Mariage Contract

Mariage Contract
Menikah


__ADS_3

Semburat cahaya matahari menerobos masuk melalui celah-celah jendela kamar Ayu dan kedua sahabatnya. Ayu terjaga lebih dulu dari kedua sahabatnya— Dewi dan Anna. Ia harus segera bersiap pulang kampung karena akan mengatur semuanya.


Ayu mungkin tidak sepintar lulusan sarjana, namun Ia tidak bodoh. Ayu sudah memikirkan dengan matang rencana nya ini, walau awalnya hanya sebuah lelucon untuk membuat Ben ilfeel padanya, namun Ben justru menyanggupi omongan Ayu.


Dengan izin dari Bos Yuni, Ayu pun pulang ke kampungnya meninggalkan banyak pertanyaan di benak kedua sahabatnya.


" Anna, kamu tidak berfikir kenapa tiba-tiba Ayu pulang ke desa nya?" tanya Dewi dengan masih penasaran.


" Kan Ayu udah bilang katanya pulang karena ada urusan mendesak." jawab Anna dengan santai dan masih dalam keadaan mengerjakan pekerjaannya, yaitu packing pakaian laundry.


Perbincangan dua sahabat itu terhenti saat mereka sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.


****

__ADS_1


Di Desa Ayu.


Pukul sembilan pagi Ayu sudah tiba di desanya dan tentu saja Ia sudah memberitahukan Ibunya tentang dirinya dan juga Ben. Ibunya begitu bahagia karena putri nya akan menikah dengan pria yang baik, menurut dari yang Ia tahu melalui Ayu. Saking bahagianya, Ibu Kiki yang notabene adalah Ibu Ayu, bahkan tidak menyadari mengapa semuanya sangat tiba-tiba. Itu karena Ayu yang sudah merekayasa sebagian cerita. Ayu tidak bermaksud untuk membohongi Ibu nya, namun Ayu hanya ingin melihat Ibunya bahagia di hari pernikahan.


Satu menit, dua menit, hingga tiga menit Ayu yang hanya berpakaian santai begitu juga Ibunya dan adiknya— Dea yang saat ini sedang berkumpul di ruang tamu kecil rumah mereka, serta penghulu yang di jamu secangkir kopi sambil menunggu kedatangan mempelai pria.


Tak lama tampak beberapa pria berjas hitam berdiri di depan pintu rumah mereka dengan berbaris rapi sambil menunggu Tuan nya turun dari mobil.


Ya, Ben menyuruh Tony untuk mempekerjakan beberapa pengawal untuknya agar Ia tidak kerepotan jika mengalami sesuatu.


Ia melihat rumah kecil di hadapannya dengan wajah datar. Ayu yang sudah melihat kedatangan Ben segera mempersilahkan Ben masuk ke dalam rumah. Tanpa basa-basi dan menunggu waktu yang lama acara dilakukan secepat kilat dengan alasan Ben akan menghadiri pertemuan yang penting dengan rekan kerja nya.


" Sah."

__ADS_1


Terdengar suara dari beberapa orang yang berada di ruang tamu kecil itu. Mereka adalah Ibu Kiki dan Dea, Ben dan Ayu serta penghulu.


Lima menit setelah acara, Ben sudah berada dalam mobilnya. Sedangkan Ayu masih dirumahnya, sedang mengemas pakaian. Ben pergi meninggalkan Ayu begitu saja saat acara sakral sudah selesai. Ia begitu marah dan hati nya memanas mengingat kejadian beberapa menit sebelum pernikahan itu di mulai.


Flashback


Ben yang sudah berada di ruang tamu berukuran kecil itu tiba-tiba saja menoleh pada Ayu yang memanggilnya untuk berbicara berdua di halaman belakang rumah Ayu.


" Ini, tanda tangani saja di sini karena aku sudah menandatangani nya juga." ucap Ayu tiba-tiba dan langsung to the point.


Ben mengerutkan keningnya saat melihat selembar kertas yang di sodorkan untuknya. Ia kemudian mengambil dan membacanya, namun alangkah terkejut dirinya saat membaca isi selembar kertas itu.


▪︎

__ADS_1


▪︎


Bersambung....


__ADS_2