Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 61 : Teka-Teki Yang Semakin Membingungkan...


__ADS_3

Putri tengah selesai mandi setelah penat dengan urusan restoran. Gara -gara masalah uang setoran yang hilang moodnya rusak.Meskipun setelah kepergian bosnya masalah keuangan resto kini diurus oleh sang pengacara pribadi mendiang majikannya, dan ia tak terlalu strict dengan masalah laporan,tapi Putri merasa jengkel. Ia merasa kecolongan dengan hilangnya uangnya.


Baru saja ia tengah berfikir dan teringat masalah yang terjadi 2 hari lalu,ia tampak terkejut, tatkala, ia membuka lemari pakaiannya. Ketika ia tengah menarik sebuah baju untuk dikenakan, tanpa sengaja selembar uang terjatuh ikut ketarik pakaian yang diambilnya. Ia langsung mengangkat pakaiannya. Ternyata dibawah tumpukan baju di lemarinya, terdapat beberapa lembar uang puluhan ribu dari berbagai pecahan. Ia terkejut. Tak pernah ia menaruh uang diselipan baju. Bukan karakter dirinya. Ia mengambil uang dan menghitungnya. Kini ia semakin terkejut. Ternyata jumlahnya sama dengan uang setoran pendapatan resto yang hilang 2 hari yang lalu.


"Bagaimana bisa ya ? Apa iya, iya lupa meletakkannya disini ? ",Putri membatin.Tapi, Putri yakin sekali..ia tidak biasa meletakkan uang langsung diselipan baju. Ia memiliki dompet khusus untuk semua pendapatan resto setiap harinya dimana ia akan menaruh semua cash pendapatan resto disana. Kemudian jika sempat, malam itu juga atau keesokan paginya, biasanya ia akan langsung setor tunai ke rekening khusus milik resto.


Kini ia coba mengingat-ingat.Tapi ia ragu juga. Bisa jadi saking letih dan capeknya, ia merasa lupa meletakkan uang. Ia pun masih tampak linglung sambil mengenakan pakaian rumahannya. Rambut panjangnya yang basah dibiarkan terurai.


Tengah ia sedang sibuk mengeringkan rambutnya,seseorang mengetuk pintu kamarnya.


"Eh,Ren...kenapa ?",ucap Putri tatkala melihat Reni dihadapannya itu.


"Loh...kamu udah pulang dari tadi ya ? Sudah makan malam,Put ?" tanya Reni pada gadis itu.


"Aku sudah makan tadi..sebelum balik ke kosan..mampir ditempat nasi goreng biasa,Ren...kenapa ? Kau belum beli makan ya ?",timpal Putri pada teman kerja sekaligus teman satu kosannya itu.


"Belum...Yo wislah...kalau kamu dah makan. Aku pergi sendiri deh...sorry ya,ganggu...", ucap Reni sesaat sambil celinguk-celinguk seakan ia mencari sesuatu.


"Oh iya,gak papa kok Ren...sorry ya gw sampe lupa ngajakin loe makan bareng..",jawab Putri sekenanya.


"Ah, bukan masalah kok,Put..tadi kukira kau belum pulang ..habis tadi ku ajak pulang bareng,kau bilang ada keperluan...jadi aku kira kau mo lembur...,"ucap Reni sekenanya.


"Yo wis deh...gw cabut dulu ya..mo cari makan",ucap Reni kembali. Sesaat matanya tampak terpaku melihat lemari pakaian yang terbuka dibelakang Putri. Kemudian ia tersenyum sambil berlalu dari pandangan kawannya itu. Putri pun kembali menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


***


Baru beberapa hari yang lalu Amelia menerima paket USB mini dari seorang misterius tanpa nama...yang menurut dugaannya ini adalah ulah si penelepon misterius ... Meskipun dilain sisi ada keraguan dihatinya....


Ia tak menyangka lelaki misterius itu sangat cerdas...melebihi dugaannya ...


Malam ini ia tengah berkutat dikamar kosannya...menyelesaikan beberapa berita tulisannya yang akan segera naik cetak ...


