Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 19 : Identitas Korban


__ADS_3

Amelia masih termenung memikirkan perkataan pak Darsim padanya. Ia berupaya mencerna semua teka-teki ini.


Amelia membuka laptopnya. Ia menyambungkan WiFi pada handphonenya untuk terkoneksi internet.


"Pak Darsim, apakah bapak sudah melihat wajah si korban pembunuhan ?", tanya Amelia padanya. Sambil tangannya menunggu koneksi internet dilaptopnya.


"Saya hanya membaca berita dari koran mbak...Mereka tidak memperlihatkan gambar wajah si korban...dan...maaf mbak saya tidak punya televisi dirumah..." ucap pak Darsim datar. Amelia masih fokus dengan laptopnya. Ia kini tengah mencari gambar si korban pembunuhan. Memang tidak ada gambar/foto jelas yang ditayangkan pada setiap berita di internet. Beritanya pun simpang siur. Masih sedikit fakta yang dituliskan. Para pemburu berita hanya menuliskan kronologis penemuan jenazah korban saja.


Tapi beberapa sumber lain menuliskan latar belakang korban yang juga merupakan pemilik restoran Tiam. Amelia mencari foto yang sebelumnya ia temukan di internet. Foto seorang wanita didepan plang restoran Tiam. Ia yakin ini mungkin foto si korban. Bagaimana ia bisa yakin ? Karena hashtag pada mesin pencari google tertulis :#Owner Tiam#.


"Aha..ini dia. Pak Darsim...coba bapak lihat baik-baik...apakah foto ini, foto istri bapak yang menjadi TKW di Hongkong sana ?", tanya Amelia padanya. Ia menyodorkan laptopnya pada lelaki itu. Gambar pada layar laptopnya telah ia zoom dari gambar asli. Tampak terlihat jelas wajah seorang wanita dengan dress merah terusan selutut, kalung mutiara dan arloji emas yang tampak mencolok dan terlihat mewah dilengannya.


Pak Darsim memperhatikan beberapa kali wajah didalam foto tersebut.

__ADS_1


"Ii..iya mbak ini...mirip sekali dengan wajah istri saya. Hanya bentuk hidungnya dan kulitnya jauh lebih cerah dari istri saya Mursidah. Dan..bentuk tubuhnya lebih langsing dan terawat...Ttt...tttetapi... saya yakin 98% ini wajah Mursidah istri saya mbak..." ucap Darsim tampak yakin.


Amel mulai mencerna satu persatu informasi yang ia miliki. Jika benar foto ini adalah foto yang sama dengan istri pak Darsim, lantas mengapa diberita dituliskan ia seorang janda tanpa anak. Apakah istri pak Darsim benar-benar berniat menutup masa lalunya dengan pak Darsim hingga ia memalsukan semua identitas dirinya ? Tetapi kenapa ia tidak mengakui anaknya juga Ayu ?Ataukah ia terpaksa berbuat begitu karena berada dibawah ancaman Lee yang mengaku suami barunya itu ?


Jari jemari Amel semakin penasaran. Ia mencari tahu melalui internet mengenai nama asli korban pembunuhan sebenarnya. Berita yang beredar belum ada yang menuliskan siapa nama asli si wanita yang menjadi korban dalam pembunuhan. Semua sumber berita menuliskan dengan inisial nama depan korban. Dituliskan diberbagai sumber inisial korban adalah R. Sedangkan pak Darsim tadi menyebutkan nama istrinya Mursidah. Harusnya berinisial M. Mungkinkah pak Darsim salah mengenali foto ini. Wanita yang ada di foto internet ini hanya tampak mirip saja. Bukankah ia sendiri tadi bilang bentuk hidung dan warna kulitnya berbeda ?


Mungkin korban pembunuhan ini tidak ada sangkut pautnya dengan hilangnya istrinya itu. Mungkin saja ini adalah dua wanita yang berbeda. Hanya kebetulan korban pembunuhan ini merupakan mantan TKW di Hongkong juga. Tetapi, entah mengapa hati Amel merasa ganjal...


Mungkinkah, jika wanita korban pembunuhan ini sama dengan istri pak Darsim,sebenarnya si penelepon yang menghubungi pak Darsim jangan-jangan adalah pelaku dari pembunuhan ini ?


Lantas mengapa juga ia menelepon lelaki itu dan menyuruhnya menunggu didekat TKP ? Apa kira-kira niatan si penelepon pada pak Darsim saat itu jika ternyata ia adalah pelaku pembunuhan itu ? Mungkinkah ini sebuah ancaman serius untuk pak Darsim ?


Mungkinkah si penelepon yang mengajak bertemu adalah suami baru istri pak Darsim yang mengaku bernama Lee ? Jika iya, lantas apa motif ia membunuh istrinya itu dan mengancam Darsim dan Ayu untuk menjauhi istrinya dan melupakannya ?

__ADS_1


Apa yang harus ia lakukan ??? haruskah ia memecahkan ini sendirian. Atau...ia hubungi pihak kepolisian ? Jika ia hubungi pihak kepolisian, ia pasti akan dimasukkan menjadi saksi. Informasi yang ia berikan akan menjadi keterangan saksi. Posisinya akan rumit..media pun pasti akan ikut menyorotnya dan keterangan yang ia miliki ini pasti akan tersebar luas. Ia khawatir, pak Darsim dan Ayu yang akan jadi taruhannya. Mungkin ia pun juga akan masuk kedalam target si penelepon yang mungkin pelaku pembunuhan ini juga.


Amelia semakin bingung. Ia tahu ia berada di depan sebuah pusaran arus yang ia tak tahu akan berujung dimana.


"Hmm ...pak Darsim, bapak punya foto istri bapak yang close-up ? Foto sendirian tetapi yang besar seperti foto untuk KTP tapi dalam ukuran yang besar seperti ini ?", tanya Amelia memberikan penjelasan sambil mengeluarkan sebuah note berukuran kartu pos sebagai penunjuk.


Pak Darsim mengangguk.


"Ada mbak...saya punya...ada dirumah.." jawabnya singkat.


"Baiklah...kalau begitu..saya minta satu ya pak...kita ke rumah bapak saja sekarang.." ucap Amel kembali.


Perlahan sebuah ide melintas dibenak Amelia. Ia tahu, ia harus berjalan sendiri jika ia ingin selamat dan membantu pak Darsim memecahkan kasus ini.

__ADS_1


__ADS_2