Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 29


__ADS_3

*Holla guys**🤟🏻*


✨Happy Reading✨


•


•


Sudah lewat beberapa hari sejak kejadian itu, Aom masih tidak percaya jika dirinya menjadi penyebab rasa sakit yang dirasakan oleh putri bungsunya. Atau bahkan, dirinya juga yang menjadi penyebab putra sulungnya memilih pergi dari mansion megah Suchart Family.


Ia terduduk, memandang ke arah luar jendela dengan tatapan kosong. Setelah mendengar semua isi hati seorang Jane, Aom merasa begitu terluka. Ia seorang ibu, seharusnya ia adalah sosok yang harus memberikan kasih sayang dan tempat ternyaman untuk anak-anaknya. Namun lihat, nyatanya ia malah menjadi seseorang yang menorehkan luka dalam di hati kedua putra putrinya.


“Baby.. kau ingin sesuatu?” Tanya Aat yang kini duduk di samping sang istri sembari menarik tubuh itu untuk bersandar padanya.


Aom menggeleng pelan, membuat Aat kembali menarik nafas pelan. Lelaki itu sama terlukanya dengan sang istri, rasa penyesalan karena bersikap acuh dan egois kembali menghantuinya. Namun ia harus tetap kuat, demi membangkitkan kembali semangat wanita yang begitu ia cintai.


“Hey.. ada seseorang yang ingin bertemu denganmu” seru Aat, membuat Aom sedikit menoleh ke arahnya.


“Jane?” Tanya Aom dengan wajah penuh harap.


Aat tersenyum menanggapi pertanyaan sang istri. Ia sangat tahu jika istrinya itu pasti ingin bertemu dengan putri mereka, namun Kim mengatakan jika belum bisa.


Ya, menantunya itu datang hampir setiap hari. Memberitahukan tentang kondisi Jane dan memperingatkan untuk tidak bertemu dengan gadis itu untuk sementara waktu.


Satu hal yang membuat Aat tertegun dengan Kim. Lelaki yang terkenal kejam dan dingin itu, memiliki sisi lembut dan penuh pengertian. Ia tidak pernah menyangka jika seorang Kim akan mau direpotkan oleh dirinya. Ia tidak bisa menghubungi Jane, jadi dia meminta kepada lelaki itu untuk datang dan memberi informasi tentang putrinya. Awalnya ia merasa ragu jika Kim akan mengiyakan niatnya. Tapi siapa sangka, lelaki itu selalu datang dan memberi informasi sesuai permintaan Aat.


Aat menggeleng pelan, membuat Aom kembali menekuk wajahnya “Tha datang! Dia bilang ingin bertemu denganmu” bisik Aat ditelinga sang istri.


Mendengar nama seseorang yang sudah cukup lama ia lupakan keberadaannya, berhasil mengundang eskrepsi terkejut Aom.

__ADS_1


“T-ha?”


“Hhmm.. dia membawa kue tiramisu kesukaanmu” imbuh Aat, yang segera membantu sang istri untuk berdiri.


Aom bergegas untuk menemui putranya, sosok lelaki yang pergi begitu saja tepat 7 tahun lalu.


“Diamlah disana Ma. Aku yang akan datang menghampirimu” suara lembut itu datang dari arah luar ketika Aom hendak berlari keluar ruangan.


“Ma.. apa kabar?”


Aom membeku ditempat, air matanya luruh membasahi pipinya yang masih pucat karena dirinya tak memakan apapun sejak kemarin.


“T-ha.. ini benar kau?” tanya Aom dengan nasa bergetar.


Sosok tampan yang begitu mirip dengannya, kini berdiri dengan kedua tangan terlentang serta senyum manis yang begitu ia rindukan.


Aat mengangguk setuju, dan Didetik itu juga, Tha berlari dan memeluk tubuh sang ibu dengan erat. Suara tangisan kembali terdengar, tangisan yang menggambarkan rasa saling merindukan satu sama lain.


Ya, setelah mendengar rekaman yang dikirimkan oleh bi Hom. Tha akhirnya memilih untuk kembali, secara tidak langsung, ia ikut merasa bersalah dengan apa yang telah dirasakan oleh sang adik. Ia sama egoisnya dengan ayah dan ibunya, sehingga harus mengorbankan perasaan Jane.


“Tha..hiks.. maafkan Ma..” satu kalimat lolos dari bibir Aom.


“Sstt.. Ma tidak salah, Tha yang seharusnya meminta maaf karena pergi begitu saja” Thanapon mengusap lembut punggung sang ibu. Untuk beberapa saat, mereka berpelukan seperti itu. Saling menyalurkan rasa rindu yang terpendam cukup lama.


“Bisakah kau tetap disini dan tidak meninggalkan Ma lagi? Ma berjanji akan menjadi ibu yang lebih baik lagi” ujar Aom dipelukan putranya.


“Tentu Ma, Tha tidak akan pergi kemana-mana” jawab Tha


“Dan bisakah kau melepaskan istriku, Hah? Ini sudah terlalu lama” seru Aat yang berhasil mengundang senyum heran yang tertahan dari bibir Tha.

__ADS_1


“Ternyata Pa belum juga berubah, masih cemburu dan posesif” sindir Tha.


“Oh tentu saja, aku tidak akan membiarkan siapapun merebut wanita yang aku cintai” jawab Aat yang tak mau kalah.


“Haha bahkan kepada anakmu sendiri?” Tha hanya bisa tertawa pelan mendengar penuturan sang ayah.


“Carilah wanita yang kau cintai, maka kau akan tahu apa yang aku rasakan” ejek Aat


Tha tidak membalas, ia hanya tersenyum mendengar nada ejekan dari bibir sang ayah. Ia hanya berfokus kepada sang ibu, memeluk wanita tua dengan erat.


Untuk beberapa hari ini Tha tersadar jika dirinya juga egois. Kehidupannya terbilang cukup beruntung jika dibandingkan dengan sang adik. Ia tidak tahu jika Jane mendapat begit banyak tekanan yang tidak bisa ia bayangkan jika dirinya berada di posisi itu.


Tha masih bisa bermain dengan teman sebayanya, bisa menentukan ingin bersekolah dimana dan meraih mimpi yang ia mau. Namun Jane, gadis itu hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya. Dan semua itu cukup membuat Tha merasa tertampar oleh fakta. Fakta yang memperjelas bagaimana egoisnya diri seorang Thanapon selama ini.


“Ma.. bagaimana jika kita kebawah dan menikmati kue tiramisu kesukaanmu? Pa pasti tidak pernah membelikannya untukmu kan?” Tha melerai pelukannya dengan sang ibu, lalu menatapnya dengan senyum manis.


Aom mengangguk pelan, sedangkan Aat mendelik kesal.


“Siapa bilang Pa tidak pernah membelikannya. Jangan sok tahu” protes Aat yang tidak terima.


“Jangan perduli kan lelaki tua itu Ma. Lebih baik kita turun dan makan bersama” Tha merangkul tubuh Sang ibu, lalu mengajaknya untuk keluar dari sana.


“Tha, kau baru saja kembali dan sudah mengajakku bertengkar! Hey!! Dia istriku, kembalikan istriku!!” Teriak Aat yang mengejar dari arah belakang.


Seperti itulah kehidupan mereka terdahulu, Tha dan sang ayah yang selalu bertengkar memperebutkan Aom. Sedangkan Jane, gadis yang selalu terlihat ceria, hanya bisa tertawa palsu melihat tingkah mereka.


Bersambung…


Bonus🥳

__ADS_1


__ADS_2