
"Kak Kevin..."
Di luasnya bandara, Kevin mendengar seseorang memanggilnya. Lelaki itu mengenakan masker hitam, namun gadis berkulit putih susu yang kini sudah berdiri sejajar dengannya mampu mengenalinya.
Soraya Putri, seorang wanita cantik sahabat Namesya yang diperistri oleh seorang pengusaha asal Jepang, tubuh ramping, langsing dan tingginya tampak begitu selaras saat berada di samping Kevin.
"Eh."Kevin terkekeh saat Soraya yang akrab di panggil Raya menarik masker yang menutup separuh wajah Kevin yang mengenakan Hoodie berwarna abu-abu,"jahil banget kamu."komentar Kevin seraya menarik topi yang dikenakan Raya, mereka memang sudah seperti adik dan kakak, sebab Kevin sudah menganggap raya seperti adiknya sendiri begitupun sebaliknya, raya juga menganggap Kevin seperti seorang kakak baginya.
Raya terkikik melihat wajah Kevin yang terbebas dari masker ya ia rampas itu,"Kenapa memakai masker. Kak Kevin hanya menjemputku.Memangnya orang akan percaya kalau tiba-tiba kak Kevin di gosipkan denganku."oceh Raya.
Kevin tersenyum tipis,"Kakak tidak terlalu peduli dengan tanggapan publik. Kakak bisa mengajakmu untuk klarifikasi jika ada gosip tentang kita."kata lelaki itu,"Sini biar kakak yang bawa kopermu."imbuhnya seraya meminta koper yang di bawa Raya.
"Dengan senang hati kakakku tercinta..."balas Raya sebelum tertawa lepas.
Mereka berdua lanjut berjalan berdampingan keluar dari area bandara sembari terus mengobrol menceritakan banyak hal yang memang pantas untuk diceritakan. Tanpa mereka sadari memang ada kamera paparazi yang menjepretkan kamera mengambil banyak gambar mereka. Itu terjadi tentu saja karena Kevin adalah seorang publik figur yang sedang terkenal dan naik daun. Pergi ke Bandara menjemput seorang gadis cantik tentu akan menjadi berita yang mampu membuat banyak netizen di buat penasara dan bertanya-tanya mengenai Kevin yang sudah sering kali di gosipkan dengan banyak wanita namun nyatanya tidak ada wanita yang sampai saat ini di kenalkan lelaki itu ke publik sebagai kekasihnya.
"Aku pikir kamu sudah betah di Jepang sampai lupa untuk pulang."Kata Kevin saat mereka sudah mulai berbaur di jalan raya yang tak begitu padat saat itu.
Raya tersenyum tipis,"Lebih tepatnya aku sibuk menjalani hidupku di sana menjadi istri seorang pengusaha yang kurang kasih sayang."kata wanita itu sebelum tertawa gelak, menertawakan kemalangannya sendiri.
"Ngaco kamu. Menjadi istri seorang pengusaha terkenal seperti Hiro bukankah hal yang sangat kamu banggakan."balas Kevin.
"Itu sebelum aku menjalaninya. Tapi sejak aku menjadi pengikutnya, huh. Aku hanya merasa seperti Boneka yang bebas ia mainkan dan ia akan mengabaikan ku saat ia punya mainan yang lain."balas Raya mengingat selama tinggal di Jepang ia lebih sering menjadi wanita kesepian yang tinggal di dalam istana megah tanpa keceriaan.
Kevin melirik sekilas Raya melalui kaca di depannya, melihat wajah raya yang tampak sedih menatap ke luar mobil,"Kau sedang ada masalah dalam keluargamu Hem."komentar Kevin.
"Itu satu-satunya masalah terbesar dalam hidupku saat ini."balas Raya.
"Sabar. Anggap itu ujian untuk rumah tanggamu. Lebih banyak terbuka pada suamimu, keluarkan seluruh keluh kesahmu, jika suamimu benar-benar mencintaimu dia pasti akan berusaha untuk lebih membuatmu bahagia."Terang Kevin menasehati Raya.
