
Amelia telah berada diujung gang sempit rumah lelaki tua yang ia ikuti. Ia melihat Arloji di pergelangan tangannya. Jam 2 lewat 10 menit. Ia teringat, ia belum melaksanakan shalat dzuhur.
Ujung gang sempit tersebut ternyata tak buntu seperti yang dibayangkan Amelia. Disebelah kiri dan kanannya terdapat gang serupa yang entah menembus kemana. Sedangkan didepan Amelia sekarang terdapat jalan besar merupakan sambungan jalan utama yang akan menuju jalan raya.
Ia menghampiri sebuah gerobak bakso yang sedang mangkal disana. Wangi kuah daging bakso yang gurih membuat keroncong di perut Amelia. Tetapi ia urungkan rasa laparnya. Ia khawatir waktu dzuhur yang sudah mepet dan ia belum menunaikannya.
Nanti sajalah aku cari makan setelah shalat,pikirnya.
"Misi Bang...disekitaran sini ada mesjid atau musholla gak ya, Bang ?"
"Hmm...ada Neng...gak terlalu jauh kok...kira-kira 100 meteran aja..Neng ikuti aja jalan besar ini..lurus terus...nanti dipinggir jalan ada mesjid...kelihatan kok neng...letaknya searah dengan jalan ini..." jawab si mamang tukang bakso.
__ADS_1
"Baik Bang...terima kasih banyak..." balas Amelia.
Rasanya kaki Amelia merasa kebas dan panas. Terik matahari membakar punggung kakinya. Ia mengenakan sepatu sandal gunungnya. Belum lagi rasa pegal dari betis hingga telapak kakinya. Seperti ingin copot rasanya kedua kakinya itu.
Setelah berjalan cukup melelahkan...
Amelia melihat sebuah kubah mesjid besar. Tampaknya ini salah satu mesjid besar disini. Sebuah plang besar bertuliskan : Mesjid Alfatah. Terdapat halaman parkir cukup luas didalamnya. Sanggup memuat beberapa puluh mobil dan motor. Sekelilingnya dipagari dengan pagar besi tinggi berwarna hijau tua. Untunglah pintu pagarnya nampak tak dikunci.
Amelia pun memasuki mesjid tersebut. Cukup luas dan bersih. Bagian dalamnya terasa luas dengan aroma jeruk khas pewangi ruangan. Angin AC sepoi-sepoi berhembus dari dalamnya.
Amelia membuka pintu toilet tersebut. Didalamnya ternyata cukup luas. Ada 2 buah washtafel dengan cermin besar dihadapannya, beberapa kran air tempat wudhu,dan 2 buah WC untuk buang hajat. Hebatnya, semua bagian tampak bersih terawat dan wangi karbol semerbak di area ini. Membuat nyaman pengunjung atau musafir yang beribadah di mesjid ini.
__ADS_1
Amelia bergegas mengambil wudhu dan kembali ke dalam mesjid. Selepas ia shalat,ia bersandar pada tembok mesjid. Menyelonjorkan kedua kakinya. Rasa letih luar biasa ditambah hawa sejuk dan adem dari AC yang berhembus, menjadi sebuah perpaduan yang tepat seperti obat bius bagi Amelia. Hingga hanya dalam sekejap, Amelia telah tertidur dalam balutan mukena yang masih dikenakannya.
Hingga ...1 jam kemudian...
suara bedug yang ditabuh cukup keras dan lantunan adzan dari muadzin dimesjid membangunkan Amelia dari tidurnya. Ia mengucek-ngucek kedua matanya. Mulutnya menguap lebar yang buru-buru ditutup oleh kedua tangannya itu.
Masyaa Allah,ia tertidur! Ia membatin. Ia sudah tertidur hampir 1 jam. Tapi rasanya seperti telah berjam-jam ia tidur. Gemerucuk rasa lapar diperutnya kini mulai semakin terasa. Ia melepaskan mukena dan berwudhu kembali.
Kini ia melangkah memasuki mesjid kembali. Rasa segar dan semangatnya seperti kembali. Ia menggerak-gerakkan badannya dan menekan buku-buku jari jemarinya.bunyi kretek-kretek terdengar. Muadzin telah selesai menggaungkan adzan. Kini seorang laki -laki tengah mengumandangkan iqamat. Sebelumnya tak ada seorang pun didalam mesjid itu.Tapi saat adzan berkumandang, satu persatu orang memasuki mesjid. Kebanyakan lelaki. Amelia tengah bersiap menutup tirai tabir pembatas yang tadi memisahkan bagian lelaki dan perempuan, saat ia menangkap sesuatu yang membuatnya mengintip dari balik tirai.
Apa aku tak salah lihat ?Amelia mengucek-ngucek matanya. Bagaimana tidak ? Entah kebetulan atau skenario Yang Maha Kuasa, ia melihat sesosok lelaki yang dikenalnya itu. Yup! lelaki tua yang kini tampak bersih dengan celana panjang hitam serta baju koko putih dan kopiah putih. Dengan penampilan bersihnya itu, Kini Amelia dapat melihat wajah lelaki tua ini sangat jelas. Ia tampak sedikit lebih muda dari penampilan sebelumnya dalam pandangan Amelia. Tetapi...pandangan Amelia tertuju pada gadis kecil yang digandeng lelaki tua itu. Ia mengenakan celana panjang dan kaos pink serta menenteng sebuah tas mukena kecil.
__ADS_1
Deg...! Amelia tercengang...
Gadis itu perlahan berjalan menuju bagian tempat shalat wanita. Tempat dimana saat ini hanya ada dirinya seorang diri. Buru-buru ia menutup tirai pembatas tersebut. Ia pura-pura tidak mengindahkan kehadirannya, ketika suara tirai dibuka dan gadis kecil itu berada didalam bilik yang sama. Yup, bilik tempat shalat perempuan yang hanya ada dirinya dan gadis kecil itu saja sekarang...