Tapi ia kembali dikejutkan dengan sebuah email.. Email yang tersetting tanpa nama dan tanpa akun email yang jelas...


Siapa lagi gerangan ? jiwa seorang jurnalisnya meronta ingin tahu ...rasa penasaran sekaligus bercampur dengan kengerian ...


Kengerian ?


Ya sebuah kengerian karena ia tahu seseorang mengintainya...dan sialnya ia bukan orang yang bodoh...bahkan Amelia yakin kapasitas kemampuannya jauh diatas dirinya ...


Amelia membuka email tersebut. Sebuah pesan singkat tertulis didalamnya.


Aku tahu kau pasti penasaran denganku...tapi sebaiknya kau tak perlu mencari tahuku .. lebih baik kau gunakan waktumu untuk menyelidiki lebih dalam kasus pembunuhan pemilik restoran Tiam.


Bukalah link yang ditautkan dalam email ini. Ingat,jangan curangi aku..nanti kau akan menyesal ... Aku memilihmu karena aku yakin kau bisa memecahkan teka-teki ini..


Sekali lagi,kau tak punya banyak waktu. Kau tak akan bisa mendownload,mengcopy atau mengirimkan apa yang akan kau lihat. Seperti sebelumnya, gunakan saja akal dan intuisimu untuk memecahkannya.

__ADS_1


Kau hanya memiliki waktu 10 menit. Sebelum link ini hilang lenyap tanpa bekas. Dan kau takkan bisa membukanya kembali atau mencari lewat google sekalipun.


Good Luck !


Amelia masih terpaku. Ia merasa terlalu letih malam itu dengan kerjaan yang harus ia bawa pulang. Tetapi rasa penasaran telah mengalahkan segala kepenatannya. Amelia mengklik link yang ditautkan dalam email tersebut. Internet diwaktu malam yang tampak begitu lancar bagi para peselancar didunia maya merupakan sebuah anugerah tersendiri baginya. Dan....terbukalah...


Seperti sebuah aplikasi khusus yang masuk kedalam sebuah akun...


Ini bukanlah sebuah aplikasi sembarang. Amelia dapat melihatnya. Untuk masuk saja ia harus menyerahkan alamat emailnya. Seketika saat ia memasukkan email dan passwordnya,aplikasi tersebut tampak tengah seperti menenkripsi dengan berbagai kode program yang tak akan mudah dimengerti dengan orang awam.


Setelahnya ia masuk kesebuah layar dimana terdapat sebuah dokumen dalam bentuk foto atau gambar. Sama seperti yang diberikan si pengirim paket misterius pada USB mini, kini dalam aplikasi yang terkoneksi internet itu terdapat pula sebuah gambar jam yang menunjukkan waktu yang telah ia lalui.


Amelia menarik napas panjang terlebih dahulu sebelum melanjutkan kembali penelusurannya. Setelahnya tanpa berlama, ia mengklik dari dokumen teratas.


Sebuah foto hitam putih,tampak seorang didalam foto Amelia sangat familiar. Ia mengenali itu adalah Darsim. Sedangkan seorang disebelahnya ia tak mengenalinya. Amelia buru-buru memotret gambar dilayar laptopnya dengan kamera HP.


Kemudian ia menutup dokumen itu dan membuka dokumen diurutan berikutnya. Kali ini foto yang tampak berwarna. Seperti sebuah foto yang masih baru. Ia melihat, latarnya pun tampak seperti kota modern saat ini. Tampak seperti disebuah kedai makan atau apalah, seperti dua orang pria yang tengah duduk selfie disebuah meja dengan beberapa hidangan makanan diatasnya. Amelia memperhatikan dengan seksama foto itu. Wajah seorang diantaranya tampak seperti foto sebelumnya. Meskipun terdapat perbedaan yang cukup signifikan, tapi raut wajahnya nampak seperti satu orang yang sama seperti foto sebelumnya yang ia buka. Seseorang yang tengah bersama Darsim saling berangkulan memeluk bahu. Amelia kembali membuka foto sebelumnya memperhatikan lekuk dan garis wajahnya. Sangat mirip. Sepertinya ini adalah satu orang yang sama.


