Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 46 : Diskusi Bimo dan Junta...


__ADS_3

Senin pagi itu semua orang tampak sibuk. Gedung kantor media cetak tempat Amelia bekerja tampak sibuk. Tak terkecuali Amelia. Tulisannya tentang kehidupan Darsim dan anaknya yang merantau mendapatkan respon positif dari para pembacanya. Bahkan beberapa dari mereka mengirimkan email langsung ke akun kerja Amelia menanyakan mengenai donasi yang mungkin akan mereka berikan untuk Darsim dan anaknya. Padahal tulisan Amelia mengangkat tentang masalah hukum dan ekonomi yang carut marut di negerinya hingga membuat populasi rakyat miskin kota meningkat. Darsim hanyalah bagian dari contoh kecil topik utama yang ia angkat.


Tetapi mungkin bagi para pembacanya, tulisan Amelia telah menggugah hati mereka. Banyak tawaran untuk open donasi kepadanya. Amelia sendiri belum merespon apapun. Tetapi respon positif para pembacanya membuat imbas baik baginya dari sang editor. Ia mendapatkan bayaran lebih dari biasanya sebagai reward positif.


Amelia sendiri belum menggunakan bayaran hasil dari tulisannya itu. Ia berniat menyerahkannya kepada Darsim sepenuhnya sebagai tanda terima kasih. Karena takdir pertemuannya dengan lelaki itulah yang membawanya tak hanya sebatas narasumber yang telah menyelamatkan ia dari deadline saat itu. Tetapi, kini menjadikan ia terlibat dalam sebuah kasus yang jika ia bisa membongkar terlebih dahulu kasus ini dari para kuli tinta yang lainnya, maka ia bukan hanya bisa mendapatkan reward besar dari perusahaan tetapi mungkin sebagai jurnalis namanya akan naik.


Ditengah kerjanya yang padat, Amelia tiba-tiba mendapat sebuah pesan masuk.


"Hi,cantik ketemuan yuk..."


Amelia pun melihat si pengirim. Ternyata si penelepon misterius. Sebuah kebetulan sekaligus menghilangkan rasa penasarannya.


Ia tak segera membalas pesan itu. Amelia menimbang kalimat yang akan ia ketikkan dan resiko yang mungkin akan ia temui. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mengajak lelaki ini bertemu.


Ia pun menekan tombol kirim. Beberapa saat ia menunggu balasan si pengirim pesan. Tetapi setelah 10-15 menit ia menunggu, tak ada balasan apapun. Ia kembali berfokus pada pekerjaannya.


***


Di gedung kantor kepolisian...


Bimo yang sudah sampai lebih dulu masuk kantor dan Junta yang baru saja datang tiba-tiba ..


"Mo ..."


"Jun..."


Mereka berdua tanpa sengaja saling memanggil bersamaan.


"Loe dulu deh,Mo...ada kabar baru apa weekend kemarin ?", tanya Junta pada rekannya itu.

__ADS_1


"He..he..he..he...tahu aja loe,bro itu yang mau gw ceritain...loe pasti shock deh ..",ucap Bimo cengengesan melihat rekannya itu. Junta sudah dapat menebak melihat raut antusias kawannya itu. Ia pun duduk di kursinya dan menghadapkan kursinya ke arah Bimo.


"Kenapa ?", ucap Junta menatap wajah kawannya itu.


"Jun, kemarin bagian IT kita ngabarin gw. Si Krishna bilang dia sudah dapatkan location point dari sipemilik hp. Memang belum tentu pasti itu lokasi si penelepon. Tapi,katanya dia dapatkan dari tracking record panggilan pemilik nomor. Dari sana ia bisa melacak lokasi si penelepon sering berada. Trus dia kirim location map-nya ke gw..",terang Bimo tanpa basa-basi.


"Wah..bagus...progress besar...trus loe dah coba cek lokasinya ?",tanya Junta kembali.


"Nah..itu dia...loe pasti terkejut apa yang gw temukan disana ?",ucap Bimo sengaja membuat penasaran kawannya itu.


"Memang apa yang loe temukan disana ?". Junta pun tampak penasaran.


"Gw dah coba cek ke lokasinya. Itu kayak semacam perumahan cukup padat penduduk. Banyak gang-gang kecil dan cukup ramai dengan public places gitu loh,Jun.."


"Dan...yang ter-epiknya...saat gw lagi disana gw ketemu seseorang ...orang yang loe juga pasti tahu...",lanjut Bimo kembali.


"Siapa,Mo ?"


"Hmm...bang Juned ya ?",jawab Junta menggoda. Juned adalah seorang pria gemulai penjual Indomie dengan berbagai topping dekat dengan kantornya.Orangnya doyan becanda dan tidak mudah tersinggung dicandai apapun.


"Sialan loe,Jun..bukanlah!ngapain gw ketemu Juned gw laporin ke loe! Ntar loe cembokor alias cemburu lagi sama gw.."balas Bimo pada kawannya itu.


"Gw ketemu si Reni,Jun ",jawab Bimo pada Junta.


"Maksud loe ?!",Junta pun tampak terkejut.


