Mariage Contract

Mariage Contract
Part.80


__ADS_3

Setelah mengemudikan mobilnya selama tiga puluh menit, Harvey kini sudah berada di lobi apartemen milik Rose. Ia ingin menyegarkan pikirannya dengan mengajak kekasihnya itu berjalan-jalan.


"Darling" sapa Rose saat melihat kekasihnya yang tampan sudah menunggunya. Harvey pun segera menggandeng lengan Rose menuju mobilnya.


"sepertinya kau terlalu buru-buru untuk menemuiku sayang, sampai kau tidak bisa memakai lipstikmu dengan benar" ucap Harvey pada Rose saat sudah berada di dalam mobil. Rose yang mendengar nya seketika terkejut dan menjadi gugup. Ia hanya melempar senyum manisnya pada Harvey.


Harvey kini melajukan mobilnya menuju mall. Ia hanya ingin sekedar berjalan-jalan dan sekalian mencuci mata. Harvey tidak ingin menjadi bodoh dengan menjadi orang setia dimasa sekarangnya yang belum menikah. Ia masih ingin menikmati masa-masa sebelum dirinya menikah.

__ADS_1


Hanya dua puluh lima menit kini mereka sudah tiba di mall terbesar yang terkenal di ibukota. Mereka kini berjalan memasuki mall tanpa bergandengan tangan. Harvey lebih memilih berjalan lebih dulu dan Rose yang mendapat perlakuan seperti itu sama sekali tidak keberatan karena dirinya bisa terlihat masih lajang jika tidak bersama Harvey.


"Darling, aku ingin melihat-lihat barang di outlet itu" ucap Rose, setengah berlari mensejajarkan langkahnya dengan Harvey.


"belanja lah tapi aku hanya mampu memberikan uang cass. Kau taukan aku itu belum punya apa-apa. Masih bawahan di kantor " ucap Harvey pada Rose hingga membuat wanita cantik dengan rambut merah maroon itu kini mengerucutkan bibirnya.


"Tante, kalau mau belanja bisa ikut bersamaku, daripada bersama pria yang tidak bermodal" ucap seorang wanita atau bisa dibilang gadis remaja yang tiba-tiba berdiri di dekat keduanya. Harvey yang mendengarnya seketika menatap tajam pada gadis remaja yang hadir ditengah-tengah antara dirinya juga Rose. Sedangkan Rose kini mengerutkan keningnya karena merasa bingung tiba-tiba mendapat ajakan dari gadis kecil yang berpakaian serba hitam dan topi serta kacamata hitam yang menutupi separuh wajahnya.

__ADS_1


****


"Darling.." bujuk Rose pada Harvey saat sudah berada di dalam mobil. Ia berusaha meluluhkan hati kekasih muda dan tampannya.


"kenapa kau mau saja ikut berbelanja dengannya" sentak Harvey dengan kesal saat mengingat dirinya yang ditinggal seperti orang bodoh.


"Darling, kau taukan tadi wanita yang bersama dengan gadis kecil itu tiba-tiba menarikku dan aku tidak bisa menolak karena takut terjadi keributan di mall." bujuk Rose lagi dengan wajah memelas."aku saat ini tidak akan menggunakan barang-barang yang kubeli tadi"jawab Rose dengan cepat dan melirik pada barang belanjaannya yang berada di belakang kursi duduknya

__ADS_1


Harvey yang tidak mendengar dengan jelas beberapa kata yang dilontarkan Rose karena berbicara dalam tempo cepat hanya mendengar kata di akhir kalimat itu,Ia pun tersenyum dan mengecup bibir seksi milik Rose dan segera melajukan mobilnya."dasar bodoh,ini lah untungnya berpacaran dengan pria muda"gumam Rose dalam hati sembari tersenyum penuh kemenangan.Hatinya sekarang sangat senang karena mendapatkan barang mewah dan mahal dari gadis kecil di mall tadi.


Bersambung....


__ADS_2