
Setelah berjalan cukup jauh, rasanya hampir berkilo-kilo meter bagi Amelia, kini ia melihat sebuah gang sempit menjorok dibelakang rumah-rumah mewah yang berjejer. Pelan-pelan Amelia mengikut lelaki itu. Tak diduga, lelaki tua itu menoleh ke belakang tiba-tiba. Untunglah ia menjaga jarak dengan lelaki itu dan ia tengah berada dibalik sebuah pohon besar yang ada dipinggir jalan. Amelia mengelus dadanya. Si pohon besar penyelamat dirinya! Jika tak ada pohon ini, maka habislah pengintaiannya terhadap lelaki tua itu. Ia pasti ketahuan!
Lelaki itu betul-betul tampak mencurigakan dengan gerak-geriknya. Ia seperti memastikan tak ada orang yang mengikutinya.
Kemudian ia melanjutkan perjalanannya. Memasuki gang sempit itu. Amelia masih berdiri dibalik pohon besar.Terdiam sejenak, kali-kali lelaki itu tiba-tiba berbalik kembali dan melihatnya. Setelah menarik napas panjang dan mengira-ngira lelaki tua itu telah berjalan jauh memasuki gang sempit itu, Amelia pun keluar dari balik pohon besar dan berjalan mengikutinya kembali.
Kini Amelia telah berada didepan gang sempit itu. Ia melirik sesaat memastikan lelaki tua tersebut jauh dari pandangannya.
__ADS_1
Dan...ia kini melihat lelaki tua itu tampak tak ada disana. Ia buru-buru berjalan cepat didalam gang sempit itu yang hanya dapat dilalui sebuah motor. Tak jauh diujung gang ia melihat terdapat deretan rumah semi permanen. Seperti sebuah pemukiman kumuh. Ia melirik dari balik dinding. Mencari-cari kemana lelaki tua itu pergi.
Hingga....
Ia melihat lelaki tua itu berada beberapa rumah dari Amelia yang tengah berdiri dibalik dinding ujung gang. Sepertinya itu rumahnya,pikir Amelia. Ia melihat lelaki itu mengetuk pintu.
Amelia masih terdiam berfikir dibalik dinding ujung gang. Apa yang harus dilakukannya ?Haruskah ia mampir masuk ke dalam rumah itu ? Tapi bagaimana jika lelaki tua itu menanyakan kepadanya bagaimana ia bisa sampai disini ? Bisa-bisa ketahuan bahwa ia tengah membuntutinya hingga ke rumah. Bakalan malu ia! Kurang kerjaan sekali membuntuti seseorang yang baru saja ia temui...yang bahkan Amelia tak tahu siapa namanya ! Tetapi Amelia merasa penasaran dengan lelaki tua itu. Intuisinya memberikan sinyal besar bahwa ada sesuatu yang aneh pada lelaki yang ditemuinya ini.
__ADS_1
Hah....!! Sial!Apa yang harus ia lakukan ? ia tidak bisa berdiam disitu lama-lama...yang ada dikira warga disitu ia orang jahat yang tengah mengintai ?
Amelia memperhatikan sekitarannya. Pemukiman itu jelas pemukiman kumuh yang sempit. beberapa rumah bahkan ada yang sebagian atapnya bukan menggunakan genteng,melainkan seng-seng. Tampak seperti sebuah bedeng. Dindingnya sebagian tembok sebagiannya berupa anyaman bambu. Daerah pemukiman kumuh ini tampak cukup adem. Selain karena terletak digang sempit, seolah pemukiman ini tertutup oleh rumah-rumah besar megah dengan dinding-dinding tinggi menjulang. Hingga seperti raib tertelan diantara megahnya hedonitas kaum metropolis.
Amelia akhirnya memutuskan mencoba berjalan melalui rumah si lelaki tua itu. Ia penasaran bagaimana kondisi rumah miliknya itu. Amelia berjalan pelan-pelan. Hingga tepat ketika ia berdiri disebelah rumah lelaki tua itu, ia dapat melihat rumah miliknya dengan jelas. Sebuah rumah sederhana. Dindingnya dari bata dengan cat hijau muda. Terdapat sebuah jendela kaca kecil yang kini tertutup gordyn. Pintunya terbuat dari kayu sederhana yang telah somplak dibeberapa bagian dengan warna coklat tua. Atap rumah ditutupi seng-seng yang saling bertumpuk rapat. rumah tersebut juga tampak seperti dihook/ditinggikan dari jalanan. Ada 2 anak tangga berundak didepan pintu masuknya. Mungkin karena jika hujan besar terus menerus melanda, kawasan disini termasuk terkena banjir. Hal ini terlihat dari rumah-rumah disekitar pemukiman kumuh ini tampak memiliki kondisi yang sama dengan rumah lelaki tua ini. Dimana bangunan rumahnya lebih tinggi dari jalanan. Beberapa rumah bahkan ada yang memiliki 2 lantai.
Amelia memutuskan melewati rumah lelaki tua itu. Ia ingin tahu kawasan disekitar situ dahulu. Apakah diujung jalan gang sempit itu buntu atau tembus ke suatu tempat. Amelia pun berjalan sambil melihat kiri dan kanan dikawasan itu ...
__ADS_1