Mariage Contract

Mariage Contract
Part.45


__ADS_3

Angel menjeda penjelasannya sebentar lalu memulai lagi."putri bungsu mu juga harus di rawat diruang NICU namun,putri mu itu harus di rawat diruang berbeda dari kedua saudaranya.karena Ia bisa mempengaruhi kesehatan kedua kakaknya."


Ben yang mendengar itu hanya terdiam.pikirannya benar-benar kacau.Ia berfikir jika saja istrinya tidak koma mungkin Ia akan berbagi cerita pada istrinya untuk meminta solusi.namun Ia sendiri bingung harus melakukan apa hingga menyerahkan semuanya pada Angel.


Kini Ia sedang berada diruang rawat Ayu yang masih terbaring lemah.menatap wajah pucat istrinya hingga tanpa terasa air matanya menetas membasahi kedua pipinya.Ia benar-benar tidak menyangkah bahwa ditengah kebahagiaannya akan ada pilu yang sangat menyiksa relung hatinya.tapi Ia masih bersyukur karena tidak kehilangan seorangpun yang di sayangnya.


"Tuan.sepertinya keluarga nyonya ada di mansion.dia ingin bertemu dengan nyonya dan juga tuan karena kemarin mereka menelfon tapi tidak ada respon."ucap Raaza pada Ben setelah menerima laporan dari kepala pelayan mansion.

__ADS_1


"Biarkan mereka datang kemari"ucap Ben tanpa mengalihkan tatapannya pada wajah istri tercintanya."dan tidak perlu memanggilku seperti itu jika di luar perusahaan.karena kita adalah keluarga."ucap Ben lagi dan Raaza pun mengangguk lalu berjalan keluar meninggalkan Ben juga Ayu.


sekitar dua menit lebih bibir pucat Ayu yang sejak kemarin siang terkatup rapat kini bergerak dengan mengeluarkan suara lirih.Ia memanggil suaminya dan Ben yang mendengar nya seketika memencet tombol di samping tempat tidur istrinya hingga tak membutuhkan waktu lama Angel juga perawat datang memeriksa Ayu.


"dia sudah lebih baik sekarang."ucap Angel pada Ben setelah memeriksa kondisi istri sahabatnya."bicaralah padanya dengan perlahan sehingga tidak memperburuk kondisinya yang masih lemah."ucap Angel lagi dengan suara pelan lalu segera keluar dari ruangan itu.


Ayu yang mendengar penjelasan suaminya merasa tenang dan sangat bahagia dan tidak lama pintu pun terbuka dan menampilkan asisten Ben yaitu Raaza sedangkan Tony kini sedang beristirahat di apartemen adiknya.

__ADS_1


"Nyonya kiki sudah datang tuan,nyonya."ucap Raaza pada kedua majikannya yang di jawab anggukan tanda persetujuan oleh Ben.Raaza pun mempersilahkan Ibu Ayu untuk masuk diruang rawat.


Ibu Ayu yang sudah berada di dalam ruang rawat melihat putrinya tengah terbaring lemah.Ia menatap sedih pada putrinya lalu mengusap punggung tangannya."ibu.."ucap Ayu lirih."Iya sayang...Ibu datang.kemarin Ibu menelfonmu tapi kau tidak mengangkatnya.Ibu hanya rindu padamu"ucap Ibu kiki dengan air mata yang sudah mengalir di kedua pipinya.


Ayu pun tersenyum tanpa banyak berbicara karena kondisinya yang masih lemah.sedangkan Ben yang melihat Ibu mertua dan istrinya kini menatap keduanya dengan wajah datarnya."Ibu datang bersama siapa?"tanya Ayu."bersama sepupu mu sayang."jawab Ibu kiki lalu menatap ponakannya yang sejak tadi berdiri di dekat pintu.Ayu pun mengalihkan pandangannya dan melihat sepupunya itu.


sedangkan Ben kini menatap ke belakangnya dan melihat sepupu istrinya sedang berdiri di dekat pintu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2