Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 1 : Sabtu Siang..


__ADS_3

Amelia baru melangkahkan kakinya keluar dari kosannya menuju taman kota. Kepalanya telah mumet memikirkan ide untuk tulisan untuk akhir pekan ini yang akan ia kirim ke editornya. Entah mengapa tiba-tiba saja terlintas dalam benaknya ia ingin pergi ke taman kota. Kebetulan letaknya tak begitu jauh dari kosan tempat tinggalnya.


Hanya butuh 1 jam dengan ojek yang biasa mangkal didepan gang menuju kosannya untuk ke taman kota. Akhir pekan biasanya kawasan tersebut sudah ramai sejak pagi. Banyak orang berolahraga, atau sekedar nongkrong bersama kawan disana. Tidak sedikit pula aneka jajanan makanan maupun minuman yang berada disana.


Lumayan..hitung-hitung refreshing sekaligus mencari alternatif menu makanan untuk hari itu bagi Amelia. Rasanya lidahnya telah merasa bosan dengan berbagai menu yang ditawarkan warteg tak jauh dari kosannya atau Indomie menu andalannya saat ia memiliki waktu untuk masak diakhir pekan.


Amelia memang seorang lulusan sarjana politik disebuah kampus ternama. Tetapi sepertinya gelar itu tak menjamin baginya mendapatkan pekerjaan dengan cepat setelah ia lulus. Beruntung dari sekitar puluhan lamaran kerja yang telah ia masukkan ke berbagai tempat, ia mendapatkan sebuah panggilan menjadi seorang jurnalis paruh waktu. Ia memiliki kolom menulis sendiri untuk menulis apapun terkait hukum,politik dan kriminal sesuai background pendidikan yang ia miliki. Bayarannya cukup lumayan baginya daripada menjadi pengangguran tak berguna.


Sebuah tas selempang kecil berisi recorder,kamera, handphone dan dompet selalu ada kemanapun ia pergi. Layaknya jimat yang harus selalu ada bagi Amelia dengan profesinya itu.


Amelia telah berada disalah satu kursi taman kota yang kosong. Beberapa spot telah ramai dengan pengunjung dan penjual yang menjajakan dagangannya. Kebanyakan makanan dan minuman.

__ADS_1


Amelia duduk sambil matanya jeli melihat ke berbagai penjuru. Ia mengambil kameranya sambil memotret berbagai hal yang menurutnya menarik.


Ssseeet.....baru beberapa menit berada disitu matanya menangkap sesuatu yang menarik.


Seorang lelaki tua berpakaian lusuh dengan topi lusuh berwarna hitam yang telah sobek disatu sisi bagian duduk dipojokan bangku taman. Hmm...bukan karena penampilan lusuhnya yang menarik bagi Amelia. Tetapi ia menggendong sebuah tas cangklong terbuat dari karung goni dengan tangan kirinya dan disebelah tangan kanannya terdapat sebuah handphone cina keluaran terbaru.


What ??? bagaimana mungkin seorang lelaki tua lusuh yang menyerupai pemulung itu menggenggam sebuah handphone ditangan sebelahnya. Meskipun bukan iPhone keluaran terbaru, tetapi...maaf bukan meremehkan...bagi Amelia penampilan lelaki tua itu tampak tidak sesuai dalam pandangannya. Bukankah terlalu kontras dan menarik perhatian ? pikir Amelia saat itu.


Lelaki tua itu tampak sibuk menoleh ke kiri dan ke kanan, seperti khawatir akan ada yang mengawasi dan melihatnya. Beberapa saat tampak ia tengah sibuk dengan layar handphonenya, hingga tak sampai 5 menit kemudian, ia memasukkan handphonenya ke saku celana panjang hitam yang telah dekil dan lusuh itu.


Tak lama seorang pedagang minuman menawarkan sebotol teh kemasan dingin kepada lelaki tua itu. Baru juga 10 menitan lebih Amelia merekam lelaki tua itu, tiba-tiba ia dikejutkan....

__ADS_1


Deg....


Lelaki tua itu menatap tepat ke hadapan Amelia saat itu. Seolah ia tahu, Amelia tengah merekamnya. Ia menatap tajam ke arahnya. Amelia dapat mengetahui dari layar kameranya. Jantungnya tiba-tiba berdetak cepat.


Lelaki itu tak berkedip. Seolah tahu Amelia tengah merekamnya. Ia pun berdiri dan berjalan menuju dirinya.


Mati aku !! ujar Amelia dalam hati. Buru-buru ia offkan mode videonya dan ia ubah kembali ke mode kamera. Ia belagak tengah membuka gallery foto pada kameranya.


Keringat dingin perlahan mulai menetes didahinya. Jantungnya semakin berdebar kencang. Lelaki tua itu tampak berjalan dari arah sebrang menuju dirinya.


Sial !! hatinya mulai mengumpat. Otak berfikir mencari-cari kemungkinan yang akan terjadi sambil berusaha mengalihkan pandangannya dari lelaki tua yang perlahan berjalan menuju ke arahnya...

__ADS_1


__ADS_2