
Pagi itu Putri datang sedikit terlambat dari biasanya. Beberapa kawan kerjanya sudah tampak berganti pakaian dengan celemek seragam. Mereka tengah siap sebelum restoran buka seperti biasanya. Misa dan Rian tampak sibuk mengelap meja pelanggan. Ketika tiba-tiba saja Putri berteriak histeris.
"Aaah...tidak...!",ucap Putri berteriak histeris.
"Kenapa Put ?" ,Misa dan Rian menoleh spontan berbarengan ketika mereka melihat gadis itu tampak panik membuka tutup laci kasir.
"Uang...uang hasil kemarin..aq ...taruh disini..",ucap gadis itu tampak panik.
"Lah...bukannya uang setoran kamu bawa pulang setiap hari kan,Put ?",tanya Rian seketika. Putri tampak mendelik ke lelaki itu. Ia menatap tajam Rian. Ia teringat Rian adalah pegawai paling akhir yang pulang kala itu.
"Kau...pulang terakhir semalam..apa kau yang mengambil...?",tanya Putri curiga dengan tatapan tajamnya.
"Kau nuduh aku Put ?ya nggaklah...aku mana sempat buka laci kasir ...lagipula itu kan menggunakan password...aku bahkan tak tahu passwordmu ..",jawab Rian yang kaget kena tuduh kawannya itu.
"Ada apa sich kalian ? Kok berisik sekali ?", tanya Rian yang tiba-tiba keluar dari dapur. Ia keluar karena mendengar ribut-ribut dimeja kasir depan yang bersebelahan dengan dapur dan dibatasi sebuah pintu geser.
"Ini ..uang...setoran kemarin...aku masih taruh di laci kasir...Tapi, sekarang hilang tanpa jejak...",ucap Putri dengan nada panik sekaligus marah.
"Udah kamu coba cek CCTV,Put ?",tanya Anto pada gadis itu. Putri menggeleng. Ia hampir lupa ada teknologi CCTV disana.
__ADS_1
"Ya elah...belum di cek udah main asal tuduh...",ujar Anto pada gadis itu.
"Iya..bener tuh,To..loe jangan sembarangan nuduh donk,Put ...mentang-mentang gw yang pulang terakhir kemarin...",celetuk Rian bersemangat merasa mendapatkan angin dukungan dari kawannya itu.
"Iya..coba di cek aja...",ucap Misa menambahkan. Putri menatap kawannya itu satu persatu. Rasa curiga menderanya tapi ia coba menahannya.
Ia membuka layar monitor didepannya. Menyetel tayangan CCTV kemarin. Sejak mereka masuk kerja sampai pulang. Tak ada yang aneh disana. Putri menatap baik-baik. Di video itu tertera jam waktunya. Ia ingat ia beranjak izin untuk sholat ashar saat itu. Tampak dilayar meja kasir kosong kala itu untuk beberapa menit. kemudian terlihat disana Misa tengah berdiri beberapa saat sambil memegang sesuatu dari meja kasir sebelum akhirnya Putri datang menepuk bahunya. Setelahnya mereka tengah kembali beraktivitas seperti biasanya.
"Mis,loe disini saat itu ngapain ya ? ",tanya Putri dengan nada selidik. Ada rasa curiga besar didalam hati gadis itu terhadap rekannya,Misa. Ia mengerti kondisi ekonomi Misa dan kebiasaan berhutang padanya.
"Ooh ...itu gw lagi nyari kertas menu. Saat itu ada pengunjung datang..sedangkan buku catatan menu yang biasa gw pegang habis..jadi gw cari-cari disekitar meja tempat biasa loe taruh daftar menu dan buku catatan untuk pemesanannya.."jawab Misa tenang. Ia ingat kala itu restoran sedang cukup padat pengunjung. Tapi ia kehabisan note untuk mencatat pemesanan.Ia cari-cari dimeja kasir disalah satu laci biasa meletakkan daftar menu dan stok buku catatan untuk pesanan pengunjung.
Putri mendelik kembali ke arah Rian. Kecurigaannya mulai membabi buta. Rian yang merasa kawannya menuduhnya, ia pun buru-buru menyangkalnya.
"jangan ngeliat begitu ke gw donk,Put...serius Demi Allah dah gw gak buka laci kasir...loe liat sendiri tayangan CCTV sampe habis..gw pulang emang terakhir lebih larut...Tapi disitu gw cuma bersihkan mengelap meja bagian sini doank. Loe lihat sendiri gw tidak nyentuh sama sekali mesin hitung kasirnya dan gw juga selesai kerjaan langsung pulang ",bantah Rian menyangkal tuduhan Putri dengan sorotan mata ketus padanya.
"Sudah..Sudah....coba loe inget-inget,Put..mungkin loe lupa...kemarin loe bawa pulang kali uang setoran dan sekarang tertinggal dikosan loe sendiri..",ucap Anto pada gadis itu. Ia berupaya menengahi dengan pikiran logis berdasarkan fakta yang ada.
Putri hanya terdiam. Hati dipenuhi rasa curiganya tertahan. Ia coba ingat-ingat kejadian kemarin. Ia merasa tak membuka laci kasir saat itu. Memang biasanya ia membawa uang setoran setiap harinya. Tapi kemarin petang ia lupa membawa uang setoran. Ah,tapi mungkin benar pula kata Anto,kawannya. Mungkin ia yang lupa telah membawanya dan tertinggal dikamar kosannya.
__ADS_1
"Hmm...aku tidak yakin..tapi,mungkin benar aku lupa semalam telah membawanya pulang...mungkin tertinggal dikosan...",ucapnya dengan sedikit nada ragu yang menggantung.
"Ya..sudah lanjutkan saja tugas masing-masing...masalah ini nanti saja dibicarakan kembali.Kau,Put kalau memang nanti kau cek di tempatmu tak ada,jangan sungkan nanti kita bicarakan lagi saja..",ucap Anto berupaya menenangkan situasi. Putri hanya diam mengangguk.
***
Di kantor kepolisian...
"Mas Jun, saya sudah menemukan nomor plat kendaraan dari video yang mas Jun berikan beserta alamat pemiliknya ",ucap seorang petugas yang tampak lebih muda sedikit dari Junta. Ia memberikan secarik kertas berisi printout hasil data si pemilik plat nomor kendaraan yang diminta lelaki itu beserta pasfoto pemiliknya. Dan...Junta begitu kaget ketika melihat isinya.
"Kau yakin ? Orang ini pemilik nomor kendaraan dari rekaman video yang kuberikan padamu ?",ucap Junta spontan.
"Yakin sekali mas..1000 persen yakin...memang kenapa Mas ?",tanya si polisi dihadapannya itu. Ia tampak penasaran.
"Tidak...tak kenapa-kenapa..kalau begitu terima kasih untuk bantuanmu..",jawab Junta tegas.Sebuah isyarat untuk lelaki dihadapannya itu berlalu. Ia pun hanya mengangguk dan pergi keluar dari ruangan.
Bimo tak ada ditempat saat itu. Sudah hampir seharian ia tak datang ke kantor dan tak mengabari rekannya itu. Junta pun menghubunginya. Suara nada sambung terdengar diujung sana. Tapi tak ada yang mengangkat. Junta kembali menekan tombol recall. Ia menunggu beberapa saat, tapi tak ada yang mengangkatnya. Tumben! Tak biasanya Bimo tak mengangkat handphonenya. Apalagi telepon dari rekannya itu. Tapi mungkin ia tengah sibuk mengerjakan sesuatu.
"Sudahlah nanti pasti lelaki itu akan menghubungi balik dirinya",ucapnya membatin.
__ADS_1