Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 37


__ADS_3

Holla Guys🤟🏻


✨Happy Reading✨


•


•


“Jane.. lihat aku membawa apa?” Seru Kim dengan 2 paper bag ditangannya.


Sedangkan wanita yang tengah meringkuk di dalam gulungan bad cover berwarna putih bersih itu, tak bergeming sedikit pun. Ia masih setia menggulung tubuhnya disana, memejamkan mata, sembari menahan rasa nyeri yang membuatnya kesal.


“Jane, ayo buka selimutnya sebentar saja. Aku yakin kau akan senang melihat sesuatu yang aku bawakan untukmu” celoteh Kim yang masih berusaha membujuk sang istri.


“Sstt.. diamlah! Perutku semakin nyeri” geram Jane, karena memang ia tidak nyaman sekarang ini.


Kim meletakkan paper bag yang berisikan berbagai jenis coklat dan snack itu keatas meja, lalu mencoba untuk menghampiri Jane sebentar serta duduk ditepi ranjang.


“Apa yang harus aku lakukan agar bisa sedikit mengurangi rasa nyeri itu?” Tanyanya dengan nada lembut, yang mustahil untuk didengar oleh orang lain, selain Jane.


“Aku tidak tahu! Karena dibulan-bulan sebelumnya, aku hanya bisa tidur seperti ini dan menunggu hingga ia hilang dengan sendirinya” jelas Jane yang sedikit melunak. Ia tidak ingin bersikap dingin seperti ini kepada suaminya, namun rasa sakit itu sungguh membuatnya kesal.


“Jane.. aku tidak tahu bagaimana sakit yang kau rasakan saat ini dan seberapa hebatnya rasa sakit itu. Aku pun tak bisa menghilangkan rasa sakit itu, karena aku sendiri tidak tahu caranya. Namun, sebisa mungkin aku akan membuatmu melupakan rasa sakit itu dengan semua hal yang kau sukai. Dan jika boleh aku meminta, aku ingin menggantikanmu merasakan sakit itu.” Tutur Kim sembari mengelus pelan kepala Jane yang masih berada di bawah selimut.

__ADS_1


Brakk!!


Jane akhirnya luluh dan membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Menatap haru ke arah lelaki yang tengah tersenyum tulus ke arahnya.


“Hy.. kau ingin sesuatu?” Tanya Kim dengan senyum mengembang diwajahnya.


“Apakah kau selalu tersenyum seperti ini kepada semua orang diluar sana?” Jane balik bertanya, membuat Kim mengernyitkan dahinya namun tetap mempertahankan senyumannya.


“Tidak ada seorang pun, selain dirimu yang bisa membuatku tersenyum seperti ini. Kau satu-satunya Jane, satu-satunya orang yang berhasil membuatku tersenyum hanya karena menatap wajahmu” jawab Kim, membuat Jane ikut tersenyum dibuatnya.


“Tunggu disini, aku mempunyai sesuatu untukmu” Kim beranjak dari tepi ranjang, lalu mengambil kembali paper bag yang ia letakkan diatas meja.


Jane memiringkan wajahnya, menatap heran sang suami yang terlihat begitu antusias.


“Waahhh!!” Mata Jane berbinar menatap berbagai jenis coklat di atas seprai berwarna putih.


“Ini untukku?” Tanyanya dengan eskpresi wajah senang.


“Hhmm.. semua ini untukmu” Kim mengangguk dengan cepat.


Namun entah mengapa eskrepsi Senang yang ditampilkan Jane tidak berlangsung lama. Wanita itu kembali menekuk wajahnya, namun kini terlihat bersedih.


“Maafkan aku..” lirih Jane, menbuat Kim mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


“Untuk apa?” Tanya Kim


“Kau pasti sangat kesusahan karena moodku yang tidak jelas ini. Kau pasti lelah menghadapi sifatku yang manja..”


“Ssttt.. apa yang kau katakan?! Aku tidak pernah merasa disusahkan sama sekali. Bukankah aku sudah pernah mengatakan ini sebelumnya! Aku justru merasa senang dan tertantang, karena ini pengalaman pertamaku menemani seorang wanita yang tengah datang bulan. Ini pengalaman yang luar biasa bagiku Jane, aku sangat menyukai peranku sekarang ini” potong Kim.


Jane tak bisa berkata-kata sekarang ini. Ia sangat bersyukur karena dipertemukan dengan seseorang yang begitu menghargai dirinya yang tak begitu sempurna ini. Yang jelas, rasa cintanya kepada lelaki itu akan bertambah setiap harinya.


“Terima kasih My husband. Aku tidak tahu harus mengungkapkan rasa syukurku seperti apa lagi. Namun yang pasti, aku merasa sangat beruntung dicintai oleh lelaki seperti mu.” Ujar Jane


“Tidak perlu berterima kasih, cukup dengan kau disampingku, aku akan merasa sangat bahagia” Kim meraih tubuh sang istri dan memeluk erat seperti biasa.


Tak lupa, ia menyelipkan tangannya kedalam selimut Jane untuk mengelus perut bagian bawah wanita itu.


“Kim!!” Pekik Jane terkejut.


“Maaf, aku hanya berusaha membantumu untuk mengurangi rasa sakitnya. Menurut article yang aku baca, dengan mengelusnya perlahan, itu dapat membantu mengurangi rasa sakitnya” imbuh Kim sembari tetap melanjutkan kegiatannya.


“Sepertinya akan jauh lebih nyaman jika sambil tidur” ujar Jane memberi ide.


“Ide yang bagus, sekarang berbaringlah!” Pinta Kim.


Setelahnya, mereka tidur bersama, dengan posisi Kim memeluk sang istri dari belakang, sembari mengelus pelan perut bagian bawah Jane. Ini menjadi tidur siang yang begitu romantis bagi keduanya.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2