
"Mo, lihatkan ? Dugaan loe salah..! Ternyata apa yang dikatakan Darsim benar..dia menceritakan semuanya secara jujur..Ada orang yang menghubunginya.."
"Umm...iya sich loe bener...tapi, gak menutup kemungkinan orang yang menghubungi si Darsim ini bisa jadi komplotannya !", ucap Bimo dengan kedua alisnya yang mengernyit.
"Maksud loe,Mo ?Komplotan gimana ?",tanya Junta kembali pada kawannya itu.
"Iya...komplotan...ini hanya dugaan gw...gw masih belum percaya sepenuhnya Ama si Darsim ini..Begini.. Rumayyah atau Mursidah, apalah...itu namanya...intinya, korban pembunuhan ini sekarang telah menjadi orang kaya...ingat orang kaya ! Hidupnya pun sendiri dengan rumah yang boleh dikatakan cukup mewah untuk sekelas mantan TKW.."
"Umm ... Usaha restorannya pun terbilang cukup lancar...memungkinkan bukan, jika tiba-tiba saja seseorang mengincar harta si korban yang hidup sendirian...", ucap Bimo menerangkan dengan tangannya yang ikut bergerak-gerak layaknya seseorang yang tengah berkhotbah.
"Oh...i see, Mo...maksud loe, ada seseorang yang berniat buruk melihat sikon si korban...yang hidup sendiri dengan harta yang melimpah...kemudian orang itu..yang ia pun mengetahui mengenai Darsim, mengajak kerjasama untuk merebut harta korban...kemudian Darsim untuk menutupi kejahatannya berpura-pura seolah seseorang tengah menerornya, begitu kan maksud loe ?", ucap Junta menerka jalan berfikir Bimo.
"Yes...bener, itu yang gw maksud..", ucap Bimo sambil mengacungkan telunjuknya pada rekannya.
__ADS_1
"Tapi...Mo...jika orang yang menghubungi Darsim merupakan kawan komplotannya, kenapa si Darsim membahayakan temannya mengadukan seolah kawannya itulah si pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri ?",ucap Junta kembali.Kali ini gantian dahinya tampak berkerenyit berfikir keras.
"Hmm...itu yang masih gw pikirkan juga Jun...sedangkan tidak ada satu pun pihak keluarga korban mengenai kondisi korban...Kita gak bisa tracking adakah benda atau barang berharga yang hilang dari korban ? Yang mungkin bisa jadi sumber dari pertanyaan loe ini...maksud gw, mungkin saja karena pembagian hasil yang tidak imbang ataupun hal lain yang membuat Darsim dan rekannya bertikai...hingga membuat lelaki ini membuat alibi kejahatan seolah ia tengah diteror..." jawab Bimo tampak serius.
"...atau ...mungkin juga sebenarnya si peneror yang dikatakan Darsim ini tak lain dirinya sendiri..alias dia sendiri dengan nomor lain mengirim ke nomornya sendiri hanya untuk membuat sebuah alibi kejahatan..."
"Umm..loe bener sich, Mo...kita masih harus tetap waspada terhadap lelaki ini... Oh iya, tapi ngomong-ngomong emang loe dah tanyakan kebagian forensik IT mengenai nomor handphone orang yang meneror Darsim ?" tanya Junta kembali.
"Sudah...mereka bilang mereka lagi mengupayakan melacak keberadaan si pengguna handphone...menurut pihak IT sepertinya sipengguna menggunakan identitas palsu..dan nomornya pun sudah tidak aktif lagi...", jawab Bimo.
"Trus sekarang kita kemana,Jun ?",tanya Bimo kepada rekannya itu.
"Tunggu sebentar...", ucap Junta. Ia membuka sebuah memo kecil dari saku kemejanya.
__ADS_1
"Umm ...Mo, kita gali lebih dalam informasi apapun tentang si Misa dan si Anto ..loe ingetkan salah seorang pegawai dari restoran Tiam ?"
"Oh..ya..ya..gw inget yang mencurigakan itu ? Oh iya, Jun, mengenai si Mr Chan...kita hampir lupa...si pria cina yang disebut-sebut para pegawai...kayaknya kita perlu cari tahu juga tentang dia...atau jika perlu kita harus menginterogasi langsung...gw penasaran juga sich,Jun..",terang Bimo.
"Hmm ..iya..itu juga yang terlintas dalam pikiran gw...yuk berangkat sekarang aja,Mo..",jawab Junta kembali.
"Berangkat kemana, Jun ?", tanya Bimo yang tiba-tiba dengan polosnya bertanya.
"Lah..bloon..! Kerumah loe! ya... ke restoran Tiam lagi lah...kita buntuti saja si Misa itu ...kita cari tahu tentang dia..gw curiga soalnya..nanti selanjutnya...kita pikirkan sambil jalan..",ucap Junta dengan nada meledek tapi sewot terhadap rekannya itu.
"Oo...iya...iya ..siap, Komandan !", jawab Bimo dengan nada candaan meledek kawannya itu.
Mereka berjalan menuju parkiran motor. Kantor kepolisian telah terlihat sedikit lenggang dan santai sore itu. Watu telah menunjukkan pukul setengah 3 siang menjelang sore. Motor bebek butut dengan gigi manual milik Junta tampak terparkir diantara motor milik para polisi. Ia menstarter motor tersebut. Deru suara khas motor bututnya terdengar menggema diparkiran. Bimo telah siap duduk di bangku penumpang Mereka pun melaju dan keluar dari gedung markas besar kepolisian.
__ADS_1
***