Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 43 : Penyelidikan Yang Rumit


__ADS_3

Anto baru saja keluar rumah menuju sebuah kedai warung pecel ayam bada magrib itu. Ia mengendarai sepeda motornya malam minggu itu. Sebenarnya badannya kurang fit. Tapi apa daya perutnya meronta kelaparan.


Ia memarkirkan motornya. Badannya yang gereges seperti meriang masuk angin membuatnya memilih membungkus pesanannya. Sambil ia menunggu sebuah pesanan. Tanpa sengaja seseorang menatapnya dan memperhatikan dari jarak tak cukup jauh. Merasa mengenal dan familiar dengan wajah itu, lelaki itu menepuk bahunya.


"Umm...Anto bukan ya ?pegawai restoran Tiam ?",ucap sebuah suara yang tak lain adalah Junta.


Lelaki itu terkejut hingga menoleh pada polisi muda itu.


"Eeh...bapak...polisi...aduh..saya lupa namanya..",ucap Anto sedikit gelagapan saking kaget tak menyangka ia berjumpa disini dengan polisi itu.


"Iya ..saya Junta..masih inget kan ?", jawab Junta menjawab keterkejutan lelaki itu.


"Loh, bapak tinggal deket sini ? Malem-malem kok keluyuran jauh kesini pak ?",tanya Anto pada polisi muda itu.


"Nggak...tadi saya habis jalan ke situ..Apps and Techno Warehouse (sebuah toko khusus perlengkapan berbau teknologi)..ada yang saya beli..trus lewat sini niat cari makan,eh ketemu kamu...sempit ternyata ya dunia ini...",ucap Junta sambil mengangkat sebuah kantong belanjaan cukup besar dan berupaya mencairkan suasana yang keliatan kaku.


"Oo...bapak tinggal deket-deket sini ? Kok jauh sekali mainnya sampai kesini ?",tanya Anto kembali.


"Nggak..saya jauh dari sini..saya tinggal di kawasan Mangga Gedong.Yah..mau gimana lagi..satu-satunya toko peralatan komputer dan yang berbau teknologi terlengkap cuma ada disitu..lagian sekalian daripada ngedeprok dirumah aja malam minggu..",jawab Junta luwes.


"Oh iya,kamu sudah makan ?",tanya Junta tiba-tiba teringat seketika tujuannya disana ketika si pelayan yang tengah menggoreng ayam melirik ke arahnya.


"Ini..pak..saya lagi pesen tapi mau saya bawa pulang aja..badan saya lagi gereges gak enak...makan dirumah aja ",jawab Anto agak kikuk.


"Oo ..rumahmu deket sini toh ?",tanya Junta kembali.


"Ii..iya pak..saya ngontrak deket-deket sini..",jawab Anto singkat. Ketika si pelayan menyerahkan bungkusan pesanannya. Iya menyerahkan uang lembaran 20 ribuan, yang kemudian si penjual memberikan kembalian uang kertas selembar lima ribuan keluaran baru.


"Pak, maaf saya duluan ya..saya lagi gak enak badan..",ucap Anto pamit pada Junta.

__ADS_1


"Ooh..iya..silahkan..mau saya anter mas ?",tawar Junta pada lelaki itu ketika melihat wajahnya memang tampak agak pucat.


"Nggak usah,pak..saya bawa motor..",jawab Anto sambil tersenyum dan menganggukkan kepala tanda pamit.


"Yo wis..hati-hati dijalan ya, mas Anto..",jawab Junta kembali.


"Bang pecel lele pake nasi uduk dan segelas es teh manis 1 ya..",ucap Junta pada penjual yang tengah menyiapkan pesanan lainnya.


"Siap mas..ditunggu dulu ya..",ucap si penjual yang tengah sibuk menggoreng didepan wajan besar, mengurus pesanan para pembelinya yang mulai ramai.


Malam minggu kawasan Duku Baru sangat ramai.Bukan hanya tak jauh dari sekitaran sana terdapat pusat jajanan kuliner tetapi juga hanya berjarak beberapa puluh kilometer terdapat mall dan sebuah warehouse yang tadi dikunjungi Junta merupakan satu-satunya tempat yang khusus menjual berbagai kebutuhan elektronik dan hal-hal berbau teknologi terlengkap bahkan telah didaulat menjadi warehouse elektronik terbesar di Asia Tenggara. Jadilah kawasan disekitar sini pun ikut ramai dan mulai terlihat kepadatan lalu lintas. Semakin malam justru menuju daerah sini semakin padat saat malam Minggu tiba.


Sekitar 15 menit ia menunggu,cukup lama untuk sebuah pesanan. Tapi karena malam minggu itu ia tak buru-buru, ia pun menikmatinya.


Hingga beberapa detik kemudian, seorang pelayan memberikan pesanannya. Junta buru-buru melahapnya. Seharian berkeliling mencari sebuah harddisk memori dan kebutuhan untuk laptopnya, membuat rasa lapar diperutnya mengganas. Seharian ia hanya sarapan pagi. Itupun hanya setangkap roti bakar dengan selai kacang. Tak ayal ketika aroma pecel lele bercampur dengan nasi uduk menghampiri, ia melahap dengan cepat.


