Mafia In Love [KimJane]

Mafia In Love [KimJane]
Chapter 21


__ADS_3

Holla guys🤟🏻


Yuhuu…


Udah lumayan jauh ya ternyata..


Sebelum lanjut, Aku mau ucapin terima kasih buat kalian yang udah mampir dan baca cerita gabut ini..


Love you😘


✨Happy Reading✨


•


•


A.R International Hospital


Jane tengah berlari menyusuri lorong rumah sakit bersama dengan Korn dibelakangnya. Raut wajahnya melukiskan dengan jelas jika saat ini, gadis itu tengah khawatir. Sebab, beberapa menit yang lalu, Aroon memberitahunya, jika sang suami mengalami kecelakaan kecil.


Bbrraakk!!!


“Kim!” Pekik gadis itu setelah berhasil masuk ke dalam ruangan yang dituju, membuat beberapa orang di dalam sana sedikit terkejut.


“Jane.. kau ada di..” kalimat lelaki itu terpotong, karena kini tubuhnya tengah dipeluk dengan erat oleh wanita yang menyandang status sebagai istri sekaligus seseorang yang paling ia cintai.


“Kau baik-baik saja bukan? Bagian mana yang terluka? Apakah parah? Apakah sudah ditangani? Siapa yang melakukan ini padamu? Dan Hey.. pipimu juga merah? Kim siapa?..” oceh Jane yang langsung dihentikan dengan kecupan singkat di bibir tipis itu.


Cup!!


“Aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil. Terima kasih telah mengkhawatirkanku” ujar Kim dengan senyum manis dan tatapan lembut seperti biasanya.


Arthit yang masih berada didalam ruangan itu, kini melotot tajam. Apa yang baru saja ia lihat?! Sahabatnya itu tersenyum dan bertutur kata lembut? Dan lagi tatapan itu, seperti bukan seorang Kim Nan.


Tatapan Jane belum berubah, meskipun Kim mengatakan jika dirinya baik-baik saja, namun dirinya masih belum merasa tenang.


“Hanya luka kecil di bagian bahu” imbuh Kim lagi, berusaha meyakinkan sang istri yang masih terlihat khawatir.


“Tapi pi..” kalimat Jane terpotong dan dirinya sedikit terkejut karena kedatangan seseorang yang secara tiba-tiba.


Bbrraakk!!


“JANE!! DENGARKAN MA BAIK-BAIK!! KEHIDUPAN PRIA INI SANGAT BERBAHAYA!! MA HAMPIR SAJA TERTEMBAK OLEH MUSUH DIA!!” Teriak seorang wanita yang masuk begitu saja ke dalam sana, diikuti oleh seorang laki-laki yang tak lain adalah suaminya sendiri. Dan berhasil mengalihkan pandangan semua orang.


“Tertembak?” tanya Jane, yang kini beralih menatap Kim.


Terdengar suara helaan nafas dari arah lelaki itu, awalnya ia ingin menyembunyikan kejadian itu kepada Jane. Namun sepertinya tidak bisa, ia harus memberi penjelasan kepada wanitanya agar tidak terjadi salah paham di antara mereka.


“Aku akan menjelaskan semuanya, jadi dengarkan aku baik-baik” ujar Kim yang mengerti dengan arti tatapan Jane.


#FLASHBACK ON


“KIM!!”

__ADS_1


PPLLAAKK!!


Suara tamparan itu terdengar nyaring dan berhasil membuat semua orang terdiam. Begitu juga dengan Natcha yang refleks menutup mulutnya. Siapa wanita tua ini?


“BERANINYA KAU BERSELINGKUH DIBELAKANG PUTRIKU!!” Teriak wanita tua yang tak lain adalah Aom Suchart.


Kim memegang bagian pipinya yang terasa perih, lalu beralih menatap wanita yang kini menyandang status sebagai ibu mertuanya.


“Nyonya Aom..” pekik Aroon hendak memperingatkan wanita tua itu, namun langsung dibungkam oleh tuannya, melalui isyarat tangan.


“Ini tidak seperti yang anda bayangkan nyonya Aom” ucap Kim dengan nada datarnya, terlihat jelas ia tengah menahan emosinya saat ini.


“Hahaha.. kau masih ingin mengelak?” Aom tertawa pelan, ia merasa sangat yakin jika lelaki itu tengah bermain belakang.


“Berhenti membuat kesimpulan sendiri nyonya Aom. Aku kemari dan menemui wanita ini untuk suatu urusan yang penting” jelas Kim.


Aom memutar bola matanya malas, tidak semudah itu baginya untuk percaya kepada lelaki itu. Terlebih ini adalah kesempatan untuknya, memisahkan Jane dan Kim.


“Urusan seperti apa yang kau maksud? Jelas-jelas aku melihat wanita ini menangis, seakan tak ingin ditinggalkan olehmu!” Ujar Aom yang tak ingin kalah.


Kim menarik nafas berat, tidak akan ada gunanya menjelaskan sesuatu kepada orang yang jelas-jelas tidak suka dengannya. Sedangkan Natcha, wanita itu memilih diam dan mengamati situasi yang ada.


“Lihat!! Aku harus memberitahu Jane tentang kejadian ini! Ia harus tahu bagaimana tingkah lakumu dibelakangnya” ancam Aom, sembari memperlihatkan sebuah foto dari layar ponselnya, yang ia dapat beberapa menit lalu. Memperlihatkan sebuah moment yang mampu membuat seseorang salah paham ketika melihatnya.