Raya menunduk sejenak sebelum menarik sudut-sudut bibirnya dan mengembangkan senyumnya menatap Kevin di sampingnya,"Kak Kevin sendiri. Apa kak Kevin sudah menemukan wanita beruntung yang kakak cintai?"wanita itu mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja. Aku akan mengenalkannya padamu nanti."balas Kevin.
"Wah. Aku iri dengan wanita beruntung yang kakak cintai itu."komentar Raya dan kemudian terkikik pelan.
Kevin tersenyum dan bertanya,"Kau sudah menghubungi Mesya?"
"Untuk hari ini belum. Tapi aku sudah meminta ijin padanya untuk tinggal di rumahnya sampai acara reuni itu."balas Raya.
"Sepertinya Mesya masih ada di kantornya saat ini."kata Kevin seraya menilik jam tangannya.
"Ya. Aku tahu. Aku sebenarnya sudah sangat rindu padanya. Aku merasa seperti sahabat yang tidak berguna yang tidak bisa menemani menghiburnya saat dia susah beberapa bulan yang lalu. Huh. Aku jadi ingin meninju wajah Rio saat ini."ujar Raya.
"Sudahlah... itu sudah berlalu jauh. Sekarang Mesya sudah berdamai dengan masa lalunya. Dia sudah menemukan laki-laki yang benar-benar mencintainya."balas Kevin.
Raya menghembuskan napas,"Yah. Aku bersyukur dia bertemu dengan Dokter itu."katanya tulus.
"Oh ya. Kamu sudah makan?"tanya Kevin.
"Sudah. Di pesawat. Hanya sedikit sih, tapi sekarang aku belum lapar."balas Raya.
"Ya sudah. Kamu kakak antar ke rumah Mesya langsung saja."balas Kevin.
"Mmm... Boleh ngga kalau kakak anter aku ke kantor Mesya."Pinta Raya.
"Tentu saja boleh. Kebetulan kantornya udah deket, terus kakak bisa langsung ke tempat kakak kerja nanti."Balas Kevin.
__ADS_1
"Oke. Thanks... Kakak yang terbaik pokoknya. Andai aku punya kakak sendiri..."kata Raya yang memang seorang putri tunggal seorang pengusaha, pernikahannya juga terjadi karena terpaksa oleh sebuah perjodohan bisnis antar dua keluarga meskipun ia menerima pada akhirnya. Berpikir ia akan menjadi wanita yang sangat di cintai oleh suaminya, namun nyatanya ia hanya seperti sebuah boneka pajangan di rumah lelaki itu dan hanya akan di bawa pergi saat lelaki itu membutuhkan kehadirannya saja, selebihnya ia hanya bagai putri Rapunzel yang tinggal di menara tinggi bertemankan sepi.
Sesampainya di tempat Namesya bekerja, Raya menatap kagum sebuah gedung tinggi pencakar langit yang sejak kepergiannya ke Jepang sudah terlihat lebih canggih dan mengagumkan.
"Sangat di sayangkan jika pemilik gedung ini memiliki sikap yang sama seperti suamiku."gumam Raya setengah berharap jika pemilik perusahaan tempat Namesya bekerja itu tidak di miliki oleh laki-laki semacam suaminya, lelaki yang tak pernah hangat terhadap istrinya.
Hari menjelang siang itu, perusahaan Arlan di buat heboh oleh kedatangan seorang wanita cantik bak seorang model papan atas, mengenakan topi warna hitam dengan kacamata bertengger menutupi tatapan matanya yang cantik. Seluruh barang yang di kenakan wanita itu jelas sekali bermerk terkenal. Wanita itu membawa sebuah koper berukuran sedang, melangkah dengan anggun menuju meja resepsionis.
"Permisi."Wanita itu, Raya, menyapa seorang resepsionis laki-laki yang di buat tertegun melihat betapa cantik wanita itu setelah kaca matanya di buka, Raya ingin menanyakan ruangan Namesya.
Ctak
Teman resepsionis laki-laki itu memukul pelan kepala resepsionis dengan sebuah map, demi menyadarkan mode kagum lelaki itu pada Raya.
"Maaf. Nona... Ada yang bisa kami bantu."Ucap resepsionis itu setelah sebelumnya memelototi temannya yang seorang perempuan.