Kedai ini hanyalah warung tenda sederhana. Tapi cukup besar untuk sebuah warung tenda. Selain itu nampaknya ia cukup terkenal juga. Walau hanya menjual aneka pecel ayam,lele,bebek dari digoreng sampai dibakar, tetapi Junta melihat semakin malam, warung tenda ini semakin mulai dipadati pelanggan yang ingin menikmati menu disini.


***


Hingga dering handphone berbunyi. Sebuah pesan masuk ke hpnya.


Sebuah chat masuk dari sang kekasih.


Kau sudah makan sayang ? Mau ku delivery makanan buatmu ? Maafkan aku lupa menjengukmu malam Minggu ini...tadi aku bersama..you know lah..jadi aku tak mungkin ketempatmu..aku takut ia curiga dengan hubungan kita berdua..kau baik-baik saja kan ? Kalau tak ada halangan, besok aku akan ke tempatmu ..aku merindukanmu sayang..


Anto tak membalas pesan itu. Ia membiarkannya saja.rasa letih ditambah tubuh yang kurang fit perlahan membuatnya merasa kantuk. Ia bergegas merapikan semua sampah bekas makannya. Mencuci tangan dan kakinya. Kemudian rebahan di atas kasurnya. Memejamkan kedua matanya


Ia teringat kekasihnya. Wajah cantik dengan tubuh ideal. Hasrat lelakinya sama seperti pria pada umumnya. Tetapi pikiran untuk menikahi wanita itu membuat segala libido lelakinya mendadak turun. Ia hanyalah seorang chef di restoran sederhana.Jika hanya membiayai dirinya sendiri, lelaki itu masih sanggup. Tapi untuk membiayai istri dan anaknya nanti, bukanlah perkara mudah.

__ADS_1


***


Di sebuah rumah petakan berwarna biru muda..


Bimo yang sudah sampai sejak magrib tadi tengah duduk selepas shalat isya. Ia menyalakan laptopnya kembali. Sungguh hari ini ia tak menyangka. Segala alibi ataupun prasangkanya seperti teracak-acak kembali setelah ia mendapatkan info dari rekan ITnya serta sebuah kenyataan ia berjumpa dengan Reni di lokasi yang diberikan kawannya itu.


Kini segala puzzle yang tengah ia susun seperti nyaris teracak kembali. Darsim yang hampir ia selalu curigai, kini beralih kepada Reni si pegawai restoran Tiam. Mungkinkah gadis itu ? Seorang perempuan ternyata pelaku dari kasus pembunuhan yang ia tangani ?Setega itukah ?sesama wanita ?


"Ah..rasanya tak mungkin dalam pikiran Bimo. Tapi, bukankah tak ada yang tidak mungkin di zaman yang makin edan ini ?!", ucap Bimo dalam benaknya. Pikiran Bimo kini terasa kacau.


Ia mengenakan kaos dan celana pendeknya disebuah kamar yang hanya terisi sebuah kasur lipat tipis dengan sebuah rak lemari plastik.


Ruang depan telah ia sulap menjadi garasi buat motornya. Mengikuti saran Gunadi, tetangganya. Daripada kenapa-kenapa, ia pun memarkirkan dan memasukkan motornya. Jadilah ruang depan menjadi garasi motor untuknya. Hingga tinggal menyisakan sebuah kamar tidur dengan dapur dan kamar mandi disebelahnya.


Bimo kembali berkutat dengan laptopnya. Ketika ia melihat beberapa notifikasi memberitahukan perihal permintaan pertemanannya sudah diterima di media sosial. Ia melihat, hanya para pegawai wanita dari restoran Tiam yang menerima pertemanannya. Misa, Putri, dan Reni.


"Ah dasar perempuan! giliran cowok ganteng yang add mereka approved permintaan pertemanan",pikir Bimo sesaat.


Eh..tapi..tunggu..what ??? Misa dan Reni yang tadi sore ia temui juga sudah menerima permintaan pertemanannya.


"Baguslah!",gumam Bimo dalam hati.Bimo pun mulai semakin antusias dengan penyelidikannya.


Ia mulai membuka satu persatu isi akun tersebut. Pertama, ia memulai dari Reni. Gara-gara kejadian sore tadi, membuat Bimo penasaran dengan wanita ini. Apalagi dialah orang yang ditemui dilokasi yang diberikan kawan sejawatnya di IT kepolisian. Membuat wanita itu menjadi salah satu tersangka utama dalam pikiran Bimo kini.


Dan...


Semakin ia menelusuri satu persatu narasumbernya itu...semakin banyak alibi berkecamuk di benak Bimo. Siapakah yang pantas dijadikan tersangka utama dalam kasus pembunuhan yang ia tangani ini ?


Perlahan alibi dan kecurigaannya yang tadinya besar terhadap Darsim kini mulai memudar ketika Reni seketika muncul dalam benaknya menjadi salah satu tersangka akibat kejadian sore tadi. Tetapi apa kira-kira motifnya jika wanita ini pelakunya ? Atau jangan-jangan pembunuhan ini merupakan sebuah konspirasi berencana yang dilakukan beberapa pelaku dan diatur secara detail dan rapi ? Bimo semakin pusing dibuatnya.

__ADS_1


***


__ADS_2