Kim mengepalkan tangannya kuat, masih berusaha menahan emosi yang sudah siap menguar kapan saja.


“Tunggu nyonya Aom, kau tidak bisa melakukan hal itu!” Ujar Kim yang tengah berusaha menghentikan langkah wanita tua yang tengah berlari keluar.


“Tidak!! Aku tidak akan berhenti sampai Jane melihat ini!” Teriak Aom dengan langkah kaki yang semakin cepat.


DOR!!


“Aaa..” pekik Aom kala sebuah peluru hampir mengenainya.


“Aakkhh..” Kim ikut memekik saat peluru yang mengarah kepada ibu mertuanya, kini bersarang tepat dibagian bahu kirinya.


Kim melindungi Aom dengan menarik tubuh wanita tua itu kedalam pelukannya.


“Khun Kim!!” Aroon hendak menghampiri tuannya, namun lagi-lagi Kim menolak.


“Ar.. periksa keadaan diluar!” Titah Kim kepada sekretarisnya yang sudah siap dengan senjata ditangan.


“Kau baik-baik saja nyonya Aom?” tanya Kim, namun tak mendapat jawaban apapun


Aroon berlari keluar, lengkap dengan beberapa anak buahnya yang sudah berjaga diluar sana, tepat setelah suara tembakan pertama terdengar.


“Ayo Khun Kim! Kita harus segera pergi dari sini” ujar Aroon yang dijawab dengan anggukan kepala pelan oleh tuannya.


Kim melirik ibu mertuanya sejenak “Aroon akan membantu anda masuk ke dalam mobil!” Titah Kim kepada wanita itu.


“Aroon, bawa Nyonya Aom masuk ke dalam mobilku dan pastikan keadaan benar-benar aman” perintahnya lagi.


“A-aku tidak mau!” Wanita tua itu tiba-tiba saja menolak dan membuat Aroon sedikit jengah.

__ADS_1


“Lalu? Apakah anda akan berlari sendiri masuk ke dalam mobil anda yang tak tahu berada dimana? Anda yakin jika mereka tidak mengincar anda?” Cerca Aroon yang sudah tersulut emosi.


“Ar..” panggil Kim


“Maaf Khun Kim” Aroon menundukkan kepala setelahnya.


Kim kembali menatap ke arah ibu mertuanya “Untuk kali ini saja, ikuti kata-kataku agar anda selamat! Ini demi Jane” imbuh Kim


Mau tidak mau, Aom harus mengikuti ucapan sang menantu. Karena jujur, ia sedikit trauma saat ini.


#FLASHBACK OFF


“Apakah sakit?”


Sebuah pertanyaan yang cukup sederhana lolos dari bibir tipis Jane, membuat Kim dan Aom menatap ke arahnya secara bersamaan.


“Kim.. aku tanya apakah sakit?” tanya Jane sekali lagi, sembari memegang pipi serta bahu kiri Kim yang terluka.


Kim mengerjap perlahan, Jane tidak marah padanya?


“Tadi iya, tapi sekarang tidak. Karena kau sudah datang” jawab Kim sembari melemparkan sebuah senyuman.


Aom yang terkejut dengan reaksi putrinya, langsung melayangkan sebuah kalimat protes.


“Jane!! Dia bertemu seorang wanita dibelakangmu! Dan dia hampir membahayakan nyawa Ma” adu Aom, berusaha memprovokasi.


Jane menghela nafas sejenak “Kim tidak akan melakukan itu Ma, aku percaya padanya! Dan suamiku terluka karena menyelamatkanmu, Ma masih bisa mengatakan jika dia membahayakan nyawamu?”


“Jane..” panggil Aom yang hendak protes lagi.


“Sudahlah Ma.. lebih baik kau pulang dan tenangkan diri” pinta Jane tanpa mengalihkan pandangan dari laki-laki yang kini telah mengisi hatinya.


Aom mendelik tidak percaya, Jane mengusirnya?


“Tapi Jane..”


“Pa, ajak Ma pulang.. suamiku sedang sakit dan aku harus merawatnya” potong Jane dengan cepat, membuat Aom kecewa dan keluar dari ruangan itu.


“Tentu..” jawab Aat yang memilih diam sejak tadi, tanpa mau ikut campur ke dalam perdebatan ibu dan anak itu.


“Baby.. biarkan Jane disini dan merawat suaminya! Sebaiknya kita pulang” ajak Aat dengan nada lembut.


Rasa kesal dan kecewa menjadi bekal nyonya Suchart pulang ke mansionnya. Bukan hanya gagal memprovokasi putrinya, ia juga tidak menyangka jika Jane akan lebih memili lelaki itu dibanding dirinya.


Sedangkan Arthit, lelaki itu hanya terdiam dengan sejuta pertanyaan di dalam kepalanya.


“Aroon apakah dia..” kalimat Arthit terpotong


“Sebaiknya anda rapikan peralatan medis anda dan tinggalkan ruangan ini dengan cepat, jika anda masih menyayangi mata serta perasaan anda” Ujar Aroon yang langsung berlalu pergi, membuat Arthit mencebik kesal.


“Ttsskk.. dasar orang aneh” gerutunya


Baru saja dirinya hendak berbalik dan bertanya kepada sahabatnya, sebuah pemandangan indah menghentikan niatnya.

__ADS_1


“Ai sat!! Apakah ini yang dimaksud oleh Aroon” geram Arthit dan langsung berlari keluar dari ruangan itu, meninggalkan sepasang suami istri di dalam sana.


Bersambung…


__ADS_2