Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 12


__ADS_3

Holla guys🤟🏻


✨Happy Reading✨




Ruangan yang tidak terlalu besar, didominasi dengan warna grey, duduk seorang laki-laki di kursi kebesarannya dengan wanita yang tetap setia mengikutinya sampai hari ini.


Tercium bau ketegangan di antara mereka berdua saat ini, jika melihat bagaimana raut wajah wanita yang nampak begitu khawatir.


“Tapi Khun, anda yakin dengan rencana ini?! Anda tahu sendiri, siapa itu Kim Nan” protes wanita dengan pakaian serba hitam yang tengah menatap ragu ke arah tuannya.


“Tentu! Apa yang harus kau takutkan? Aku tidak akan menyakiti Jane” jawab lelaki itu dengan santai.


“Saya hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada anda Khun, mengingat Kim Nan adalah sosok yang berbahaya. Bahkan orang yang berada jauh di atas kita, akan berpikir seribu kali hanya untuk sekedar memanggil namanya”


“Jangan banyak berkhayal, lebih baik kau ikuti perintahku! Bawa Jane datang kehadapanku!” Titah tegas tak ingin dibantah, membuat wanita itu menghela nafas panjang.


“Baiklah Khun, saya akan membawa Khun Jane datang kemarin” jawabnya, lalu bergegas pergi meninggalkan lelaki keras kepala itu.




1 minggu kemudian…


“Bagaimana dengan pameran butikmu? Apakah berjalan lancar?” tanya Kim sembari mengunyah menu sarapan yang disiapkan oleh Jane.


“Hhmm.. sejauh ini lancar. Aku sedikit lega karena hari ini adalah yang terakhir, jadi aku bisa sedikit lebih bersantai dan yang paling penting, aku mempunyai banyak waktu untuk mengantarkan makan siangmu nanti” jawab Jane yang ikut menikmati sarapannya dengan damai.


Kim tersenyum simpul, lihatlah, bagaimana sederhananya kebahagiaan seorang Jane di matanya.


“Aku senang mendengarnya” ujar Kim, membuat Jane sedikit terkejut dengan pernyataan lelaki itu.


Jane melirik jam tangannya “sepertinya aku harus segera pergi” serunya, sembari mengelap bibirnya dengan sehelai tisue.


Kim menganggukkan kepala pelan, ternyata lelaki itu juga sudah menghabiskan makanannya yang berada di piring.


Jane mengambil tas kecil berwarna cream yang ia letakkan tak jauh dari sana, beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri sang suami.


Ada kebiasaan baru yang tercipta di antara mereka, yaitu saling memberi ciuman yang cukup lama seperti satu minggu sebelumnya.


Jane menutup matanya, menikmati kegiatannya bersama Kim. Mereka hanya akan berhenti saling ******* satu sama lain kala salah satu dari mereka kehabisan nafas.


“Hah..Hah..” Kim melepaskan bibir Jane, kala merasa wanita itu hampir kehabisan udara segar.


Jane mencebik kesal “Kenapa selalu aku yang kehabisan udara?”


“Itu karena kau terlalu bersemangat” jawab Kim yang kini tengah menatap kagum ke arah wajah Jane, sembari mendaratkan jari telunjuknya di ujung hidung Jane.


“Bolehkah aku pergi sekarang?” tanya Jane, karena tangan lelaki itu masih merengkuh pinggangnya dengan kuat.


Kim mengangguk, namun tangan serta tubuhnya berkata lain. Ia menarik tubuh wanita yang berhasil membuatnya tahu apa itu ‘Rumah’, memeluknya dengan erat lalu membisikkan sesuatu.


“Jaga dirimu baik-baik.” Bisiknya dengan nada lembut.

__ADS_1


“Hhmm..” jawab Jane sembari menganggukkan kepala pelan di dalam pelukan Kim.


Kim menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang membuatnya gila selama satu minggu ini. Aroma khas yang selalu membuat Kim ingin pulang.


“Aku pergi.. byeee!” Jane melepaskan pelukannya dengan cepat, melangkah menuju pintu keluar, karena jika ia biarkan seperti itu, sudah dipastikan mereka berdua tak akan bisa beraktivitas.


“Jane Ratanaporn!” Panggil Kim, membuat tubuh gadis itu membeku ditempat.


Apa yang dikatakan lelaki itu? Jane…. RATANAPORN??


Hey, apakah itu artinya…


Jane membalikkan tubuhnya, menatap lelaki itu dengan tatapan aneh.


“Aku mencintamu” ujar Kim dengan wajah tenang dan tatapan tulus.


Ooiiii, siapapun… tolong tampar Jane sekarang juga. Apa yang dikatakan lelaki itu, Hah? Apakah dia tidak salah dengar?


Jane tertegun, matanya mengerjap pelan, berusaha mencerna kata-kata yang keluar dengan mudah dari mulut lelaki itu.


“Terima kasih untuk semuanya. Untuk kehidupan baruku yang lebih berwarna. Rumah ini sangat nyaman dan hangat, aku menyukainya!” Bisik Kim, yang tanpa Jane sadari, lelaki itu kembali merengkuk tubuhnya, memeluknya dengan begitu erat.


