Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 49 : Cinta dan Uang...


__ADS_3

" Kau gila,mas ?! Aku tak mungkin mengikutimu lagi ! Aku tak mungkin mencuri uang dicafe lagi !!! Aku tak mau menanggung semua perbuatanmu! Dasar laki-laki tak berguna!


Kau lihat prebuatanmu...sekarang kau pun sudah menjual semua emas simpananku ! Bahkan cincin kawin kita pun sudah kau gadaikan !!Mana hasilnya ? Kau pertaruhkan untuk judi-judi slotmu !


Dasar laki-laki bajingan !Gak tahu diuntung dan tak punya tanggung jawab !! Apa yang kau berikan padaku dan anak-anak kita ?! Dasar laki-laki mesum ! Hanya bisanya menjual kemaluanmu itu! Tak berguna! Menyesal aku menikahimu!! ",teriak Misa didalam rumah kontrakannya.


Dan....


Plak...


Tangan besar seorang pria menempeleng dengan sekuat tenaga wajah wanita itu. Sebuah tanda merah dipipi kirinya membentuk sebesar telapak tangan orang dewasa. Wajahnya terasa memanas. Pedas dan panas seperti terbakar. Tapi bukan semakin takut, ia semakin menyalak dan meraung tak keruan. Suara makian bercampur tangis terdengar menggema hingga ke seluruh penghuni kontrakan petakan itu.


Tak terkecuali,Bimo si penghuni paling pojok. Ia mendengar dengan jelas suara yang berasal dari rumah targetnya itu. Ia memasang telinga dengan seksama. Seperti seseorang yang tengah menguping pembicaraan penting.

__ADS_1


Perlahan ia dapat menebak apa yang terjadi dalam rumah tangga targetnya itu.


"Mencuri uang perusahaan ?",ucap Bimo pelan. Bimo akhirnya mengerti apa yang terjadi.


"Jangan..jangan...ini... aib Misa yang diketahui Reni teman kerjanya..makanya ia menjadikannya sebuah ancaman untuk wanita ini ..",pikir Bimo kembali. Kini ia mengerti situasi yang terjadi dalam masalah Misa dan Reni. Ia yakin itulah alasannya. Mengapa hubungan antara Reni dan Anto, Misa pun tak berani mengadukannya pada Rumayyah atau nama lain dari Mursidah ,si korban pembunuhan, yang tak lain adalah atasan mereka. Dan mungkin Reni mengetahui kejahatan misa yang mencuri uang di restoran. Hal ini yang kemudian dijadikan senjata Reni untuk mengancam wanita itu. Tapi...kenapa Reni membiarkan wanita itu mencuri uang di restoran tempat mereka bekerja ? Bukankah Reni adalah pegawai andalan yang dijanjikan untuk menjadi manager di cabang restoran yang akan dibuka si korban ditempat lain ? Kenapa ia tega mengkhianati kepercayaan si korban padanya ? Dan..Bukankah ada Putri, dibagian cashier yang mengurus pula masalah keuangan direstoran ? Apa mungkin ia tak tahu sama sekali ?Atau...mungkin...


"Ah..", Bimo berupaya menepis kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam pikirannya...yang menurutnya hanya sebatas prasangka tanpa bukti.


Tapi....


Bimo berupaya mengingat dan menyusun sekumpulan bukti yang telah ia dapatkan.Berupaya merangkainya dikepalanya agar membentuk suatu pola cerita yang sistematis dan logis. Hingga ia bisa meraba kronologi kejadian sebelum korban ditemukan tewas di rumahnya.


***

__ADS_1


Disebuah kantor pengacara, seorang pengacara kondang tengah sibuk mengurus segala masalah perkara hutang piutang clientnya sekaligus istri sirinya. Jayadiningrat,diam-diam menyelidiki kasus pembunuhan yang menimpa client sekaligus istri sirinya. Dengan kekuasaan dan uang ia sanggup memperoleh segala informasi yang ia butuhkan.


