
"Ayu."pekik Dewi dengan antusias.Ia langsung memeluk sahabatnya itu yang sudah lama pergi tanpa pamit."kamu kapan kembalinya ke Indonesia."tanya dewi setelah melepas pelukannya.
"Baru mau dua minggu kok"jawab Ayu."tapi,..."ucap Ayu lagi dengan wajah sendu.
Dewi yang melihat wajah Ayu kini menuntunnya untuk duduk di kursi depan meja kasir laundry."ada apa?"tanya Dewi karena sangat tahu pasti sahabatnya itu ingin berbagi cerita.
"Rio"lirih Ayu dan mulai meneteskan air matanya.
Dewi yang mendengar Ayu menyebut nama Rio kini bingung dengan kening berkerut."ada apa dengan Rio?itukan sudah lama.kenapa tiba-tiba menyebutnya"tanya Dewi dengan penasaran karena setahu nya Rio sudah tidak di kota ini dan lebih tepatnya sudah sangat lama meninggalkan kota ini.
"aku melihatnya.dan hatiku benar-benar belum ikhlas."ucap Ayu dengan mulai terisak
Dewi yang mendengar kalimat yang diucapkan sahabatnya terdiam dengan ekspresi sulit di artikan.
__ADS_1
"kamu hamilkan?"tanya Dewi karena melihat perut Ayu sedikit membuncit.Ayu pun mengangguk dan menghapus air matanya."ini sudah lama...dan lagi kamu harus mengikhlaskannya karena di sini sudah ada cinta suamimu juga dirimu."ucap Dewi dengan menunjuk perut Ayu.
"Aku tidak mencintainya.karena sudah ada Ben.tapi aku hanya belum ikhlas karena banyak waktu yang ku korban kan menjadi orang bodoh untuk menanti yang tidak pasti."ucap Ayu dengan kembali mengingat tentang pria yang bernama Rio.
Rio yang memiliki nama lengkap Rio anggara adalah pria yang terpaut usia dua tahun dari Ayu.Rio adalah kakak kelas Ayu sejak masih berada di sekolah dasar.Rio yang pendiam namun memiliki hati yang lembut pada siapapun membuat Ayu mengaguminya sejak berusia delapan tahun dan Rio berusia sepuluh tahun.
Ayu terus mengaguminya hingga terus bersekolah di tempat yang sama dengan Rio sampai lulus sekolah menengah atas.namun perasaannya selalu Ia pendam lantaran Rio sendiri adalah anak orang kaya.
setelah lulus waktu itu,Ayu di ajak oleh Rio kerumahnya hingga membuat Ayu sangat bahagia terlebih Rio memperlakukan dirinya dengan baik semasa kecil hingga mereka remaja.Ayu tidak tahu saja bahwa Rio juga memendam perasaan untuknya.dan saat Ayu berada di rumah Rio seketika merasa sangat sedih karena Ibu Rio yang terkenal matre memberikan kalimat pedas padanya hingga membuatnya keluar saat itu juga dari rumah Rio.
Visual Rio Anggara.
__ADS_1
ini yang Rio udah jadi tentara.dia seorang jenderal.
****
Ayu kini sudah berada di mansionnya dan sedang berendam untuk menghilangkan rasa pusingnya setelah menangis.
Ia sudah merasa lega karena berbagi cerita dengan sahabatnya Dewi.namun kata-kata pedas yang diucapkan oleh ibu Rio terngiang kembali.
"Kalau punya harga diri harusnya tidak pernah menginjakkan kaki dirumah besar ini dan jika orang tua mu mengerti adab mungkin dia akan mengajarkanmu untuk menjaga batasan dengan kalangan atas."ucap Ibu Rio dengan ketus dan angkuh yang masih terngiang di ingatan Ayu.
__ADS_1
dua puluh menit sudah Ayu berendam dan sekarang Ia sudah keluar dari kamar mandi dengan bathrobe yang membalut tubuhnya.berdiri di depan meja rias nya yang besar dan menatap dirinya lalu beralih pada perut buncitnya.Ia melepas tali pengikat bathrobe yang digunakannya hingga menampilkan perut buncitnya.di usapnya perut itu dan pintu kamar pun terbuka menampakkan suaminya yang tampan dengan senyum di wajahnya.
Bersambung....