Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 60


__ADS_3

...✨Happy Reading✨...




#NIKPOV


Aku merasa sangat lelah sekarang, padahal jarak yang aku tempuh tidaklah terlalu jauh . Sebelumnya aku biasa berjalan jauh, namun entah kenapa sekarang rasanya tidak sanggup walaupun hanya beberapa langkah saja. Aku sangat tahu alasan dibalik rasa lelahku ini, maka dari itu aku tidak mau terlalu mengeluh.


Bukan hanya mudah lelah, setiap paginya aku selalu disibukkan dengan kegiatan bersemedi di kamar mandi. Memegangi pinggiran wastafel lalu tertunduk lesu setelahnya. Namun yang membuatku heran, semua itu hanya terjadi di pagi hari karena di siang harinya aku sudah kembali normal. Bahkan nafsu makanku meningkat drastis.


Aku berada di bandara saat ini, setelah melepas rindu dan mengantar kembali kedua orang tuaku, aku memutuskan untuk segera kembali. Satu cup ice cream rasa coklat, menjadi teman terbaiknya untuk melangkah menuju mobilku yang terparkir basement.


Perlu kalian ketahui, aku sudah berkata jujur kepada orang tuaku mengenai kecerobohanku ini. Disinilah aku merasa menjadi manusia yang begitu beruntung karena memiliki orang tua luar biasa seperti mereka, terlebih bisa menerima semuanya. Tidak ada satu kalimat dengan nada tinggi yang keluar dari bibir mereka, hanya ada nasihat dan kalimat penguat yang aku dengar. Meskipun aku tahu jika jauh di dalam lubuk hati mereka, pasti ada rasa kecewa yang terpendam.


Sepanjang perjalanan nampak baik-baik saja, hingga tanpa sengaja aku melihat kerumunan orang-orang di depan sana. Entah apa yang terjadi, awalnya aku ingin berlalu pergi dan tidak mau tahu. Namun entah mengapa kakiku melangkah dengan sendirinya ke arah kerumunan itu.

__ADS_1


Apa yang sedang terjadi?


Pertanyaan itu berputar di kepalaku, rasa takut dan penasaran bercampur menjadi satu. Aku melangkah semakin pelan namun tetap mendekat ke arah kerumunan yang sedikit demi sedikit mulai berkurang. Tidak bisa aku pungkiri jika jantungku sedikit berdetak kencang karena takut.


“Dia pergi..”


Samar-samar kU dengar suara pria tengah bergumam sembari terisak pelan, dengan beberapa orang yang coba menenangkannya. Aku semakin penasaran dan kembali mendekatkan tubuhku, mataku sudah sangat gatal ingin mengintip.


“Permisi nyonya, apa yang terjadi di depan sana?” Aku mencoba bertanya pada sosok wanita tua yang berada tak jauh dari jangkauanku. Wanita tua itu menoleh ke arahku dan tersenyum ramah.


“Seorang pria mengamuk beberapa saat yang lalu, dan memaksa masuk ke dalam lapangan lepas landas. Katanya ingin mencegah keberangkatan salah satu pesawat” jelasnya dan membuat diriku semakin penasaran.


“Petugas tentu saja melarang. Dan tidak lama setelah itu pesawat yang ia maksud sudah lepas landas. Sekarang dia menangis disana, sepertinya ia sudah kehilangan seseorang” imbuhnya dan aku hanya menganggukkan kepala


“Terima kasih nyonya”


Aku yang penasaran, memilih untuk mendekat, masuk di antara kerumunan untuk menghilangkan rasa penasaranku. Sosok pria dengan tubuh kekar tengah tertunduk di depan sana, namun aku merasa sangat familiar dengan postur tubuh itu.

__ADS_1


Dahiku mengernyit perlahan, menelisik lebih dalam tubuh yang dibalut setelan jas berwarna biru navy itu. Aku berusaha untuk mencari celah agar bisa mengintip wajahnya walaupun hanya satu inci saja. Dan aku mendapatkannya…


Tunggu!!


Pria ini…


“Aroon…”


#NIK POV END


Bersambung…


Hollaa…


Udah siap liat Aroon bucin belum?


Aku kasi spoiler dikit deh..

__ADS_1


*Level bucinnya dua tingkat di atas Kim**🤪*


__ADS_2