Rumayyah tak pernah menceritakan masa lalunya dengan suami pertamanya, Lee Chan pada Jayadiningrat. Tetapi pengacara itu merasa curiga pada clientnya itu. Lee tak sedikitpun menghubungi dirinya menanyakan perihal istrinya yang tewas terbunuh meskipun ia telah mengabarinya. Padahal Jay selaku pengacara pribadi yang dihire oleh sang suami clientnya untuk mengurus segala keperluan usaha istrinya itu disini.


Itulah mengapa Jay menaruh kecurigaan besar atas kematian Rumayyah. Ia mencoba menyelidiki sendiri kematian istri sirinya itu. Persaingan usaha adalah salah satu alasan yang mungkin bagi seorang Rumayyah. Ia terbilang sukses merintis usaha restorannya itu dalam waktu singkat bagi seorang wanita. Apalagi Lee Chan sendiri tampak tak terlalu memperdulikan pekerjaan istrinya itu.


Ia membaca surat-surat bank yang sudah ia urus. Segala surat berharga milik istri siri sekaligus clientnya sendiri yang tewas terbunuh. Jay melihat ada beberapa transaksi penting dalam bukti buku rekening bank milik mendiang. Transaksi penarikan tunai dengan jumlah yang tak menentu setiap bulannya.


Rumayyah selama menjadi istrinya bukanlah tipe wanita yang hedon yang gemar menghabiskan uang untuk barang-barang mewah. Yah, sebagai seorang wanita dengan kemampuan finansial yang cukup, Rumayyah suka berbelanja. Tapi menurut Jay sendiri masih dalam kapasitas yang wajar. Sedangkan sebagai seorang suami siri, Jay memberikan sebuah kartu kredit yang dapat digunakan wanita itu selama menjadi istri sirinya. Jay sendiri selalu memantau setiap tagihan kartu kredit milik istrinya itu. Rumayyah seorang istri yang baik. Bagi Jayadiningrat, pengeluaran wanita yang ditanggungnya itu masih wajar dan normal.


Tapi bagaimana mungkin ada beberapa transaksi penarikan tunai yang rutin dilakukan mendiang. Jumlahnya pun tak menentu dengan nominal yang cukup besar setiap bulannya. Ada penarikan sebesar 10 juta, ada pula dibulan berikutnya sebesar 25 jutaan, dibulan berikutnya kembali pun begitu. Bahkan Ia terlihat melakukan pencairan uang sebesar 50 juta. Untuk apa semua ini ?. Dari data-data bank yang ia dapatkan mendiang selalu menuliskan untuk keperluan pengeluaran gaji pegawai atau pengeluaran rutin bisnis di cafenya.


Tetapi Jayadiningrat tahu masalah bisnis cafe milik kliennya itu. Ia lah yang membantu mengurus semuanya dari nol dahulu. Rumayyah memang tak pernah bercerita detail selama menjadi istri siri Jay mengenai bisnisnya. Ia pun tak pernah meminta bantuan finansial apapun pada suami sirinya itu.

__ADS_1


Tetapi, Jayadiningrat menemukan sesuatu yang mengusik benaknya. Ia menemukan sebuah tabungan deposito atas nama Ayundra. Nilainya pun cukup fantastis sebesar 200 juta rupiah. Siapa Ayundra ini ?. Jay mulai berfikir keras. Rumayyah yang ia kenal dengan nama Heise-Fang dahulu, tak memiliki seorang anak sama sekali dari pernikahan wanita itu dengan tuan Lee, suami sah yang ia ketahui.


Jayadiningrat mulai menelisik satu persatu kejanggalan dari bukti-bukti tertulis yang ia miliki. Semua bukti rekening dan segala surat berharga lainnya milik istri sirinya itu ia coba telisik lebih detail. Ia harus mencari tahu siapa Ayundra ini sebenarnya. Didalam data bank yang ia dapatkan tertulis bahwa Ayundra adalah anak kandung dari Rumayyah. Apakah clientnya pernah menikah dengan orang lain sebelum dengan tuan Lee, suami pertama mendiang yang ia kenal pula ?. Ataukah wanita ini pernah berselingkuh dan memiliki seorang anak hasil hubungan perselingkuhannya itu ?. Diam-diam Jay merasa tersulut cemburu didalam hatinya, meskipun ia dan mendiang hanya menikah siri.


__ADS_2