Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 42 : Siapakah Pelaku Sebenarnya ?


__ADS_3

Sabtu siang itu Bimo hanya rebahan diatas kasur lipat seadanya. Setelah kenyang sarapan pagi dengan Gunadi,tetangganya,ia kembali ke rumahnya. Hiburan satu-satunya hanyalah laptop dan handphonenya.


Ia tak ingin menyia-nyiakan waktu untuk penyelidikannya. Ia mencolokkan modem plug and playnya ke laptopnya. Ia sibuk mencari tahu mengenai data apapun yang ia miliki. Menonton ulang video rekaman milik Junta saat investigasinya dengan para pegawai restoran. Ia mengenakan headsetnya. Khawatir suara rekaman video akan terdengar ke tetangga sebelahnya.


Ia mencoba mencari tahu tentang Misa,si target serta pegawai-pegawai restoran Tiam melalui akun media sosialnya. Beberapa dari mereka mengunci akunnya untuk publik. Hingga ia kesulitan untuk melihat profil mereka satu persatu.


Cara kuno pun ia gunakan. Persis seperti Amelia, ia membuat sebuah akun fake atau akun palsu dengan foto palsu. Tetapi Bimo menggunakan trik sedikit berbeda. Ia meng-add terlebih dahulu beberapa kawan dari para pegawai restoran Tiam yang mereka membuka akun mereka untuk publik. Beberapa yang sedang online,mengapprove permintaan pertemanan yang diminta Bimo dengan nama akun palsunya Jumanji. Entah kenapa ia menggunakan nama itu. Jumanji.Nama yang tiba-tiba saja terlintas dalam benak Bimo. Yang mirip dengan judul film favoritnya. Jumanji.


Ia telah mendapatkan sekitar 15 orang kawan dari kelima pegawai restoran Tiam. Yang ia add secara random dari puluhan orang. Dengan modal inilah ditambah beberapa foto yang ia upload untuk menyamarkan akun palsunya,ia berhasil membuat seolah itu sebuah akun asli milik seseorang.


Tanpa banyak pikir, barulah kemudian Bimo meng-add kelima pegawai restoran Tiam.Untuk mencari lebih dalam masing-masing profil mereka. Ia menunggu beberapa jam belum ada satupun yang mengapprove pertemanannya. Ia pun beralih ke email-nya. Tak ada email baru penting masuk.


Hingga tiba-tiba handphonenya berbunyi. Sebuah tanda pesan masuk.Bimo membukanya. Sebuah pesan masuk berbunyi :


Mo,gw dah dapet info dan lokasi yang loe minta.gw share location dari si target ya.Tapi, ini gw dapet dari data lokasi tersering si target berada.karena dari data call si target ada banyak lokasi yang terpencar. Ada satu lokasi kayaknya tempat si pelaku berada.


Pesan dari kawan kerjanya di bagian IT. Hari Sabtu kadang beberapa polisi yang sedang menangani kasus biasanya suka masuk untuk lembur. Apalagi mereka yang belum berkeluarga. Seperti kawannya ini. Ia berada dibagian manajemen IT. Biasa diminta untuk penyelidikan yang berbasis digital atau komputer.


Sebuah pesan yang membawa pencerahan.


Bimo pun membalas singkat dengan jawaban yes saja. Sambil ia mengucapkan terima kasih atas bantuan kawannya itu. Tak lama pesan lain pun masuk dari rekannya itu. Ia mengirimkan balasan berupa lokasi si target dan jenis telepon yang ia gunakan.


Bimo pun mulai mengatur rencana. Lokasi tujuannya tidak terlalu jauh dari rumah kontrakannya itu. Sekitar 1,5 jam dengan motor. Ia menimbang-nimbang..mungkin sebaiknya ia berangkat petang itu. Ia melihat jam di laptopnya. Puku 13.00 wib. Matahari masih sangat terik. Membuat dirinya sedikit malas untuk keluar rumah. Tetapi ia tak punya banyak waktu dalam proses penyelidikan ini.


