Mariage Contract

Mariage Contract
Part.40


__ADS_3

Namun tawa kecil Ayu seketika berubah menjadi ekspresi yang sulit di artikan saat Ia merasakan sesuatu pada perutnya.


Aahhh...


Rintih Ayu dengan memegang perutnya sedangkan Ben yang melihat reaksi istrinya langsung panik.Ia segera mengambil pakaian terusan istrinya dalam lemari dan segera memakaikan nya.Ben kemudian mengambil jaketnya untuk menutupi tubuh istrinya lagi karena istrinya itu tidak mengenakan dalaman apapun.


Dengan langkah cepat Ia keluar dari kamar dan segera membawa istrinya keluar mansion.kini Ben sudah berada di dalam mobil dan dengan perasaan yang sangat panik.


"Sayang...sakit nya kadang hilang kadang kambuh"rintih Ayu dalam pelukan suaminya


Sekitar dua puluh lima menit mereka sudah tiba di rumah sakit dan seperti biasa Ayu langsung akan di tangani oleh dokter Angel sahabat suaminya.

__ADS_1


Setelah menunggu sekitar tujuh menit...Ayu sudah selesai di periksa yang di temani oleh suaminya.


"Bayi kalian baik-baik saja.itu hanya kontraksi dari si bayi.tidak perlu khawatir."ucap Angel sembari menatap kedua pasangan suami istri di hadapannya.


"Apa aku bisa memeriksa sekalian jenis kelamin bayiku."ucap Ben kini menatap Angel."tentu"ucap Angel dan segera melakukan usg.


Ayu dan Ben menatap layar monitor yang menunjukkan hasil usg nya.meskipun mereka tidak mengerti tapi samar-samar Ayu bisa melihat bayi kecilnya yang bergerak di layar monitor.


Angel kesulitan melihat bayi yang satunya.entah mengapa namun bayi itu seperti bersembunyi dari kedua saudaranya.


Sedangkan Ben dan Ayu yang mengetahui bayi mereka kembar tiga kini saling menatap dengan terkejut dan sangat bahagia.

__ADS_1


"Iya...anak kalian benar kembar tiga."ulang dokter angel lagi."dua bayi kalian laki-laki dan satu nya aku tidak bisa melihatnya.sangat sulit di lihat karena bayi kalian yang satunya seperti bersembunyi di kedua saudaranya."tutur Angel lagi dan menyimpan sesuatu yang tidak ingin Ia katakan pada Ben dan juga Ayu.


Kini Ben dan juga Ayu sudah berada di dalam mobil dan dalam perjalanan pulang ke mansion.Ayu terus menatap jalan Ibu kota yang sangat padat oleh kendaraan di siang hari."sayang...apa yang ada di depan sana?"tanya Ayu pada suaminya dengan menunjuk kerumunan yang Ia lihat dari jauh."Dani berhenti di depan.sepertinya itu pertunjukan aku ingin melihatnya."ucap Ayu lagi pada asisten suaminya.


mobil yang membawa mereka kini sudah menepi di pinggir jalan tepat di depan sebuah ruko yang tidak terpakai.Ayu segera turun karena ingin sekali melihat pertunjukan yang di kerumuni oleh banyak orang.


"sayang...sebaiknya lihat dari sini saja."ucap Ben pada istrinya dengan lebih memilih mendengarkan alunan musik violin yang menjadi pertunjukan itu.Ayu pun menuruti suaminya karena melihat sangat banyak orang yang berkerumun.Ia sangat menikmati alunan musik violin itu hingga tak terasa air matanya menetes.


"sayang..aku menginginkan biola.aku ingin menaruhnya di kamar kita."ucap Ayu dengan menatap suaminya.Ia menatap dengan penuh permohonan.karena entah mengapa tapi hatinya sangat ingin membeli benda itu walau hanya untuk di pajang dikamar.


"Baiklah."ucap Ben menghapus bekas air mata di pipi istrinya."ayo kita pulang."ajak Ben dengan menggenggam tangan istrinya dan membawanya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2