Raya tersenyum manis dan bertanya,"Saya ingin menemui seseorang. Apa jam makan siang masih lama?"
Resepsionis perempuan mencolek si laki-laki dan berbisik,"Jangan-jangan ini kekasih bos."
Raya tersenyum mendengar bisikan yang terdengar telinganya itu,"Apa kalian mengenal nona Namesya Ayunda Kusuma? Dia bekerja di sini bukan? Dia sekretaris bos kalian di sini."kata Raya menanyakan perihal Namesya.
Wajah dua resepsionis itu mendadak di buat tegang,"Jangan-jangan nona ini benar-benar kekasih bos. Dia datang ke sini ingin melabrak nona Mesya yang di gosipkan menjalin hubungan dengan bos karena mereka terlihat sangat dekat, terlebih lagi bisa sangat mengistimewakan nona Mesya."bisik di resepsionis laki-laki dan mendapat anggukan oleh si perempuan.
Raya benar-benar ingin tertawa mendengar bisik-bisik dua pekerja itu,"Kapan kalian akan menjawab semua pertanyaanku kalau kalian terus berbisik-bisik seperti itu Hem. Akan ku adukan pada bos kalian karena kalian tidak memperlakukan orang dengan baik seperti ini."kata Raya sedikit meninggikan suaranya bermaksud ingin mengerjai dua pekerja itu.
"Aduh. bagaimana ini..."resepsionis tampak tertekan,"Jangan sampai gosip itu membuat nona Mesya celaka."
"Cepat katakan. Di mana aku bisa menemui Namesya."kata Raya.
Raya menghela napas,"Baiklah kalau kalian tidak mau memberi tahuku. Aku akan cari sendiri."Raya hendak pergi namun segera di cegah oleh resepsionis laki-laki.
"Tu. Tunggu nona."cegah si lelaki,"Sebaiknya nona menunggu jam makan siang Saya akan mengantar nona ke ruang tunggu. Masalahnya Nona tidak bisa melewati pintu masuk karena nona bukan pegawai di sini."kata lelaki itu.
Senyum Raya mengembang dengan pikiran ingin mengusili pekerja itu,"Khem."Wanita itu berdeham, mengenakan kembali kaca matanya dan mendekatkan wajahnya ke meja resepsionis menatap dua pegawai itu,"Aku memang bukan pegawai di sini. Tapi jika aku adukan hal ini pada bos kalian, apa kalian masih akan menghalangiku untuk masuk. Aku hanya ingin menemui Namesya sebentar. Hanya ingin bertemu saja."kata wanita itu.
"Ba. Bagaimana kalau kami antar Anda ke ruang tunggu. Nanti kami akan memberi tahu nona Mesya untuk menemui anda di sana."kata Si laki-laki.
Raya terdiam sesaat,"Baiklah."wanita itu mengangguk pelan,"Jadi berapa lama aku harus menunggu?"tanyanya kemudian.
"Mungkin satu jam. Menunggu waktu makan siang."jawab si perempuan.
"hmmm... Baiklah."balas Raya.
Resepsionis pun membuang napas lega dan memanggil pegawai yang bertugas untuk mengantar tamu menuju ruang tunggu.
"Mari saya antar."Ajak seorang wanita pada Raya.
"Terimakasih.'ujar Raya seraya mengangguk dan melangkah mengikuti pegawai itu menuju ruang tunggu.
Di Ruangan Arlan, lelaki itu sedang di sibukkan oleh pekerjaannya. Begitupun Namesya, sampai jam makan siang tiba Tirta, Asisten Arlan sudah mengantarkan menu makan siang untuk Namesya ke kantor itu.
"Terimakasih."Ujar Namesya.
"Sama-sama nona."balas Tirta yang kemudian mendapatkan panggilan dan mengaktifkan earphone di telinganya,"Halo."Lelaki itu mendengarkan ucapan penelfon dan melirik bosnya, Arlan yang tengah menandatangani beberapa berkas,"Apa maksudmu? Bos tidak punya kekasih darimanapun. Jangankan dari luar negeri, dari planet mars saja bos tidak akan mendapatkan wanita di sana."kata lelaki itu setengah berbisik,"Maksudmu wanita itu mencari Nona Mesya. Lalu kenapa kau bilang dia kekasih bos."bisiknya lagi belum menyadari tatapan penasaran Arlan dan namesya di ruangan itu.