“K-Kim.. katakan sekali lagi” pinta Jane dengan jantung yang berdetak tak karuan.


Kim melerai pelukannya, meraih wajah Jane dan menatapnya dalam “AKU MENCINTAMU, JANE RATANAPORN” ujar Kim dengan lantang.


Tanpa memberi jawaban apapun untuk ungkapan cinta seorang Kim, Jane meraih tengkuk lelaki itu dan kembali menyatukan bibir satu sama lain. Kini Jane yang memimpin, gadis itu mencium lelakinya dengan sangat lembut, menyalurkan semua rasa cintanya yang tak kalah besar.




“Ar.. apakah ada tanda-tanda istriku datang?” tanya Kim tanpa mengalihkan atensinya dari ponsel yang sedari tadi diam membisu.


Aroon menoleh dengan cepat, apa katanya? Istri? Sejak kapan tuannya mengakui jika gadis itu adalah istrinya.


“Saya akan mengeceknya terlebih dahulu Khun Kim” jawab Aroon yang dijawab dengan anggukan kepala.


Tangan serta mata Aroon bergerak dengan cepat, melihat dihampiri seluruh bagian perusahaan untuk mencari keberadaan istri dari tuannya itu.


“Tidak ada tanda-tanda jika Khun Jane datang kemari Khun Kim” lapor Aroon.


Kim mengkerutkan dahinya, apakah terjadi sesuatu dengan gadis itu? Jane tidak pernah seperti ini sebelumnya?


“Saya akan menghubungi Korn untuk memastikan keadaan Khun Jane” seru Aroon yang mengerti akan raut wajah khawatir tuannya.


“Aku menemukan fenomena langka lagi! Untuk pertama kalinya khun Kim mengkhawatirkan seseorang” gumam Aroon dalam hati.


“Korn..”


^^^“Khun Ar.. khun Jane menghilang!”^^^


“…….”


Aroon nampak berpikir sejenak, bagaimana bisa nonanya itu menghilang.


“Kerahkan semua rekan-rekanmu! Aku akan menyusul!!”

__ADS_1


Tut!!tut!!


Aroon menutup sambungan telepunnya dan beralih menatap tuannya.


“Ada apa Ar?” Tanya Kim yang mengerti akan tatapan sekretarisnya itu.


“Maaf Khun Kim, Korn memberitahuku jika Khun Jane hilang dari pengawasannya!”


Deg!!


Kim menatap tajam ke arah Aroon, seolah tak terima dengan apa yang dikatakan oleh sekretarisnya itu.


“Cari dia bagaimanapun caranya!!” Titah Kim.


Siapa yang berani bermain-main dengannya?




#FLASHBACK ON


Jane tengah berada di dalam toilet wanita salah satu mall yang menjadi tempat diadakannya pameran.


Ia tengah merapikan penampilannya sejenak, sebelum pergi untuk membawa makan siang ke perusahaan sang suami. Namun tiba-tiba seseorang datang dan membuatnya terkejut.


“Diana?!” Pekik Jane kala melihat seseorang yang begitu ia kenal berada di pantulan cermin dihadapannya.


“Maaf khun Jane karena membuat anda terkejut. Bisakah anda ikut dengan saya sebentar?” tanya Diana dengan sopan.


“Apakah ini perintah dari Phi Ta?” tebak Jane


“Benar Khun Jane”


“Aku sibuk saat ini. Bagaimana jika nanti saja” tawar Jane


“Maaf Khun Jane tidak bisa. Saya harus membawa anda saat ini juga” Diana melangkah semakin dekat, membuat Jane dengan terpaksa harus mengikuti kemauan gadis itu.


“Baiklah Diana. Aku tahu kau tidak suka basa basi” ujar Jane mengalah, dari pada harus berdebat dan berujung membuat keributan di dalam sana.


#FLASHBACK OFF


“Kau tahu bukan jika saat ini aku adalah istri Kim Nan?” tanya Jane kepada gadis yang duduk disebelahnya.


“Maaf Khun Jane, saya hanya menerima perintah dari Khun Ta..” jawab gadis itu dengan santai.


“Hah.. apakah tuanmu itu tidak tahu jika dia akan berada dalam bahaya jika berani mengusik Kim?” Jane menatap malas ke arah luar jendela mobil hitam yang tengah membawanya menunu suatu tempat.


“Saya sudah memperingatkannya khun Jane, hanya saja Khun Ta sangat keras kepala. Khun Ta hanya ingin memastikan sesuatu?” Jawabnya.


“Aaiiisss.. lelaki yang sangat kepo!!” Gerutu Jane.


Mereka kembali terdiam dengan pikiran masing-masing. Satu yang tengah ada di dalam benak Jane saat ini, apakah lelaki yang menyandang status sebagai suaminya itu, akankah lelaki itu menyadari jika saat ini dia tengah menghilang?


Bersambung…


*Jangan lupa like, komen, dan Vote**💚💙*

__ADS_1


__ADS_2