fotonya”
•
•
Disinilah Aroon saat ini, sebuah toko besar yang didalamnya terdapat berbagai varian coklat dari beberapa negara di dunia.
Ia berdiri didepan etalase yang berada di bagian belakang, menatap bingung ke arah deretan coklat dengan berbagai bentuk dan rasa yang lumayan banyak. Ini terlalu banyak, Aroon tidak tahu harus membeli yang mana.
“Apakah aku harus membeli semuanya?” Gumam Aroon dalam hati.
“Sebelumnya aku tidak perlu memilih seperti ini. Andaikan ada Nik disini” gumamnya lagi dalam hati, namun tiba-tiba ia kembali menggeleng ribut.
“Tidak, tidak.. aku tidak pantas mengingatnya lagi.”
Aroon memutuskan untuk kembali menatap deretan coklat-coklat itu, meskipun sampai saat ini ia tidak tahu harus membeli yang mana. Tangannya sibuk menunjuk ke kanan dan ke kiri secara bergantian, layaknya anak kecil yang sedang memilih mainan.
“Ah, aku ingat..Nik mengambil coklat yang ini waktu itu” dialog Aroon dengan dirinya sendiri, yang tanpa ia sadari telah menyebut nama gadis itu lagi.
Tangan Aroon bergerak dengan antusias yang tinggi, hendak meraih coklat dengan bentuk persegi di depan matanya.
KREKk!!
Tanpa di duga, bukan hanya tangan Aroon yang mendarat di atas coklat itu, ada tangan lain yang juga bertengger disana.
Aroon menatap tangan putih mulus itu untuk beberapa detik lalu setelah ia melirik kesamping, tepat ke wajah sang pemilik tangan.
“Kau…”
Bersambung..
__ADS_1