Malam Panjang Amelia

Malam Panjang Amelia
Bab 8 :Perkenalan Ayu dan Pak Darsim


__ADS_3

Gadis kecil itu tengah berdoa ketika imam mengakhiri shalat berjamaah dengan salam. Amelia melihat gadis kecil itu masih dengan mukenanya duduk tepat disampingnya. Ia memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama. Kulitnya sawo matang kekuningan. Wajahnya seperti kebanyakan anak perempuan kampung,tidak cantik tapi cukup enak dilihat. Gadis kecil itu tampaknya ngeh kalau sedari tadi perempuan disampingnya memperhatikan dirinya. Ia menoleh pada Amelia dan tersenyum.


Ah,kesempatan emas bagi Amelia untuk mengajaknya ngobrol,pikir Amelia.


"Adik kecil, boleh kakak kenalan ? siapa namamu ?" tanya Amelia ramah.


"Ayundra,kak.. Kakak siapa ? balas gadis itu.


"Ooh...Ayu..nama yang indah dan mudah diingat. Nama kakak Amelia. Kamu sekolah ?kelas berapa ? "tanyaku kembali.


"Ayu kelas 4 di SD Pelangor deket sini kak.." jawabnya tenang. Ayu orang yang sangat sopan dan luwes.Terlihat dari cara bicara dan cara ia menjawab setiap pertanyaan Amelia.


"Ayu shalat disini sendirian ?"tanyaku kembali. Belagak seolah aku tak tahu ia datang bersama lelaki tua itu.


"Nggak, kak Amel..Ayu kesini sama ayah.." jawab Ayu sambil melepaskan dan merapikan mukena yang tadi ia kenakan.

__ADS_1


"Oo...siapa nama ayahmu kalau kakak boleh tahu ?" tanyaku kembali penasaran.


"Ayah Ayu namanya Pak Darsim.. Ayah Ayu kadang bekerja membantu membersihkan mesjid disini kak ..." jawabnya lancar.


"Oo...begitu.." ujarku padanya. Ternyata lelaki tua itu bernama pak Darsim dan dia bekerja disini sebagai petugas kebersihan. Masyaa Allah hampir saja aku berpikir negatif tentang ayah Ayu gara-gara kejadian tadi siang, ucapnya pada dirinya sendiri.


"Kakak Ayu permisi dulu ya ..kasian ayah nanti menunggu Ayu terlalu lama.." Ayu membuyarkan aku yang setengah melamun memikirkan kejadian hari ini. Ia menyodorkan tangannya padaku dan aku membalasnya, hingga ia mencium punggung tanganku.


Sopan sekali anak ini, ucap Amelia membatin.


"Terima kasih kak Amel buat pujiannya...tapi Ayu jadi merasa malu..."balasnya tampak tersipu-sipu.


Aku pun telah merapikan mukena milik mesjid dan menggantung kembali ditempat gantungan yang tersedia. Kemudian aku menggandeng tangan anak ini dan keluar dari bilik yang tertutup tirai.


Didepan teras mesjid Amelia melihat lelaki tua itu tengah duduk memunggungi mereka. Hingga belum melihat kehadirannya dan anak gadisnya ini.

__ADS_1


"Ayah..." ucap Ayu sambil menepuk pundak lelaki tua itu. Ia menoleh kebelakang, tersenyum melihat anaknya.


dan...


ia tampak terkejut melihat Amel. Amel tak lupa memasang mimik yang sama. Ia pura-pura tampak kaget melihat kembali lelaki tua itu.


"Loh...adik ini...hmm...kalau bapak tak salah ingat...kita ketemu tadi di taman bukan ?" ucap lelaki ini pada Amelia dengan muka kaget dan dahi yang sedikit berkerenyit. Seolah ia tengah mengingat-ingat sesuatu.


"Ii...iya, Pak ...betul sekali...saya kaget bisa ketemu bapak disini.."jawab Amel dengan raut seolah ia tidak tahu apapun tentangnya. Meskipun sebetulnya, ia pun tak menyangka dapat bertemu kembali bapak tua ini disini.


"Kenalkan pak...nama saya Amelia.." ucap Amel kembali sambil menyodorkan tangannya.


"Oo...ii..iya ...saya Darsim nak..." jawab si lelaki tua itu tergagap karena saking terkejutnya. Tak menyangka ia bertemu kembali gadis ini disini.


Hmm..kebetulan sekali..atau ini bagian rencana Tuhan padanya ya ?,ucap lelaki tua itu membatin pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2