
Amel tengah berada dikosannya. Pegal dan letih yang tadi sempat terlupa seolah langsung mendadak muncul. Ia meletakkan tas selempang kecilnya di atas meja. Mengambil pena dan buku catatannya. Ia menulis segala informasi yang ia dapat siang ini. Tak lupa ia mencatat semua yang ia dapat di dalam notes kecilnya. Selesai dengan catatannya, Amel beranjak mandi dan mengenakan kaos oblong serta celana pendek bergegas untuk tidur.
Di atas ranjang reotnya yang berbunyi setiap kali ia menghempaskan tubuhnya di atas kasur, ia berupaya memejamkan matanya. Ia teringat segala kejadian sepanjang hari ini. Bagaimana ia mengenal pak Darsim dan Ayu. Suatu perkenalan yang tak biasa. Nyaris bahkan seolah kebetulan tapi mungkin begitulah takdir Tuhan bermain didalamnya.
Perlahan rasa kantuk datang membius. Tak butuh waktu lama bagi Amel hingga ia jatuh dalam tidur pulasnya.
***
Seorang wanita berambut tanggung melewati pundak mengenakan pakaian tidur berupa tanktop terusan selutut. Wajahnya tak terlalu cantik tapi tubuhnya padat berisi. *********** tampak membulat besar dan berisi. Kulitnya sawo matang bersih. Kelihatan seperti mendapatkan perawatan yang baik. Dibelakangnya, seorang lelaki berwajah Chinese dengan kulit putih terawat. Dari perawakannya ia terlihat seperti lelaki cina kaya berduit. Ia tengah merangkul pinggang wanita itu dengan mesra dan tampak bernafsu.
"Kau tak apa-apa dengan hubungan kita ini ?" tanya lelaki itu sambil menciumi leher wanita yang dipeluknya.
"Ya ..tak usah khawatir.." jawabnya singkat. Wanita itu tampak menikmati cumbuan yang diberikan si lelaki padanya.
" Kau akan menceraikannya bukan ?" tanya lelaki itu padanya sambil membalikkan badan wanita itu hingga berhadapan dengannya.
__ADS_1
"Aku...aku belum memikirkannya..."jawab wanita itu pelan.
Plak ...sebuah tamparan keras tiba-tiba saja melayang dipipi wanita itu.
"Kau harus menceraikannya!" ujar lelaki ini dengan geram. Ia bahkan melepaskan pelukannya. Seolah kemesraan yang baru saja ditampakkannya itu hanyalah sebuah kepalsuan. lenyap tak berbekas.
Amel yang melihat didepan pintu kamar mewah bercat putih itu spontan berteriak dan maju untuk melerainya. Belum sempat ia berteriak, ia terbangun dari tidur pulasnya. Ia telah bermimpi. Mimpi yang aneh. Napasnya sesaat memburu. Ia bangun dan terduduk di atas kasurnya. Mimpinya terasa sangat nyata baginya. Siapa ya mereka ? .
Amel kembali membaringkan badannya. Ah..mungkin karena aku terlalu lelah seharian ini, pikirnya. Ia tak ambil pusing dengan mimpinya itu. Ia kembali melanjutkan tidurnya. Rasa letih seharian membuatnya kali ini betul-betul tertidur nyenyak hingga suara ayam jago berkokok milik tetangga kosannyalah yang telah membangunkannya pagi itu. Pukul 05.15. Amel bergegas bangun dan melaksanakan shalat subuh.
***
Tapi ia masih bingung ingin menulis apa. Ia nyalakan laptop yang ada di atas meja. Untunglah kuota internetnya saat ini masih banyak dan belum terpakai. Ia coba searching untuk mendapatkan berbagai informasi dari kasus pembunuhan yang terjadi kemarin. Ia tak mendapat info yang cukup berarti. Ia Googling dengan berbagai subjek judul.
Kasus Pembunuhan Pemilik Restoran Tiam.
__ADS_1
Internet mencoba searching dengan judul yang ia ketik. Hingga keluarlah beberapa informasi dari berbagai sumber terkait berita yang ia cari. Amelia mengklik salah satunya.
Betul saja informasi yang didapatnya. Wanita yang terbunuh kemarin adalah seorang janda tanpa anak. Dalam berita dituliskan bahwa wanita ini adalah mantan TKW sukses yang pernah bekerja di Hongkong, dan kemudian ia membuka usaha restoran Cina disini. Kesuksesan bisnis kulinernya perlahan membuatnya bisa membeli sebuah rumah dikawasan pusat kota. Bisnis kulinernya yang kian bertambah sukses membuatnya sanggup merenovasi rumah yang ia tempati itu.
Tidak banyak informasi pembunuhan mengenainya. Pihak kepolisian baru merilis kematiannya, yang diduga karena tewas dibunuh oleh senjata tajam. Tapi, belum ada informasi lebih lanjut mengenai hasil forensik atas kematiannya itu. Beberapa sumber berita menganalisa kematiannya mungkin disebabkan adanya iri yang mungkin timbul dari saingan bisnis yang dijalankannya itu. Apalagi ia seorang janda tanpa anak. Beberapa sumber lainnya bahkan mengatakan wanita ini mungkin tewas bunuh diri akibat hutang yang dimilikinya. Simpang siur yang tidak jelas bagi Amel yang seorang jurnalis idealis.
Amel mengklik gambar pada menu google. Muncullah beberapa gambar terkait judul yang ia ketik. Matanya terbelalak saat ia melihat seorang wanita berdiri didepan sebuah plang restoran bertuliskan : Restoran Tiam.
Amel tampak terkejut hingga tak sadar ia mengucek matanya berulang kali. Ia zoom gambar dilaptopnya itu.
Ii..ini...ini wanita yang ada dalam mimpinya tadi malam. Sama persis wajahnya. Dalam foto di monitornya terlihat wanita itu mengenakan dress terusan berwarna merah selutut dengan kalung mutiara dan sebuah arloji emas yang terlihat cukup mewah ditangan kirinya. Wanita tersebut tersenyum hingga terlihat barisan gigi putihnya yang tampak rapi terawat.
Amel yakin sekali wanita ini sama persis dengan wanita dalam mimpinya. Wajahnya betul-betul mirip. Mungkinkah mimpinya semalam berkaitan dengan semua peristiwa yang sedang ia alami ? Haruskah ia mendalami kasus pembunuhan ini ?
Amel masih tercengang duduk di kursi kayunya. Semua tampak seperti puzzle yang saling berkaitan. Mungkinkah ini sekedar kebetulan yang terjadi hanya dalam semalam...serasa sekejap mata bagi Amel. Atau Tuhan punya rencana dibalik semua ini ?, gumam Amel berupaya mencerna semuanya.
__ADS_1