Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 54 : Private Investigator : Hanchuan


__ADS_3

Lee berada didalam ruangan kantornya yang berdiri megah dipusat bisnis kota Hongkong. Ia sendiri dalam ruang kaca pribadi miliknya. Ini adalah salah satu kantor usahanya di bidang properti. Usaha terbesar yang ia miliki dari sekian banyak usaha yang digelutinya.


Lee telah menerima banyak email dari pengacara pribadi mendiang istrinya,Heise. Ia tak membalas satu email tersebut. Bukan ia tak peduli,tapi dengan uangnya, Lee membiarkan pengacaranya tersebut mengusut tuntas semuanya. Ia hanya terima beres. Ditangannya ia masih memegang foto-foto yang diancamkan seseorang padanya. Sialnya surat ancaman tersebut diketik si pengirim dengan menggunakan komputer. Lee masih terduduk dimeja kerjanya. Ia telah membayar seorang investigator pribadinya di Hongkong untuk mengusut siapa peneror yang mengancamnya ini. Ia yakin orang tersebutlah yang membunuh istrinya. Lee sendiri meminta kerahasiaan terhadap investigator yang ia kirim langsung dari Hongkong. Bahkan tak ada seorang pun mengetahui hal ini. Pengacara pribadinya pun tak tahu menahu masalah ini. Ia ingin mengusut kasus ini sendiri. Ia tak ingin reputasi besarnya sebagai salah satu milioner dirusak.


Handphone diatas meja kerjanya berdering. Lee melihatnya. Private investigatornya menghubunginya.

__ADS_1


"Halo...Ya, Han ?", ucap Lee pada seseorang yang meneleponnya. Hanchuan adalah nama private investigator yang ia kirim.


"Saya sudah menemukan seseorang yang anda minta. Saya yakin orang inilah yang meneror anda dan almarhumah istri anda. Saya sudah mencari tahu segala data pribadi orang ini. Dia masih murni. Tak ada record kejahatan dikepolisian sini. Tapi ada beberapa bukti yang menguatkan. Saya akan kirim semua berkas dokumennya hari ini kepada anda,bos. Mungkin dalam waktu 24 jam akan sampai di meja kerja anda",ucap Hanchuan pada Lee. Han sangat mengenal baik reputasi pria ini di Hongkong. Ia bukan orang sembarangan. Seseorang yang royal untuk orang yang ia percayai. Han sendiri bukanlah seorang bajingan yang haus memoroti kliennya untuk sebuah kerjaan yang diberikan padanya. Ia seorang private investigator yang memiliki kredibilitas dikalangannya. Ia bukan publik figure yang dikenal umum. Tapi ia seorang yang dikenal memiliki reputasi dan kredibilitas dikalangan investigator di Hongkong. Hanchuan adalah seorang yang memiliki latar belakang dibidang hukum. Ia merintis karirnya di kepolisian Hongkong dahulu sebagai intelijen dan seseorang investigator yang dapat membaca karakter seseorang dari tulisan tangan dan mimik wajah. Hampir 20 tahun lebih ia bekerja didalamnya. Beberapa penghargaan pernah ia peroleh ketika masih bekerja di kepolisian Hongkong. Tetapi Hanchuan adalah seorang idealis yang independen. Ia memilih keluar dari kepolisian Hongkong yang dipandangnya masih banyak polisi-polisi penjilat yang haus uang. Ia memilih membuka sebuah kantor private investigator sendiri yang tak besar. Hanya sebuah ruangan berukuran 2x3 meter tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia bekerja seorang diri.


Hanchuan telah mendapatkan beberapa klien selama ini. Networking yang luas saat ia menangani kasus di kepolisian dulu, menjadi salah satu jalan yang mempertemukannya dengan klien-klien yang menghirenya selama ini. Tak terkecuali Mr.Lee Chan. Ia mengenal pria itu sebagai seorang businessman yang memiliki banyak usaha besar di Hongkong dan dikenal publik. Dari sanalah Lee pun mengenal Hanchuan sebagai seorang polisi berdedikasi dengan segudang kemampuan dan prestasi dibidangnya.

__ADS_1


"Baik, tuan Lee..",ucap Han singkat dengan nada tenang dan bijaksana.


***


Han berada disebuah apartemen mewah di pusat business ibukota. Dekat baginya untuk kemana-mana. Akses transportasi publik pun disini cukup baik. Meskipun polusi udara dan kebisingan suara kendaraan bermotornya jauh lebih buruk dari dikota tempat tinggalnya di Hongkong. Tapi baginya tak jauh beda dengan tempat asalnya.

__ADS_1


Ia sedang merapihkan berkas-berkas dokumen yang akan dikirimkannya ke Lee dan bergegas keluar dari apartemennya. Bergelut dengan kebisingan dan kabut asap kendaraan ditambah cuaca panas yang terik menambah beban tersendiri bagi lelaki ini. Tapi baginya profesionalisme adalah nomor satu.


***


__ADS_2