![Mafia In Love [KimJane]](https://asset.asean.biz.id/mafia-in-love--kimjane-.webp)
Holla Guys🤟🏻
✨Happy Reading✨
•
•
Bangkok, 13.00 pm
Wanita dengan rambut pirang serta kacamata hitam yang melekat sempurna di kedua matanya, tengah duduk menikmati secangkir kopi panas di salah satu restaurant terkenal di pusat kota Bangkok.
Wajahnya terlihat begitu sumringah, dengan senyum yang tak pernah pudar sejak pertama kali ia menginjakkan kaki di tempat itu. Alasannya adalah karena lelaki yang ia cintai, menghubunginya dan meminta untuk bertemu.
Tentu ia merasa senang, ini kali pertama setelah bertahun-tahun lamanya saling mengenal satu sama lain, lelaki itu meminta untuk bertemu.
“Kim..” seru Natcha, wanita itu berdiri dan menyambut lelaki itu dengan antusias.
Seperti biasa, lelaki yang dipanggil namanya itu hanya memasang wajah datar dan dingin. Tanpa basa basi, ia menarik kursi dan mendaratkan bokongnya, dengan sang sekretaris yang selalu setia berada di belakangnya.
Senyum Natcha perlahan pudar, ia memilih untuk duduk kembali dan menatap kesal ke arah Aroon.
Kenapa pria ini selalu ikut, menyebalkan. Batin Natcha.
“Natcha.. aku tak ingin membuang waktuku lebih lama lagi! Kau pasti sudah tahu, apa tujuanku mengajakmu ketempat ini!” Ujar Kim, memulai percakapan mereka.
Natcha tersenyum lagi “Tentu saja karena kau merindukanku” jawabnya dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Kim tersenyum simpul “Kau terlalu percaya diri Nat! Aku kemari hanya ingin memberitahu tentang suatu hal!”
“……”
“Jangan pernah bermain-main denganku Nat, kau lebih tahu siapa diriku! Mungkin kali ini aku membiarkanmu, tapi jika kau masih berani, maka aku akan benar-benar melupakan pertemanan kita!” Ucap Kim dengan nada penuh penekanan, membuat wajah Natcha berubah pias.
“A-apa maksudmu Kim?” tanyanya nada bicara terbata-bata dan wajah paniknya yang dapat dibaca dengan jelas.
“JANGAN COBA-COBA MENYENTUH ATAU PUN MENGUSIK MILIKKU NAT!!” Bisik Kim
Sial, apakah rencana Phi Andra gagal?. Batin Natcha dengan raut wajah yang semakin panik.
“Aku tidak melakukan apapun!” Kilah Natcha, masih berusaha untuk membela dirinya.
Kim tertawa pelan, apakah wanita dihadapannya ini lupa, siapa dirinya?
“Ya kau tidak tapi Andra! Kakakmu terlaku ceroboh Nat!” Ejek Kim, lalu segera bangkit dari posisi duduknya. Sedangkan Natcha hanya terdiam, tak mampu menjawab apapun.
“Apakah Andra tidak memberitahumu mengenai hadiah yang aku kirimkan padanya kemarin malam?!” Tanya Kim, membuat Natcha kebingungan dibuatnya.
__ADS_1
“Hadiah?” gumam Natcha
“Kau bisa tanyakan langsung padanya, karena saat ini ia pasti tengah sibuk merapikan hadiah-hadiah itu!” Imbuh Kim dengan senyum devilnya.
Kenapa Natcha merasa aneh dengan kata ‘Hadiah’ yang dikatakan oleh Kim.
Lelaki itu kini bangkit dari posisi duduknya “Satu lagi, katakan pada kakakmu, untuk tidak bermain-main denganku karena ia tidak ada apa-apanya untukku!”
“Kim tunggu..” Natcha berdiri dan menghentikan langkah Kim.
“Maafkan aku.. aku..aku tidak bermaksud seperti itu” Natcha memegang lengan lelaki itu dengan kuat, tak lupa ia memasang wajah menyesal sekarang.
