
Heise telah cukup lama menjadi gundik Lee di Hongkong. Ia pun mendapatkan aset dari Lee layaknya seorang istri. Heise berniat untuk pulang ke negaranya. Hati kecilnya terkadang merindukan anak kandungnya Ayu. Meskipun ia telah melupakan keluarganya, Heise selalu menyisihkan uang ke dalam rekening khususnya untuk Ayu, anak semata wayangnya. Heise tak pernah memberitahu Lee masalah ini. Ia tak tahu lelaki itu tahu atau tidak. Lee tak pernah bertanya atau membicarakan kehidupan masa lalu istrinya itu.
Lee lelaki pencemburu dan sensitif. Apalagi Heise tahu Lee tak akan pernah bisa memberikan keturunan bagi mereka. Itulah kenapa Lee memanjakan Heise dengan hartanya. Heise sendiri, meskipun dunia telah membuatnya menjual tubuhnya untuk kepingan emas, naluri seorang ibunya tidak dapat dibeli. Ia merindukan anak kandungnya dengan suami sahnya dulu, Ayu.
Heise selalu menyisihkan beberapa lembar uang yang ia peroleh dari kerja kerasnya sendiri mengelola Bar yang diberikan Lee padanya untuk tabungan Ayu. Lee tak pernah mengambil sepersen pun apa yang diberikannya pada Heise. Lee memiliki usaha lainnya untuk kantongnya sendiri.
Setelah memikirkan secara matang, Heise mencoba membicarakannya pada Lee perihal kerinduannya untuk pulang ke negaranya. Heise tahu Lee yang jauh lebih tua darinya begitu sensitif dan posesif. Maka ia pun mencari alasan dengan ingin mendirikan usaha di negerinya sendiri. Ia ingin memiliki rumah disana yang nantinya mereka pun bisa tempati bersama saat liburan.
Lee awalnya keberatan. Tapi ia seorang pria yang matang. Ia mengerti istrinya merindukan kampung halamannya.
"Tapi...kau harus ingat, sayang...aku akan mengizinkanmu membeli rumah dan membuka usaha di negerimu, tapi aku tidak suka kau membawa pria lain nantinya dalam kehidupanmu...termasuk suami dan anakmu..Jika kau tak bisa patuh, aku tak akan mengizinkanmu.." ucap Lee pada istrinya sambil mengecup bibirnya dengan penuh nafsu dan tangannya menjelajahi payudara ranum wanita itu.
__ADS_1
Heise mengangguk sambil membalas ciuman Lee itu dengan menjilat dan menggigit bibir lelaki itu penuh hasrat.
***
Heise terpaksa mengganti namanya ketika kembali ke negaranya. Lee memberikannya izin. Tapi ia tidak mungkin kembali pada namanya dulu Mursidah. Mursidah telah mati baginya. Ia ingin menutup semua masa lalunya dan tak ingin seorang pun mengetahuinya. Cukuplah Tuhan yang mengetahui betapa hinanya ia sebagai seorang wanita dan Lee seorang suami simpanannya yang telah menyelamatkan hidupnya.
Ia akhirnya memilih nama Rumayyah. Nama yang terdengar lebih familiar di negerinya kelak. Nama yang mudah diterima untuk kaumnya. Ia membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk merubah semua surat yang ia miliki. Ia pun terpaksa merubah semuanya tak terkecuali status janda tanpa anak. Ia tidak mungkin menuliskan nama Lee dalam akte barunya. Lee dan dirinya tidak pernah menikah secara legal. Hukum di negaranya begitu ketat dengan aturan ini.
Rumayyah membeli sebuah rumah yang layak untuk ditempati. Ia pun membangun sebuah restoran untuk menghidupi dirinya sendiri. Tetapi Rumayyah tak punya cukup nyali untuk bertemu pada suami dan anak kandungnya. Bukan karena ia tak bertanggung jawab pada keluarganya. Tetapi Rumayyah lebih merasa berarti tanpa bertemu mereka.
Seiring berjalan waktu usaha restoran yang dimiliki Rumayyah mulai berkembang. Restoran Tiam menjadi salah satu restoran Cina yang cukup dikenal di pinggiran ibukota. Dekat pusat bisnis.
__ADS_1
Ia pun dapat melipatgandakan modal yang dimilikinya itu. Tak hanya cukup untuk membiayai hidupnya sendiri, bahkan ia sanggup merenovasi rumahnya hingga tampak mewah seperti sekarang.
Seorang pengusaha dengan status Janda tanpa anak bukanlah hal mudah bagi Rumayyah. Usianya pun masih terbilang muda. Tidak sedikit dari lelaki yang tidak mengetahui masa lalu Rumayyah berupaya mendapatkan hati wanita itu.
Dari seorang bujang hingga pria berumur dengan kantong tebal berupaya melamar wanita ini. Kehidupan yang suram, pahit getirnya arti hidup membuatnya memilih sendiri. Kepulangan ke negerinya juga atas izin Lee. Meskipun ia hanya gundik, bagi Rumayyah, yang memang memiliki karakter wanita Jawa, ia memandang Lee seperti layaknya istri kepada suaminya.
Lee terlalu baik bagi Rumayyah. Ia tak berminat untuk mencari lelaki lain. Saat ia dalam kondisi hina, Lee lah yang menolongnya. Mengeluarkannya dari lubang hitam pelacuran. Menjadikan angsa cantik berkelas. Lee pula layaknya seorang senior yang membawanya menjadi seperti sekarang. Seorang pengusaha muda berbakat.
Ia bisa mandiri dengan usaha yang saat ini dimilikinya sendiri. Restoran Tiam. Sebuah usaha yang ia rintis dari nol. Hingga besar menjadi seperti sekarang.
Lee masih menjadi suami simpanannya. Lee dan Rumayyah mereka tidak memiliki legalitas dalam pernikahan. Tetapi komitmen dan kesetiaan membuat keduanya sanggup bertahan dalam sebuah hubungan.
__ADS_1
Tak ada agama manapun yang membenarkan hubungan mereka. Tetapi siapapun yang mendengar kisah hidup wanita ini, tak akan heran dengan kesetiaan yang mereka miliki.