"Tapi tuan. Saya takut kalau ternyata wanita itu kekasih bos dan datang kemari ingin bertengkar dengan nona Mesya karena gosip yang beredar mengenai hubungan bos dan nona Mesya yang mencurigakan."Terdengar suara kekhawatiran pegawai yang memberitahu Tirta mengenai kedatangan Raya.
__ADS_1
"Baiklah. Beritahu aku seperti apa wanita itu."kata Tirta.
"Dia tinggi. Cantik seperti model. Dari seluruh pakaiannya, semuanya barang mewah dan branded. Mungkin itu ciri-ciri yang cocok untuk di sebut menjadi kekasih bos."jawab pegawai dari sebrang.
Tirta melirik Namesya yang kemudian kembali berkutat pada makan siangnya, lalu melirik bosnya yang tetap menatapnya penasaran."Baiklah. Akan aku pertimbangkan siapa yang akan menemui wanita itu nanti."katanya kemudian.
"Ada apa?"Tanya Arlan.
"E... Itu Tuan. Ada tamu yang menunggu anda di ruang VVIP."kata Tirta memberitahu keberadaan Raya yang di bawa pegawai menuju ruang tunggu VVIP.
Arlan mengerutkan kening,"Tamu."Gumam lelaki itu,"Kau tidak memberitahuku sebelumnya kalau ada tamu berkunjung hari ini."komentar Arlan.
"Eh. itu... Itu Tamu dadakan anda sepertinya."jawab Tirta.
"Baiklah."Arlan beranjak tanpa menaruh rasa curiga apapun mengenai siapa tamunya saat ini.
"Tirta."Namesya memanggil lelaki itu setelah Arlan keluar.
"Ya nona."jawab Tirta.
"Besok-besok kamu ngga usah bawa makan siang saya ke mari. Sebenarnya hari ini aku bawa bekal dari rumah. Mungkin besok aku juga akan membawanya."kata Namesya.
"Itu ketentuan dari bos. Saya tidak bisa melanggarnya nona."jawab Tirta.
Namesya menghela napas,"Baiklah. Aku akan bicara sendiri pada bosmu nanti."katanya kemudian,"Benar kata Kak Alfin, mungkin aku harus segera menulis surat pengunduran diri saja nanti "Gumamnya sengaja bersuara jelas agar Tirta mendengarnya.
"Sebaiknya mungkin begitu nona. Saya tidak ingin nona celaka jika terus bekerja di sini."balas Tirta dan kemudian berbisik,"Hari ini sepertinya kekasih Tuan Arlan datang karena seluruh kantor sudah menggosipkan nona dengan Tuan memiliki hubungan. Saya khawatir nona akan di celakakan oleh kekasih Tuan yang saya sendiri belum pernah mengenalnya."
"Benarkah."Komentar Namesya seraya membaca pesan Raya yang terkirim satu jam lalu dan baru ia baca.
(Raya)
"Aku datang ke kantormu. Tapi pegawai di sini mengira aku kekasih bosmu. Jadi aku sekalian bersandiwara menjadi kekasih bos mu itu dan menakuti mereka agar aku bisa menunggumu di ruangan nyaman ini.🤣🤣"
Namesya terkikik pelan setelah membaca pesan Raya. Gadis itu kini tahu siapa yang sekarang sedang di temui oleh bosnya. Bahkan seluruh pegawai menganggap Raya kekasih Arlan.
"Ada apa nona?"tanya Tirta.
"Tidak ada apa-apa."sahut Namesya dan kembali memangsa makan siangnya tanpa membalas pesan Raya, sebab ia yakin saat ini bosnya telah menemui sahabatnya itu di ruangan.
Tirta tidak begitu peduli dan lanjut keluar dari ruangan bermaksud ingin mengikuti Arlan menemui Tamu dadakan yang tidak di ketahui jelas siapa wanita itu, kecuali Namesya yang mengetahui dengan jelas siapa wanita itu.
.
.
.
.
.
.
.
😊😊😊😊
__ADS_1