“Lepas Nat! Sudah aku katakan jika aku mengampunimu kali ini!” Kim menepis tangan Natcha sedikit kasar.
“KIM!!”
Pllaakk!!
•
•
#FLASHBACK ON
Yutha Mansion
Namun suasana santai itu tidak berlangsung lama, ketika suara ketukan pintu membuyarkan semuanya.
“Selamat malam Khun An.. ada yang ingin bertemu dengan anda “ lapor salah satu anak buah Andra.
Ya, pria itu bernama Andra Yuthakorn, salah satu pemilik perusahaan industri terkenal di Bangkok. Ia juga kakak dari seorang model bernama Natcha Yuthakorn.
“Siapa?” tanya nya dengan mata yang masih memandang langit hitam di luar sana.
“Utusan Kim Nan” jawabnya singkat, namun mampu membuat Andra membeku hanya karena mendengar namanya.
“Aku akan segera turun!” Andra membuang sisa rokoknya dengan cepat, lalu melangkah pergi untuk menemui utusan dari seseorang bernama Kim Nan.
Tidak butuh waktu lama, Andra sudah berada di lantai dasar. Menatap heran ke arah beberapa bingkisan dengan beragam ukuran, berjejer di depan sana.
“Selamat malam Khun Andra..” sapa Aroon dengan senyum diwajahnya, membuat Andra sedikit merasa khawatir.
“Selamat malam Khun Ar. Ada gerangan apa, anda berkunjung ke mansion saya di malam hari seperti ini? Apakah ada sesuatu yang mendesak?” tanya Andra berusaha tetap tenang ditengah rasa khawatir yang menjalar didalam hatinya.
“Tidak ada yang begit penting! Khun Kim memintaku mengantarkan beberapa bingkisan untuk anda” jawab Aroon dengan wajah tenangnya.
Andra mengkerutkan dahinya “Bingkisan? Tapi dalam rangka apa?” tanya Andra
__ADS_1
“Mungkin untuk pertemanan Khun Natcha dan Khun Kim” jawab Aroon asal.
Andra benar-benar tidak yakin dengan jawaban lelaki itu.
“Maaf Khun Andra, saya tidak bisa berlama-lama! Tugas saya sudah selesai, dan saya mohon undur diri” pamit Aroon yang dibalas dengan anggukan kepala pelan oleh Andra.
Beberapa menit berlalu, setelah kepergian Aroon, Andra memberanikan diri untuk mendekat ke arah bingkisan dengan berbagai ukuran itu.
“Buka!” Titah Andra kepada anak buahnya
Anak buah Andra mulai bergerak, membuka salah satu bingkisan yang berukuran kecil terlebih dahulu.
Dan apa yang terjadi…
“SAATTTT!!!” Pekik Andra kala melihat isi dari bingkisan itu.
“Singkirkan benda itu dari hadapanku” teriaknya, menahan rasa mual serta ketakutan dari dalam dirinya.
“KKIIMMM!!!!” Geram Andra, dengan mata yang melotot tajam.
Bisa kalian tebak apa isi bingkisan itu?
Ya.. potongan kepala manusia yang dihias dengan pita berwarna merah muda, lalu dibungkus dengan rapi menggunakan kardus coklat.
Ttiinngg!!
Tak lama setelah itu, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.
Kim:
Kau sudah menerima hadiah dari ku?
Kim:
Semoga kau menyukainya!
Kim:
Itu peringatan pertama dariku, jika kau masih berani mengusik milikku, maka akan kupastikan, kepalamu yang akan aku bungkus dan aku jadikan bingkisan untuk adikmu tercinta!!
Andra mencengkram erat benda kotak itu dan melemparkannya ke sembarang tempat hingga hancur menjadi seribu.
“Aarrggghhh.. awas kau KIM!!!” Teriak Andra marah.
#FLASHBACK OFF
Bersambung….
__ADS_1
*Jangan lupa like, komen dan Vote ya**💚💙*