
Setelah berpamitan pada Ben juga Ayu,kini Jeny sudah pergi meninggalkan mansion.
"Sayang"ucap Ben dengan suara beratnya.Ia memeluk istrinya dari belakang karena mereka hanya berdua di kamar sedangkan untuk anak-anaknya sudah bersama pengasuhnya.Ia mencium tengkuk Ayu dan meraba-raba perut istrinya yang sudah rata.
"Aku menginginkanmu."ucapnya lagi."aku pikir sudah lama tidak memintanya kan"tambahnya lagi dengan membalikkan tubuh istrinya.
Ayu hanya terdiam dan menatap manik mata hijau milik suaminya.sejujurnya Ia juga merindukan sentuhan Ben selama ini.Ayu mengalungkan tangannya pada leher Ben dan berjinjit mengecup bibir suaminya."Missing you"ucap Ayu dengan tersenyum manis.
Ben yang sudah bernafsu menggendong tubuh istrinya dan membaringkannya di tempat tidur lalu menindihnya.Ia menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik istrinya dan kemudian melukis wajah itu dengan jemarinya dan berhenti tepat pada bibir mungil dan menggoda itu.
Ia mengecupnya sebentar lalu memandang wajah istrinya yang tampak cantik walau sudah menjadi seorang Ibu.Ia kemudian kembali mengecup dan ******* bibir menggoda itu dan terus menyesapnya saat Ayu membalas pangutan bibir mereka.
__ADS_1
Ayu mengalungkan tangannya lagi pada leher suaminya dan menikmati permainan serta sentuhan suaminya.Ben kini bergerilya pada tubuh Ayu.menyentuh semua area sensitif istrinya hingga mengeluarkan suara *******.
Ben semakin menggila tatkala mendengar suara itu.dengan semangat berkobar Ia akan melepas pengait bra milik istrinya setelah melepas baju Ayu sebelumnya.namun tangannya yang sudah menelusup di punggung Ayu tiba-tiba berhenti saat suara tangisan terdengar begitu nyaring di telinga mereka.
"Itu anak-anak"ucap Ayu segera bangkit dan memakai bajunya lagi.sedangkan Ben kini hanya terdiam memandang punggung istrinya yang berjalan menuju pintu.
"Huh..sabar.mereka adalah anakmu Ben."ucap Ben menasehati dirinya sendiri.Ia kini tinggal seorang diri di kamar dan segera keluar juga untuk melihat anaknya yang menangis.
Dengan perlahan Ben mendekati Krystal.Ia mengusap lembut pipi cubby putrinya.namun keningnya berkerut saat memperhatikan wajah putrinya.
"Sayang,berapa umur mereka sekarang"tanya Ben pada Ayu."dua bulan"jawab Ayu santai sembari menyusui Harvey.Ben kini terdiam dan sedang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
****
lima bulan berlalu
Ketiga bayi kembar Ben dan juga Ayu tumbuh dengan sehat.bahkan kedua pasangan suami istri itu terkadang akan tertawa karena merasa terhibur oleh sikap kedua putra mereka yang lucu.bahkan saat di meja makan pun hanya suara Harvey dan Harley yang terdengar karena terus mengoceh tidak jelas dan sesekali tertawa bertepuk tangan di pangkuan sang pengasuh
Namun tidak dengan Krystal karena putri mereka itu selalu diam dan seperti memandang kosong.bahkan putri mereka seperti tidak mendengar apapun padahal terkadang Harvey atau Harley akan menjatuhkan piring atau gelas yang berada di atas meja makan.
"Sayang...,Krystal sudah tujuh bulan.sama seperti Harvey dan Harley.tapi kenapa dia bersikap berbeda."tanya Ayu pada Ben yang hanya terdiam karena sejak tadi terus memperhatikan Krystal.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit.Angel pasti akan memberitahu kita."ucap Ben lagi dan segera menghabiskan sarapannya.
__ADS_1
Bersambung....