Ia tengah menghitung waktu dalam otaknya. Ah, jam 14.00 wib saja ia keluar. Jika tak ada aral, ia dapat mencek dan sampai dilokasi sekitar pukul 15.30 an. Untuk muter-muter dan mencari tahu sekitar 1 jam-an. Sekitar setengah 5 atau jam 5 an ia sudah bisa selesai.


Umm...lagipula ini malam minggu. Ia tak punya pacar untuk dikencani dan daripada bengong dikamar petakannya tanpa hasil, pikir Bimo. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari lokasi si target dan informasi berguna lainnya siang itu. Ia berselancar sejenak didunia maya, sebelum akhirnya jam 2 kurang ia keluar rumah mengendarai motornya.


***

__ADS_1


Bimo mendorong motornya sampai ketengah jalan baru ia menyalakan mesinnya. Ia pun melaju menuju lokasi yang didapat. Jalanan siang itu tak terlalu ramai. Bimo mengenakan jaket kaos polosnya berwarna biru donker. Karena matahari bersinar cukup terik, membuat malas mengenakan jaket kulit yang biasa ia kenakan saat bekerja.


Sekitar 1,5 jam kurang ia telah berada di lokasi yang diberikan kawannya. Lokasi tersebut tak terlalu ramai. Seperti umumnya kawasan pemukiman dengan gang-gang sempit memuat satu mobil. Tetapi tempat tersebut cukup ramai dengan para pedagang makanan gerobak yang berjejer di setiap gang.


Bimo tak tahu mau kemana. Ia kembali melihat handphonenya. Mencari lokasi yang dimaksud. Tak ada lokasi pasti ataupun detail dari share location yang diberikan kawannya itu. Ia telah berada dititik yang diberikannya. Melihat beberapa patokan yang ada pada map. Sudah sesuai. Tetapi ia sekarang berada di sebuah gang jalan.


Ya sudahlah..ia melihat jam tangannya masih jam 3 lewat beberapa menit. perjalanan yang lumayan melelahkan ditambah panas terik, Bimo pun mencari tempat mangkal didaerah situ. Sebuah tempat bakso kebetulan ada disitu. Ia memarkirkan motornya.


Mengambil sebuah posisi duduk ke arah jalan yang bisa melihat motornya terparkir. Bimo memesan segelas es jeruk dan semangkuk bakso lengkap dengan mie dan bihun. Ia memang belum makan siang dari berangkat tadi.


Ia menikmati es jeruknya itu. Sampai-sampai ia menambah segelas lagi. Aroma gurih bakso menggugah perut Bimo yang tengah lapar. Ia memakan lahap makanannya itu. Setengah jam Bimo berada disana. Hingga matanya tampak terkejut. Sesosok wanita berambut melewati bahu dengan bekas-bekas cat rambut berwarna coklat pirang. Kulitnya tampak putih bersih terawat. Ia mengenakan kaos ketat dengan celana jeans pendek sepaha yang memperlihatkan kaki kurusnya yang putih tanpa cela dan sepasang sandal jepit swallow.


"Bang, beli baksonya 2 dan es jeruk manisnya 2. Dibungkus ya,bang..",ucap wanita itu.


Bimo yang memperhatikan dari jarak tak lebih dari semeter melihat dan mendengar jelas pembicaraan penjual dan pembelinya itu. Ia kaget bukan kepalang melihat gadis itu.


Bukan..bukan karena wanita itu tampak cantik Dimata Bimo yang membuat Bimo terkejut. Tetapi...wanita itu adalah orang yang ia kenal. Ia salah seorang pegawai restoran Tiam yang diwawancarai Junta dalam videonya. Reni. Seketika buyar segala analisa Bimo. Ia tak menyangka gadis itu yang akan ia temui disini.


Bimo pun buru-buru membayar setelah gadis itu berlalu dengan pesanannya yang dibungkus. Ia menunggu beberapa saat sampai gadis itu dirasa cukup jauh dari jarak pandangnya. Ia menyalakan mesin motornya dan membuntutinya.


