Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 50 : Tabrak Lari...


__ADS_3

Amelia tengah berjalan pulang ke kosannya malam itu. Ia pulang dari kantor cukup larut. Seorang wartawan seniornya mengajaknya turun lapangan mengejar suatu berita politik. Ia tak dapat menolaknya. Sebagai anak paruh waktu,ia hanya mengikutinya saja. Siapa tahu ini akan menjadi jalan untuknya direkrut menjadi pegawai tetap dan full time ditempat itu. Bayarannya tentu akan lebih dari apa yang ia dapat saat ini.


Ia tengah berjalan menuju gang ke arah kosannya. Tapi, tepat disebuah jalan yang sepi dan tak ada satu pun lampu jalan menerangi, sebuah mobil sedan berjalan dibelakang Amelia. Amelia dapat melihat lampu depan mobil tersebut menyorot ke arahnya. Ia menoleh ke belakang dan tak sampai hitungan detik...


Brak...


Mobil itu menabrak kearah dirinya. Untunglah Amelia sempat minggir. Tetapi, tetap saja kaki bagian belakang sebelah kanannya mengenai sisi mobil. Mobil itu menyerempetnya dengan cukup keras,hingga Amelia pun tersungkur jatuh di sisi jalan. Ia meringis kesakitan. Bemper mobil sedan itu menabraknya.


Amelia diam sesaat dijalanan yang sepi. Lampu jalan disitu mati sejak lama. Ia tak dapat melihat nomor plat ataupun ciri-ciri mobil itu. Ia hanya tahu itu sebuah sedan. Amelia melihat ke bagian kakinya. Tak ada darah mengalir. Untunglah...walaupun ketika ia mencoba berdiri,kaki kanannya terasa seperti nyeri bengkak dan terkilir.. Tapi ia masih bisa memaksakan berjalan. Ia khawatir kalau-kalau ada orang jahat di daerah yang sepi ini. Beruntung jarak menuju kosannya dari tempat ia terjatuh, tak jauh. Tinggal sedikit lagi ia akan sampai di kosannya. Ia berjalan tertatih dengan sedikit menyeret.

__ADS_1


***


Dikamar kosannya, Amelia telah berganti pakaian. Ia melihat ada bengkak dan warna lebam dibagian belakang lututnya. Nyeri yang sangat dirasakannya. Ia mengompresnya dengan air dingin sesaat, kemudian mengolesinya dengan salep anti inflamasi.Rasa menthol membuat rasa dingin yang nyaman pada lukanya. Pada telapak tangan dan sikutnya ada luka goresan ringan. Ini karena ia berupaya menahan dirinya ketika sedan itu melaju ke arahnya tanpa diduga. Kini Amelia berupaya beristirahat. Ia merebahkan dirinya diatas ranjangnya. Matanya coba dipejamkan. Setiap kali ia memejamkan mata, bayangan lampu mobil yang menyorot terang di jalan yang gelap itu selalu terlintas jelas dalam benaknya.


Sedangkan...


Nun jauh disuatu tempat ...


" Ok. Mana kuncinya ?",Balas pria lain dihadapannya itu. Si pria berjaket hitam memberikan kunci mobil yang diminta padanya. Ia baru saja menyewa sebuah mobil sedan. Pria itu memang telah merencanakan semuanya dengan matang. Ia tahu siapa Amelia dan dimana wanita itu tinggal. Ia mempersiapkan semuanya. Bahkan jalan yang biasa dilalui gadis itu pun ia tahu. Beruntungnya...jalanan itu tak memiliki lampu jalan yang menyala didekatnya, hingga aksinya menyerempet wanita itu berhasil. Ia tak berniat membunuh gadis itu. Ia hanya ingin menakuti wanita itu dan memberikan efek jera padanya.

__ADS_1


Kini ia kembali mengendarai motor yang dititipkannya di sebuah bengkel yang juga menawarkan jasa rental mobil.


***


Sedangkan di salah satu kamar di sebuah rumah yang sederhana...


Junta masih berkutat dengan laptopnya. Ia tengah membuat skema yang mudah dipahami dari hasil penyelidikannya atas kasus pembunuhan yang ia tangani.


"Hmm...Reni dan Putri...mereka tinggal satu kos bareng...seharusnya mereka dekat. Putri ? Apa ia juga tahu mengenai hubungan Reni dan Anto ? Atau...jangan-jangan wanita ini tahu sesuatu lebih mengenai Reni..Ah! Aku harus mendekatinya...mencari tahu sejauh mana ia mengenal Reni kawan kerja sekaligus teman kosannya itu..",ujar Junta bergelut dengan pikiran-pikirannya sendiri.

__ADS_1


Junta kembali memutar ulang semua video dan rekaman yang ia peroleh selama ini. Ia meneliti dengan seksama semuanya. Sampai...ia baru menyadari...ia melewati sesuatu dari bukti yang ia miliki selama ini.


__ADS_2