Mariage Contract

Mariage Contract
Part.36


__ADS_3

seperkian detik kemudian keduanya sama-sama terdiam namun hanya beberapa detik saja karena Kyle pun memulai berbicara lagi.


"Paman,jika kita bertemu di kemudian hari aku akan menjadikan putrimu sebagai istri ku jika kau mempunyai anak perempuan nanti."ucap Kyle dengan sedikit tersenyum.itulah Kyle,Ia adalah anak konglomerat dengan sifat yang hampir sama dengan Ben namun Kyle jauh lebih dingin lagi karena sangat mengirit dan terkesan pelit dengan yang namanya tersenyum.anak itu bahkan tidak bisa tertawa atau menunjukkan wajah bahagia karena bawaannya.


Ben yang mendengar penuturan kalimat yang di ucapkan anak itu tertawa kecil karena anaknya sendiri bahkan masih butuh waktu beberapa bulan untuk melihat dunia.namun tawanya terhenti saat melihat beberapa orang berjas datang menghampiri mereka dan salah satunya sangat Ben kenali yaitu Khris yang sekarang menjabat sebagai wakil presdir di perusahaan keluarga Smith.


"Tuan muda waktu bersenang-senang anda telah habis.tuan besar ingin bertemu dengan anda untuk makan siang bersama di mansion."ucap Khris orang kepercayaan keluarga smith.


"Hei...kenapa kau datang kemari.bukan kah kau harusnya berada di kantor."tanya Kyle mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Tuan besar menyuruh saya untuk datang menjemput Tuan muda secara langsung."ucap khris lagi.


Kyle yang mendengar langsung bahwa kakeknya ingin makan siang bersama dirinya bergegas meninggalkan danau itu dengan berpamitan pada pria yang Ia panggil paman karena tidak Ia ketahui namanya.Kyle memang adalah tipe orang yang tidak ingin banyak mengetahui tentang seseorang atau bisa di bilang tidak kepo.


****


Kini Ben sudah berada di dalam mobil dan dalam perjalanan ke kantor.sepanjang perjalanan Ia hanya terdiam dan tidak lama itu Ia pun sampai di depan gedung perusahaan nya.


Tak terasa sudah waktunya bagi Ben untuk pulang.Ia tetap terdiam dan banyak melamun,seperti ada yang hilang darinya.

__ADS_1


Sekitar tiga puluh menit perjalanan Ben kini sudah memasuki mansion dengan wajah tanpa ekspresi dan pandangan nya seperti kosong.Ia berjalan menaiki anak tangga yang akan mengantarnya ke kamar.


Ben masuk kedalam kamar dengan tampak biasa tanpa menyapa sang istri yang sedang mengupas buah apel.Ayu yang melihat suaminya pulang dengan raut wajah dingin dan tidak menyapanya membuatnya yakin bahwa suaminya masih marah dan kecewa padanya.


"Sayang,kau sudah pulang."ucap Ayu menghentikan kegiatan mengupas buah dan dengan berusaha bersikap hangat walau Ia sendiri ragu.Ia berjalan mendekati suaminya namun langkahnya terhenti saat Ben menyuruhnya untuk menjauh.


Ben yang juga memiliki sifat keras kepala tidak membiarkan istrinya untuk menjelaskan apapun.karena menurut Ben apa yang Ia simpulkan itu adalah kebenaran.namun Ia tidak akan menyangka bahwa sifat keras kepalanya itu membuatnya menyesal nanti.


"Aku akan membebaskanmu jika anak kita sudah lahir.karena aku tidak setega dirimu untuk menyakiti seseorang,maka kejarlah cinta mu."ucap Ben dan segera berlalu menuju bathroom

__ADS_1


"Ta...tapi..."jawab Ayu dengan suara tertahan saat suaminya sudah masuk di dalam bathroom dan menutup pintu dengan keras hingga membuat nya terkejut.Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Ben akan semarah itu karena kesalah pahaman saja.


Bersambung....


__ADS_2