Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 55 : Mungkinkah...Dia Sang Pembunuhnya ?


__ADS_3

Seseorang tengah menggenggam handphone ditangannya. Ia menatap layar. Melihat apa yang terjadi di restoran Tiam. Ia memiliki password untuk menembus semua CCTV disana. Ada dua buah CCTV direstoran itu. Satu dibagian depan untuk melihat setiap tamu yang datang dan pergi dan satu lagi di belakang dekat meja cashier. Hingga dapat melihat sisi meja cashier dan bagian kursi para pengunjung restoran.


Hari itu, ia tak masuk kerja. Bukan tanpa sebab, tapi ia baru saja melihat rekaman CCTV yang menayangkan si polisi muda bersama cashier direstoran itu. Ia yakin ada sesuatu antara polisi muda itu dengan Putri,si cashier. Kecurigaannya menggila karena ia tahu gadis tolol itu terlalu naif baginya. Ia perlu waspada padanya. Ia harus mengorek apa yang terjadi semalam antara diri wanita itu dengan polisi muda itu disana. Apakah Putri mengetahui sesuatu yang ia tak ketahui dan melaporkan pada polisi muda itu ?. Ia yakin harus mencari tahu segalanya.


***


Semua orang sibuk dengan tugasnya masing-masing seperti biasa. Tapi hari itu tampaknya sebuah rezeki menghampiri mereka. Restoran itu sudah mulai ramai sejak pukul 09.30 pagi tiada henti. Bahkan semakin ramai kala menjelang jam makan siang.

__ADS_1


"Hei,Put tolong bantu gw dulu donk...tangan gw cuma dua nich...ada pesanan dimeja 5, gw mau nganter ke meja 13 dulu..Dia dah pesan dari tadi soalnya...sama gw harus catet orderan tambahan dimeja 10..",ucap Misa tampak serius.


"Oke..siap...btw, si Rian kemana sich ? Mana lagi sibuk-sibuknya tuh anak kagak masuk lagi..",oceh Putri dengan nada sedikit sewot. Gimana dia gak sewot hari ini pegawai restoran pada gak lengkap. Ia terpaksa merangkap kasir sekaligus pelayan direstoran Tiam itu. Si Rian yang belum datang gak keliatan batang hidungnya. Reni,yang memang izin tak masuk sejak pagi pada Putri karena merasa tak enak badan hari itu. Jadilah bagian dapur, Anto yang terpaksa memasak sendirian didapur tampak kewalahan. Tapi untung ia seorang koki berpengalaman. Jadi cukup cekatan memenuhi pesanan yang ada. Sedangkan Misa yang seharusnya bekerja dengan Rian dibagian depan, alias menjadi pelayan yang mengantarkan pesanan yang sudah dibuat ke meja pelanggan, hari itu tampak kewalahan bekerja sendirian. Jadilah ia meminta bantuan Putri yang terpaksa mondar-mandir karena tugas yang merangkap antara melayani pembayaran di meja cashier dan mengantarkan pesanan ke meja-meja pelanggan. Dan...itu, yang membuat gadis itu nampak kesal.


Untunglah selepas jam 3 siang itu, restoran mulai nampak agak sepi. Hanya satu dua orang pelanggan yang memesan take away alias bawa pulang.


Entah angin apa yang membawa si pelayan yang baru saja jadi bahan dumelan Putri nongol menjelang siang itu.

__ADS_1


"Sorry ...gw ada perlu sebentar diluar...motor gw masuk bengkel ...tadi gw baru jalan jam 11 an, karena gw pinjem mobil temen gw dulu...trus tadi kejebak macet,Put...sorry..gw lupa kabarin...beneran deh bukan alasan klise ...sorry banget ya,Mis..." ucap Rian pada kedua rekan kerja. Misa yang tampak jengkel sekaligus sewot tak banyak berkata seperti Putri,yang sudah langsung menyemprot dengan amarah.


"Ah..loe lain kali kabarin donk...tadi penuh banget...si Putri sampe harus bantuin gw nganterin makanan ke meja pelanggan ...",ucap Misa sedikit ketus tapi jauh lebih tenang dari Putri.


"Iya..Iya ..gw minta maaf deh...sorry banget ya..lain kali gw janji gak akan ngulangin lagi...",ucap Rian sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada dengan nada merendah,memohon.


"Yo wis...tuh anterin pesanan di meja 3 dan 7 sana..." ucap Misa saat melihat Anto memberikan kode pesanan telah siap dibuat. Rian yang tanpa banyak kata dengan cepat mengambil nampan dan membawa pesanan sesuai yang dititahkan padanya.

__ADS_1


Hari itu Rian bekerja seperti biasa. Meskipun hanya beberapa jam saja ia berada disana. Tetapi,karena menutupi rasa bersalahnya, ia pun bekerja lebih giat dari biasanya.Rian menjadi orang yang terakhir pulang malam itu. Ketika semua pegawai telah pulang satu persatu. Rian masih berkutat membersihkan semua meja dan piring-piring kotor di dapur. Biasanya membersihkan setiap bagian area adalah tugas masing-masing pegawai yang bekerja di area itu. Seharusnya Rian hanya membersihkan area meja-meja yang digunakan pelanggan dan membantu mencuci piring atau gelas yang kotor,jika memang sedang sepi pelanggan. Tapi saat itu ia sendiri yang menawarkan untuk membersihkan semua bagian direstoran itu. Termasuk bagian meja cashier. Ia baru beranjak dari restoran itu saat jam menunjukkan pukul 21.00 malam. Suara deru knalpot mobil pinjaman milik kawannya itu mulai terdengar saat Rian menstarter mobil dan ia pun segera berlalu dari restoran itu.


***


__ADS_2