Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 31


__ADS_3

*Holla guys**🤟🏻*


✨Happy Reading✨


•


•


Kim tengah fokus menatap layar ponselnya, yang tengah menampakkan sebuah rekaman cctv yang tersambung secara langsung ke Mansionnya. Lebih tepatnya, cctv itu dipasang didalam kamarnya bersama Jane.


Terlihat jelas, istrinya tengah tertidur pulas dan dijaga dengan ketat oleh Aroon. Entah mengapa rasa khawatir tentang Jane setelah kejadian beberapa hari yang lalu masih membekas didalam dirinya. Kim berubah sangat posesif kepada Jane, bukan tanpa alasan ia melakukan hal itu. Kim takut jika sang istri mencoba untuk melukai dirinya lagi.


Kim tidak pernah meninggalkan Jane barang sedetik pun. Setiap hari, Kim selalu mengajak Jane kemana pun ia pergi. Contohnya mengajaknya pergi ke kantor, bertemu dengan klien, meeting diperusahaan, Jane pasti selalu diajak olehnya. Bahkan Kim menemani sang istri ke kamar mandi hanya untuk sekedar buang air atau mandi. Lelaki itu hanya akan pergi keluar seorang diri hanya jika sang istri tertidur. Waktu itu pun ia hanya gunakan untuk bertemu dengan mertuanya dan memberikan informasi mengenai Jane. Meskipun tertidur, Kim tidak akan lengah, ia pasti menugaskan Aroon untuk menjaga Jane dan dia akan dengan cepat kembali, ketika mendapat laporan jika Jane sudah bangun.


Mungkin terdengar konyol dan terlalu berlebihan, namun semua itu Kim lakukan demi sang istri. Kim tidak ingin merasakan rasa takut itu lagi, cukup sekali saja.


•


•


“Jadi kapan Jane akan kemari?” Pertanyaan yang sama selalu keluar dari bibir nyonya Aom ketika sang menantu datang untuk memberi informasi.


“Baby..” sela Aat mencoba untuk mengingatkan kembali sang istri.


“Segera, tapi aku harap kalian bersabar. Jika Jane sudah benar-benar tenang, aku pasti membawanya kemari” jawab Kim yang sangat mengerti jika mertua perempuannya itu tengah merindukan putrinya.


Aom mengangguk perlahan, ia tidak boleh egosi lagi. Kejadian waktu itu seharusnya dijadikan sebuah pembelajaran yang berharga untuknya.


“Hhmm.. terima kasih Kim. Tak henti-hentinya aku meminta maaf padamu atas semua hal yang terjadi. Maaf karena meragukanmu, memandangmu dengan sebelah mata. Seolah apa yang aku dengar dari orang lain lebih nyata.” Aom menatap lekat menantunya itu, rasa bersalah selalu menghampirinya jika mereka sudah bertemu seperti sekarang ini.


“Tidak apa nyonya Aom, lupakan yang sudah berlalu dan rangkai ulang semuanya menjadi lebih baik” balas Kim.


Sosok yang terkenal dingin dan tak suka dibantah itu, nyatanya begitu bijak ketika berhadapan dengan semua hal yang menyangkut tentang Jane. Dan semua itu sudah bisa menggambarkan bagaimana besarnya rasa cinta yang begitu tulus dari seorang Kim untuk Jane.


“Benar kata Hom, Jane sudah menemukan kebahagiaannya dan itu adalah kau Kim. Aku juga berterima kasih padamu karena sudah menjaga putriku dengan sangat baik.” Ujar Aat

__ADS_1


Kim menganggukkan kepala, namun sesuatu tiba-tiba mengalihkan perhatiannya.


DDRRTTT!!


Ponsel Kim bergetar dan itu menandakan jika ada panggilan yang masuk.


Aroon, nama itu terpampang jelas dilayar ponselnya dan ia tahu apa yang harus ia lakukan.


“Aku segera datang!”


•


•


“Saya mohon Khun Jane, bersabarlah! 2 menit lagi, tunggu 2 menit lagi.. Khun Kim pasti datang” Aroon tengah berusaha menahan nona mudanya agar tidak beranjak dari tempat tidur.