Gadis itu tampak berjalan sendirian di sore hari itu. Ia masuk ke sebuah gang. Dan berhenti disebuah rumah sederhana bertingkat dua yang cukup asri.Bimo sendiri tak tahu apakah itu sebuah rumah kosan atau memang rumah si empunya. Bimo memperhatikan sejenak dari kejauhan rumah itu.Dengan slayer menutup wajahnya dan hanya terlihat kedua matanya. Ia pun kemudian melajukan motornya melewati rumah itu.


***


Didalam rumah sederhana itu...Reni baru saja membuka pintu dengan kunci yang dimilikinya dan menutup serta mengunci kembali pintu rumahnya.


Rumah yang tampak sederhana dari luar dengan sebuah pohon jambu rimbun didepan..ternyata bagian dalamnya memiliki 5 kamar tidur. 3 kamar tidur diatas dan 2 kamar dibawah. masing-masing lantai memiliki 1 kamar mandi yang digunakan bersama.


Pada lantai bagian bawah terdapat sebuah dapur kecil dengan kompor gas 2 tungku dan sebuah kulkas 1 pintu. Serta rak piring dan sebuah tempat cuci piring. Sebuah ruang TV dengan televisi 21 inch yang digunakan sebagai ruang kumpul bersama.

__ADS_1


Ternyata itu adalah sebuah rumah kosan khusus wanita yang ibu kosnya tidak tinggal didalamnya.


Tok..Tok...Tok...


Seorang wanita berambut hitam tebal panjang sepunggung membuka pintu kamarnya lebar-lebar.


"Ini pesananmu, Put..",ucap Reni pada rekan kerja yang juga teman satu kosannya itu.


"Oh..makasih,Ren..makan ditempat ku atau diruang TV saja ?",ucap Reni pada kawannya itu.


"Diruang Tivi ajalah...nanti kamar kamu semerbak bau bakso loh..."ucap Reni menggoda.


"Yo wis kamu duluan deh..nanti aku nyusul ke bawah ...", jawab Putri kembali. Reni pun mengangguk dan turun kembali ke lantai 1 sambil membawa bakso dan es jeruknya. Ia mengambil mangkok dan gelas kemudian duduk lesehan diruang TV yang hanya memiliki sebuah TV 21 inch yang tergantung dengan bracket ditembok dan sebuah karpet berbulu dengan motif harimau sebagai alasnya. Ternyata Reni tak sendirian ada 2 orang penghuni lainnya yang tengah menonton TV sambil membawa cemilan.


Bau bakso semerbak membuat kedua teman penghuni kosannya pun ikut berkomentar.


"Wah...enak bener nich baunya..",ucap salah seorang diantaranya.


"Mau cicip,mbak ?", tawar Reni pada teman sekosannya itu. Mereka berdua menggeleng.


"Nggak kok..kita udah makan tadi siang..Baunya aja menggunggah selera...",ujar salah seorang lainnya.


"Yo wis...aku makan ya, mbak..",ucap Reni kembali berbasa-basi.


"Put...buruan..gw makan duluan ya...",teriak Reni sambil menatap ke tangga menuju lantai 2. Putri yang setengah berlari menuruni tangga pun ikut nimbrung.


"Iya, Ren..sorry..tadi gw abis lipetin baju yang dah kering dari jemuran...nich..gw juga mau ikutan makan bareng..",jawab Putri sambil menuju ke dapur dan menuangkan bakso dalam bungkusan ke mangkok serta es jeruknya ke sebuah gelas besar.


Tak lama ia pun ikut nimbrung makan bersama Reni dan kedua penghuni kosan yang lainnya yang tengah menonton sebuah film thriller tentang mafia. Mereka asyik makan sambil saling melempar senda gurau dan obrolan menikmati sore di malam minggu itu.

__ADS_1


***


__ADS_2