
Seorang lelaki berusia sekitar 35 tahun mengenakan kemeja lengkap dengan jas memasuki sebuah bank. Penampilan necis khas seorang pengacara. Kulitnya tampak kecoklatan dengan wajah tegas dan tenang.
Bank menjelang siang begitu ramai. Lelaki itu tak membutuhkan antrian. Ia merupakan salah satu client khusus di bank itu.
"Permisi mbak, saya ingin mengurus mengenai hutang piutang debitur atas nama Nyonya Rumayyah",ucap si lelaki berkas tersebut.
"Anda membawa surat kuasanya ?",tanya si pegawai bank kembali.
"Ini..semua berkas yang diperlukan ada didalam map ini...tapi, untuk akte kematian, belum saya peroleh dari pihak kepolisian. Dan..ini bukti cuplikan koran atas kematian korban..",jawab si lelaki berjas itu kembali.
"Hmm...sebetulnya dalam persyaratan pengurusan untuk debitur yang meninggal dunia wajib melampirkan akte kematian. Tapi, karena disini korban meninggal tak wajar...maksud saya karena pembunuhan, saya belum tahu proseduralnya,Pak...Sebentar saya tanyakan kepada atasan saya terlebih dahulu..",jawab si pegawai bank menjelaskan.
__ADS_1
"Baiklah..saya tunggu",jawab si lelaki berjas itu kembali. Tak lama si pegawai bank masuk kedalam sebuah ruangan dibelakangnya. Cukup lama ia berada didalamnya. Hingga kemudian keluarlah seorang lelaki berusia 40 tahunan dari dalam ruangan itu.
"Dengan Pak Jayadiningrat ? Mari ikut saya,Pak...kita bicarakan didalam saja..", ucap lelaki itu kembali. Si pria berjas pun manggut dan mengikuti lelaki itu. Ia masuk ke sebuah ruangan khusus. Pak Wirandi. Begitulah nama manager bank tersebut sesuai yang tertera di name tag yang ia kenakan di kemejanya.
"Begini, Pak Wirandi mengenai permintaan bapak untuk mengurus masalah hutang piutang debitur atas nama Nyonya Rumayyah, berkas yang anda ajukan hampir lengkap. Hanya pihak bank tetap harus menerima kopian akte kematian Nyonya Rumayyah serta keterangan dari pihak kepolisian. Tetapi, karena Pak Jayadiningrat ini seorang pengacara pribadi yang ditunjuk oleh Nyonya Rumayyah untuk mengurus segala keperluannya jika beliau meninggal,maka untuk saat ini kami akan perlihatkan bukti-bukti transaksi maupun pinjaman yang dimiliki beliau.",ucap Pak Wirandi pada seorang lelaki yang ternyata pengacara dari Rumayyah.
Wirandi pun kemudian menghubungi melalui ekstensi dari ruangannya itu meminta semua berkas yang terkait dengan nasabahnya yang ,bernama Rumayyah. Hingga tak lama berselang seorang wanita berhijab mengetuk dan masuk kedalam ruangannya. Menyerahkan berkas yang diminta oleh atasannya itu.
Wirandi membuka map tersebut.
Pengacara itu membaca dengan detail semua berkas yang ada dihadapannya itu. Ia manggut-manggut.
__ADS_1
"Boleh saya meminta kopian seluruh berkas ini ? Untuk mengurus segala keperluan nasabah lainnya...seperti masalah pajak serta mungkin masalah keuangan lainnya terhadap aset tak bergerak pada bisnis restorannya...",ucap si Pengacara kembali pada Wirandi.
"Baiklah...sebentar saya kopikan. Dan maaf, boleh saya meminta KTP Asli anda dan bukti surat wasiat yang asli sebagai prosedural kami ?",ucap Wirandi kembali. Si pengacara pun menyerahkan surat wasiat asli dimana terdapat tanda tangan bermaterai serta cap jempol Rumayyah selaku pemilik restoran Tiam.
Wirandi pun keluar dari ruangannya. Cukup lama ia keluar. Sekitar 20 menitan. Kemudian ia masuk kembali kedalam ruangannya.
"Mohon maaf telah membuat anda menunggu lama...sebelumnya, bisa anda isikan formulir ini...sebagai administratif kami atas pengambilan berkas yang bersifat rahasia dari nasabah..",ucap Wirandi kembali pada Jayadiningrat. Pengacara itu pun mengisi formulir yang diberikan. butuh waktu 10 menit lebih untuk ia mengisi formulir yang diberikan dan sudah sekitar 2 jam lebih Jayadiningrat berada di bank. Hanya untuk mendapatkan berkas clientnya di bank tersebut.
Ia pun keluar dari bank. Tugas dan kewajibannya belum selesai sampai disana. Ia masih harus berurusan dengan kantor pajak maupun bak lainnya serta ke kepolisian untuk mengurus mengenai surat keterangan pembunuhan dan akte kematian yang diterbitkan dari rumah sakit khusus milik kepolisian.
Ia berjalan keluar dari bank. Waktu hampir pukul 4 sore. Mengurus masalah hutang piutang dengan bank memang bukanlah perkara mudah. Banyak prosedural yang harus dilalui.
__ADS_1
Jayadiningrat menuju parkiran. Ia tidak dengan supirnya. Hari itu ia mengendarai mobil Fortunernya sendiri.
***