Entahlah itu kawan,saudara,atau siapanya si Darsim. Tapi tampak mereka sangat akrab. Amelia membuka kembali foto yang berwarna itu. Seorang lainnya yang tengah terduduk seperti disebuah kedai atau cafe, nampak sangat familiar bagi Amelia. Ia seperti pernah melihat lelaki itu. Tapi entahlah...Amelia tak dapat mengingatnya. Hati dan memorinya merasakan lelaki itu pernah ia temui atau lihat. Tapi tak tahu dimana. Amelia tak ingat. Matanya melirik ke arah gambar jam disisi kanan yang terus berjalan. Penunjuk waktu itu telah menunjukkan Amelia telah menghabiskan 5 menit lebih hanya untuk melihat dua foto. Ia masih memiliki foto lainnya.Tak ingin waktunya terbuang sia-sia,ia memotret kembali dengan kamera handphonenya dan segera membuka dokumen terakhir.


Kali ini sebuah foto lainnya. Dan...sudah tentu ia sangat mengenali. Sebuah foto seorang laki-laki yang ada difoto sebelumnya. Ia tampak berdiri didepan restoran Tiam bersama sang owner. Mereka berdua tampak tersenyum ceria dengan barisan gigi yang terlihat.


Amelia mulai memutar otak berupaya memahami pesan yang tersirat yang ingin disampaikan si pria misterius ini. Kini bulu tengkuknya berdiri dan jantungnya berdebar kencang dan cepat. Hingga ia tersadar ...mungkinkah....mungkinkah lelaki yang ada dalam foto ini adalah pelaku pembunuhan ? Dan...mengapa Darsim bisa ada dalam foto bersama lelaki ini ? Lelaki yang ternyata sepertinya mengenal sang owner pula ?Atau ...jangan-jangan...Darsimlah pelaku pembunuhan terhadap si owner restoran Tiam yang sekaligus jua mantan istrinya yang menghilang itu ? Mungkinkah Darsim menutupi sesuatu dari Amelia dan polisi yang menangani kasus ini ? Jangan-jangan lelaki itu tengah bersandiwara dan Amelia telah termakan olehnya ?Mungkinkah Amelia salah menolong orang yang ternyata ...jangan-jangan ...justru Darsim,yang niat ditolongnya itu...adalah pelaku kejahatan yang sesungguhnya ?.

__ADS_1


Amelia tampak melengos. Ia menghela napas berat dan panjang. Bergegas ia kembali menjepret dengan kamera handphonenya foto yang terpampang dilayar laptopnya kini. Ia membiarkan terbuka sampai waktu kelak akan habis dan melenyapkan gambar-gambar yang ada dalam aplikasi itu.


Ia hanya mampu terdiam dengan perasaan yang tak keruan. Otaknya telah melalang entah kemana. Serpihan puzzle yang ia kira telah tersusun rapi membentuk sebuah rangkaian alur yang tampak jelas, seketika runtuh dan berantakan. Kini ia tak bisa membuat alibi pasti akan kasus pembunuhan yang terjadi. Sebenarnya apa yang sesungguhnya terjadi ? Amelia semakin bergidik ngeri. Mungkinkah ...jangan-jangan semakin ia tahu banyak...jika Darsim pelakunya,akankah ia menjadi salah satu target korban pembunuhannya ? Akankah ia sanggup membongkar dan membantu kepolisian membongkar siapa dalang sesungguhnya dibalik kematian si korban ? Atau ialah yang akan kalah dalam permainan ini dan justru akan menjadi korban berikutnya ?.Pikirannya berkecamuk dan tanpa sepengetahuan Amelia seseorang yang berada diseberang sana tengah mengintai dari kamera web yang menyala dengan koneksi internet. Arus modernitas teknologi yang cepat sanggup menjadikan apapun yang selama ini tampak mustahil menjadi sesuatu yang riil.


__ADS_2