“Cckk.. aku sudah tidak tahan Ar!! Percayalah jika aku tidak akan melalukan hal yang aneh-aneh. Jadi biarkan aku pergi ke kamar mandi, atau aku akan membasahi kasur ini!!” Protes Jane frustasi karena menahan pipisnya.


Gadis itu sudah bangun sejak 15 menit yang lalu karena tiba-tiba ia ingin pergi ke kamar mandi. Namun ketika hendak beranjak, laki-laki yang menjadi tangan kanan sang suami, tiba-tiba datang dan mencegahnya.


“Ooiihh.. terserah!! Aku harus pergi!!” Jane yang sudah tidak tahan lagi, segera turun dari ranjang dan hendak masuk ke dalam kamar mandi.


BBRRAAKK!!!


“Jane!” Pekik Kim yang baru saja tiba dengan nafas tersengal-sengal.


“Cepatlah!!” Teriak Jane dengan kedua kaki yang tak henti bergerak gelisah.


Tanpa memperdulikan apapun lagi, gadis itu berlari masuk, disusul oleh Kim dibelakang sana. Sedangkan Aroon, seperti biasa ia akan pergi ketika tuannya sudah datang.


Beberapa menit berlalu, Jane telah menyelesaikan kegiatannya dan keluar dengan Kim yang menggendongnya ala bridal style.


“Kau masih mengantuk?” Tanya Kim dengan nada lembut, sembari menyelipkan anak rambut Jane ke belakang telinganya.


Jane menggeleng pelan “aku ingin menonton” pintanya dengan bibir yang sedikit mengerucut

__ADS_1


Kim tersenyum, merasa gemas dengan bibir tipis itu.


“Jane, maaf jika kau merasa tidak nyaman dengan sikapku yang begitu posesif akhir-akhir ini. Aku hanya ingin memastikan kau selalu aman. Aku masih merasa khawatir tentang kejadian itu. Aku harap kau tidak marah padaku” ujar Kim, sembari mendaratkan tangannya ke atas pipi mulus Jane dan mengelusnya perlahan.


Jane membalas senyuman Kim tak kalah manis, ia juga merasa gemas dengan sang suami saat ini. Wajah Kim yang seperti ini terlihat lucu dimatanya.


“Tidak ada alasan untukku merasa marah. Yang aku tahu hanyalah, kau melakukan semua ini karena mencintaiku dan itu membuatku merasa sangat berharga.” Balas Jane yang berhasil membuat senyum Kim semakin melebar.


•


•


Kim melirik Jane yang tengah asik menonton sebuah drama dari laptopnya, sedangkan dirinya memilih tetap berfokus pada pekerjaannya. Mereka tengah berada di dalam ruang kerja Kim sekarang, itu karena lelaki itu harus menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.


“Ar.. kau sudah melakukan apa yang aku minta?” tanya Kim kepada sang sekretaris yang berada dalam ruangan yang sama.


“Sudah tuan, sesuai perintah anda” jawab Aroon


“Bagus, ini baru peringatan pertama dariku! Dia harus tahu jika aku tidak pernah suka diganggu oleh siapapun”


Jane yang secara tidak langsung mendengar percakapan diantara keduanya, sedikit merasa tertarik.


“Dia? Dia siapa yang kau maksud?” seru Jane bertanya kepada sang suami.


“Seseorang yang dengan berani mengusikku” jawab Kim dengan kedua mata yang tadinya fokus ke arah komputer, kini beralih menata sang istri.


“Orang yang menyerangku waktu itu?” Tebak Jane


“Hhmm.. dia sudah dengan berani mengusikmu dan aku harus memberinya pelajaran!”jelasnya


Jane kembali fokus ke layar laptopnya, merasa sudah cukup dengan jawaban yang diberikan oleh Kim. Meskipun ia tidak tahu peringatan seperti apa yang dimaksud oleh suaminya itu. Namun yang pasti, Jane sangat tahu jika semua itu Kim lakukan demi dirinya.


Bersambung…


Jangan lupa like, komen dan Voteđź’šđź’™

__ADS_1


Bagaimana kesannya sudah membaca sampai Chapter ini? Masih betah kan??


__ADS_2