Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 21 : Suruhan


__ADS_3

Seseorang nun jauh disana tengah menelepon seseorang.


"Kau telah menjalankan sesuai rencana ?"


"Siap,Bos...semua berjalan baik. Kapan saya dapat bayarannya ?" tanya pria itu dengan nada tenang.


"Baiklah..saya akan transfer ke rekeningmu..setengahnya dahulu..kau harus memastikan ia masuk ke jeruji besi dalam waktu yang lama atau bagus jika kau bisa membuatnya dihukum mati saja. Tapi, ingat jangan sampai kau ketahuan !", jawab seseorang diseberang sana yang di panggil Bos itu.


"Ya..saya tahu.. Semua akan berjalan sesuai rencana.." jawab lelaki itu tenang.


"20 juta ku transfer ke rekeningmu hari ini ..kau urus semuanya dan hilangkan semua jejakmu..ingat, sapu bersih semuanya?!!", ucap pria diseberang dengan nada tegas.

__ADS_1


***


Jauh disebuah rumah kontrakan petakan, seorang lelaki tampak gusar mondar-mandir.


Ia tampak cemas. Ia telah menonton berita. Pasti polisi masih mencari pisau daging sebagai alat bukti kejahatan yang ia gunakan.


Ia melihat sebuah pisau besar yang biasa digunakan untuk mencacah daging steak tergeletak diatas dapur. Ia telah membersihkan dengan sabun yang banyak untuk menghilangkan bekas darah dan bau anyir yang menempel. Tampak mengkilat harum seperti baru.


Ia masih teringat bagaimana ketika ia memberikan campuran obat tidur berdosis tinggi pada minuman wanita itu yang berada diatas nakas sisi tempat tidur .Jantungnya berdegup kencang tengah dini hari itu. Ia naik ke lantai 2 menuju kamar utama. Ia tahu wanita itu selalu tidur tanpa cahaya lampu. Ia masih terbaring diatas ranjang.


Ia bukanlah pembunuh ataupun penjahat kelas kakap. Ia bahkan belum pernah memiliki record kejahatan apapun. Tetapi kondisi memaksanya berbuat seperti itu. Rasa dengki dihatinya terhadap wanita itulah yang telah mendorongnya melakukan tindakan keji.

__ADS_1


Wanita itu begitu terhormat dihadapannya. Ia sempat merasa segan saat itu. Ia hanyalah seorang lelaki biasa. Pesuruh dan pelayan bagi wanita itu. Ia tahu wanita itu adalah seorang janda tanpa anak. Hingga suatu hari...


Seorang lelaki mengaku Chan sekejap saja mampu mendekati wanita ini. Ia menjadi orang yang begitu dipercaya saat restoran yang dikelolanya mulai tampak ramai. Entah cemburu karena kehadirannya dalam kehidupan wanita itu, atau karena dengki karena kepercayaan yang diberikan wanita itu pada Chan, ia pun perlahan jadi membuntuti setiap hal yang dilakukan wanita itu. Ia tahu kapan,kemana,bersama siapa wanita itu setiap harinya. Ia berupaya mendekatinya, mencari-cari perhatian janda muda itu. Tapi, sayang, janda itu tak mengerti dan tampak tak tertarik padanya.


Hingga ketika ia tengah menguntit didalam rumah wanita itu, dengan kunci cadangan yang diberikan wanita itu padanya, ia melihat Chan berada didalam kamarnya. Ia merangkul dengan mesra dan mencumbui wanita itu. Mereka bercinta layaknya sepasang suami istri.


Rasa cemburu dan iri bercampur menjadi satu. Amarahnya seketika membuncah. Ia berupaya menahan apa yang dilihatnya itu. Memotret dan merekam dengan kamera hp sederhananya yang ada di saku celananya.


Setelah kejadian itu, ia pun mulai berubah. Setan didalam dirinya membisikkan sesuatu yang membangkitkan nafsunya yang membuncah.Rasa hormatnya terhadap wanita itu menghilang. Kecemburuan seorang lelaki didalam dirinya perlahan menjadi kedengkian yang kian membusuk setiap harinya. Hingga ia menjadi gelap mata.


Ia mulai mengancam dengan hasil jepretan kamera foto dan video keduanya yang tengah mesum. Ia kirimkan ke Chan dan wanita itu dan meminta tebusan masing-masing sebesar 25 juta ke Chan maupun wanita itu untuk menutup mulutnya agar tidak tersebar di ranah publik. Lelaki itu telah menimbang-nimbang keputusannya itu sebelumnya. Ia yakin keduanya pasti tak akan berani menolaknya. Bukan hanya Chan yang merupakan WNA tetapi saat itu restoran Tiam lagi naik daun, hingga semua orang tahu siapa pemiliknya. Rumayyah. Wanita yang dianggap sukses meniti karir dari nol.

__ADS_1


Geram Chan karena ulah pria yang tanpa nama ini. Ia membayar semua tebusan untuknya dan Rumayyah itu.Total 50 Juta. Bagi Chan uang senilai itu tak ada artinya. Tapi harga dirinya merasa tercabik dengan foto dan video yang dimiliki pria itu. Akhirnya diam-diam ia membayar seseorang untuk menyelidiki siapa pengirimnya. Untuk tak membuat keributan di publik, Chan akhirnya memutuskan pulang ke Hongkong dan menyuruh Rumayyah,yang tak lain adalah Heise-Fang untuk memberitahukan ke semua pegawai bahwa ia telah berhenti membantu di restoran Tiam itu. Ia mencurigai orang dalamlah yang melakukannya.


***


__ADS_2