
Mursidah telah berada di Hongkong hampir setahun lebih. Pertama kali ia menginjakkan kaki digemerlapnya kota Hongkong, Mursidah hanyalah gadis pinggiran kota yang culun. Ia tampak layaknya gadis Asia kampung. Hitam keling dengan wajah jauh dari kata cantik.
Tetapi setahun bagi para tenaga kerja di sana cukup untuk merubah pribadi mereka menjadi seseorang yang lain. Seorang yang menurut pandangan kaum metropolis, lebih dinamis, modis, dan fleksibel dengan lingkungan. Begitu pula dengan Mursidah kala itu. Baru sebulan ia menginjakkan kakinya di Hongkong, ia berkenalan dengan tenaga kerja wanita asal Magetan, Marsinah, di salah satu tempat mereka biasa nongkrong dan ngumpul saat malam Minggu,apalagi kalau bukan Victoria Park.
Marsinah kala itu menceritakan bagaimana pertama kali ia berada disini 3 tahun yang lalu. Ia bahkan memiliki nama cina yakni Mei-ling. Hal ini ia lakukan agar lebih mudah dikenal dan beradaptasi dengan lingkungan disini. Marsinah menjelaskan padanya, bahwa ia harus merubah namanya karena majikannya yang sulit untuk mengucapkan nama "Marsinah" . Bagi mereka nama tersebut susah dilafalkan dan diingat. Jadilah Marsinah merubah namanya menjadi Mei-ling. Semenjak itu semua orang, tak terkecuali para tenaga kerja yang kerap nongkrong bareng dengannya di Victoria Park memanggilnya dengan sebutan Mei-ling.
Mursidah yang kala itu masih lugu akhirnya mengikuti saran kawan seniornya itu. Sesama rekan TKW. Heise-Fang, yang berarti hitam manis. Nama itu diberikan Marsinah kepada Mursidah. Mursidah awalnya ragu dengan saran kawannya itu. Tapi ketika ia pun mengalami hal serupa seperti yang dialami Marsinah, oleh majikannya, ketika diseru majikannya mengerjakan sesuatu, hingga begitu kesalnya majikannya itu karena sulitnya memanggil kata Mursidah berulang kali, maka ia pun menyarankannya merubah namanya itu. Jadilah si Mursidah sejak itu dipanggil Heise-Fang.
Sebulan, dua bulan, setahun...
Waktu berganti detik, menit, jam, musim...
Mursidah kini menjelma tak ubah layaknya wanita malam dikawasan SoHo, kawasan club malam elite berjejer. Momogi Pao, julukan yang diberikan untuk wanita-wanita malam di sana.
__ADS_1
Rambutnya yang panjang dan ikal berubah menjadi kuning pirang kecoklatan, badannya yang tadi montok bergelambir seperti emak-emak kampung, kini berubah menjadi semok,padat dan berisi. Bibirnya yang tebal terlihat seksi merekah dengan gincu merah terang, pakaiannya senantiasa ketat dan minim membuat orang yang melihat terasa sesak dan kembang kempis. Tak lupa ia pun mulai suka berjalan dengan high heels 7 cm untuk membuatnya terlihat lebih semampai.
Malangnya, Mursidah telah jatuh salah berkawan dengan serigala berbulu domba. Marsinah alias Mei-Ling yang ternyata memiliki pekerjaan sampingan menjadi wanita panggilan pengusaha berkocek tebal di Hongkong, perlahan membawanya ke sisi kelam TKW disana yang terjerembab dunia malam.
Setahun saja Mursidah menjadi pembantu di rumah keluarga Bao yang memperlakukannya sangat baik, hingga ketika kontraknya dengan yayasan penyalurnya habis, ia pun tak memperpanjangnya. Marsinah kemudian menawarinya bekerja dengan gaji 2x lipat dari yang pernah ia terima dengan sangat mudah.
Marsinah awalnya membantu mengurus segala masalah perizinannya sebagai pekerja malam disana. Agar ia tak menjadi tenaga kerja ilegal disana. Bahkan ia menawarinya sebuah tempat tinggal, sharing di flat sederhana miliknya. Tetapi, malang tak dapat dicegah, perlahan yang tadinya hanya seorang pelayan di klub malam, Mursidah mulai merambah menjadi pelayan lelaki hidung belang berkocek tebal. Ia semakin terjerumus pada lubang hitam pusaran setan.
Hingga ...Suatu hari...
Tiba-tiba salah seorang pengusaha Bar ternama di pusat malam Hongkong, menjadi customernya. Awalnya, ia pelanggan seperti lelaki hidung belang yang biasa dilayaninya. Tetapi, perlahan lelaki itu jatuh hati pada Heise-Fang.
Ia pun mulai menjadi pelanggan tetapnya. Pengusaha Lee-Chan, begitulah orang mengenalnya. Pria berdarah tiongkok-Jepang ini perlahan menjadikannya istri simpanannya.
__ADS_1
Ia tinggal di sebuah apartemen yang mewah di kawasan elite di Hongkong. Mr.Lee seorang bujang lapuk sebelum bertemu Heise-Fang. Meskipun begitu, ia gemar bercinta dengan wanita bayaran yang ia suka. Hingga ia bertemu Heise-Fang dan ia menjadi pelanggan tetapnya.
Lee yang melihat Heise-Fang tanpa riasan dan bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga menjadi pelacur disana,merasa iba terhadap wanita itu.
Lee pun akhirnya mengeluarkannya dari jeratan setan Mei-ling alias Marsinah yang memperkenalkannya pada dunia malam dan pertama kali menjualnya kepada seorang lelaki hidung belang yang pernah menjadi customernya juga.
Dari sinilah benih-benih cinta Lee muncul, hingga ia memutuskan mengeluarkan Heise-Fang dari pekerjaannya menjadi wanita yang melayani setiap lelaki manapun yang membayarnya hingga menjadi wanita satu-satunya yang hanya melayaninya.
Sebagai bukti cintanya, Lee membawa serta tinggal Heise-Fang dengannya di sebuah apartemen mewah miliknya. Ia merubah semua penampilan Heise-Fang yang tampak seperti perempuan lacur, menjadi sosok wanita keibuan kelas atas. Tetapi, masalah mulai muncul...
Lee yang seorang bujang lapuk tanpa istri, mulai semakin tergila-gila dengan Heise-Fang alias Mursidah yang pada dasarnya, dahulu ia memang seorang perempuan setia, lugu,dan kampungan.
Masalah pun mulai muncul ketika Lee yang telah mengetahui, Heise-Fang memiliki suami dan anak di negeri asalnya. Lee mulai menuntut wanita itu menjadi satu-satunya wanita miliknya. Rasa cemburu mulai muncul setiap kali wanita itu menyebut-nyebut nama suami dan anaknya.
__ADS_1
Sedangkan nun jauh di pinggiran ibukota Jakarta, Darsim yang tak pernah mendapatkan kabar apapun dari sang istri mulai larut dalam kesedihan dan kekecewaan...
Ia tak tahu harus mencari kemana istrinya itu. Hingga waktu perlahan membuatnya merelakan kepergian Mursidah yang tanpa kabar. Ia pun mulai menerima kehidupannya sekarang. seorang Ayah yang membesarkan Ayu buah hatinya dengan Mursidah seorang diri. Ia membesarkannya dengan cinta luar biasa seorang ayah pada putri kecilnya itu...