"Iya..Reni...si Reni pegawai korban. Si Krishna cuma ngasih lokasi, yang pas gw datengin itu kayak sebuah tempat pemukiman penduduk banyak gang-gang kecil. Karena lokasinya bukan sebuah alamat detail,jadilah gw coba mengitari sekitar titik lokasi yang dikasih aja. Cuma yang epik, saat gw lagi makan bakso disana, si Reni muncul dan beli bakso ditempat gw makan. Cuma kan dia belum tahu gw...gw doank yang tahu dia dari video rekaman wawancara loe..",terang Bimo.


"Nah,terus gw coba ikutin dia saat pulang..gak jauh dari tempat penjual bakso tadi,dia masuk ke sebuah rumah bertingkat. Kayaknya dia tinggal disitu..",lanjut Bimo lagi.

__ADS_1


"Heemm..gw ngerti,Mo..",balas Junta mendengar keterangan Bimo.


"Kita gak boleh langsung menuduh Reni,Mo..kita gak tahu rumah itu rumah tinggalnya atau mungkin kos-kosan...",ucap Junta menerangkan.


"Tapi memang cukup epik juga ya,Mo..kenapa kayak kebetulan banget ya ? Loe dapat info dari si Krishna lokasi sipemilik nomor dan disaat bersamaan loe ketemu Reni dan ternyata dia tinggal disekitar lokasi pemilik nomor .."Junta berkata sambil tampak tengah berfikir.


"Nah,itu dia,Jun..gw juga mikir kesana pas kemarin itu..gw juga ngerasa gak mungkinlah dia tersangka..tapi kita tetap tak bisa mengindahkan bukti dilapangan kan ?",balas Bimo.


"Cuma..gw jadi kepikiran,kalau seandainya rumah itu ternyata rumah kontrakan atau kos-kosan,mungkin gak ya kalau para pegawai tinggal serumah disana ?"


"Kalau bener dugaan gw,Jun..seandainya rumah yang dimasuki Reni itu adalah rumah kontrakan dan ternyata semua pegawai restoran tinggal disana, berarti...mungkinkah pembunuhan terhadap korban adalah pembunuhan berencana yang dilakukan seluruh pegawainya ? Motifnya bisa karena dendam atau rasa tidak suka bawahan terhadap atasannya ?",jelas Bimo dengan dugaannya itu.


"Maksud loe, loe mencurigai pembunuhan yang terjadi adalah hasil konspirasi semua pegawai korban ?",tanya Junta pada Bimo. Bimo hanya menganggukkan kepala.


"Gw agak sangsi, Mo ama kecurigaan loe..karena menurut gw, gak semua pegawai korban gw curigai...dan bukannya loe waktu awal menaruh kecurigaan besar pada Darsim ?",tanya Junta mengingatkan prasangka kawannya itu.


"Ehem...iya sich,Jun..Darsim masih gw curigai hanya saja sejak pertemuan dengan si Reni, gw mulai curiga dengan para pegawai korban..terutama si Reni ini ...gw gak tahu apa ini ada korelasinya dengan data yang dikasih Krishna atau kebetulan aja tuh cewek tinggal deket-deket situ jua..",ucap Bimo sambil memegang dagunya.


"Hmm...ada hal lain yang loe temukan ? Oh iya, trus penyelidikan loe dengan Misa gimana ?",tanya Junta kembali pada kawannya itu.


"Oh iya..masalah misa belum banyak hal penting yang gw temui...cuma sekilas untuk kehidupannya gw dah cukup bisa menerkalah..suaminya tampak sangat dan agak kasar sepertinya...tapi untuk masalah kasus ini, belum ada hal penting yang bisa gw infokan ke loe dengan cewek ini,Jun..",terang Bimo kembali.


" Nah...sekarang gantian loe dengerin apa yang gw dapetin kemarin...",Junta kembali berkata sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari sebuah map. Lembaran print hasil penyelidikannya kemarin. Ia memberikan pada Bimo dan membiarkan kawannya itu membaca sendiri dan melihat data apa yang ia temukan. Bimo membaca hasil print email-email yang didapat Junta.


"Hah ?? Gila! Jadi...ada affair antara si Anto dengan Reni dan Misa ?",tanya Bimo seketika setelah membaca lembaran-lembaran kertas yang diberikan Junta padanya.


"Untuk Misa gw belum bisa memastikan,Mo. Menurut analisa gw, Reni dan Anto punya hubungan spesial alias pacaran ya kalau melihat isi email diantara keduanya. Cuma Misa, gw sangsi Mo..loe kan tahu dia itu sudah berumah tangga..kalau dari email Reni ke Misa, gw curiga bukan masalah cinta segitiga diantara ketiganya..tapi intuisi gw ngerasa Reni tahu sesuatu tentang wanita ini..hmm...kayak semacam aib atau mungkin kartu As si Misa ke korban selaku atasan, makanya dia berani mengancam wanita ini...",ucap Junta.


"Makanya kita udah di track yang bener,Mo...maksud gw loe lanjutin investigasi loe dengan si Misa dan Reni sama hubungannya dengan sipemilik nomor telepon..gw pribadi mo tracking si Anto,Reni dan Misa..mungkin ada hubungannya kasus ini dengan mereka bertiga...dan kedua pegawai lainnya ",ucap Junta pada Bimo.

__ADS_1


"Kita harus bisa segera menyelesaikan kasus ini,Mo ..",timpal Junta lagi. Bimo hanya mengangguk-anggukkan kepala dengan wajah berkerenyit sambil berfikir.


***


__ADS_2